<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767</id><updated>2012-02-09T04:13:16.532-08:00</updated><category term='Piala Dunia 2010'/><category term='Luar Negeri'/><category term='Pra Piala Dunia 2014'/><category term='Timnas'/><category term='PSSI'/><category term='Suporter'/><title type='text'>iddailynet | think sport</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>51</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-6772544059277181839</id><published>2011-10-10T05:11:00.000-07:00</published><updated>2011-10-10T05:14:17.959-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pra Piala Dunia 2014'/><title type='text'>Bungkam Qatar!</title><content type='html'>&lt;i&gt;*Preview Indonesia vs Qatar&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ball Possession&lt;/i&gt;, Ofensif, Main Sederhana namun Kreatif. Itu adalah kunci bagi Tim Nasional (Timnas) Indonesia untuk menaklukkan Qatar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Selasa (11/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak ditunjuk untuk menangani Timnas, pelatih Wilhelmus “Wim “ Gerardus Rijsbergen telah melontarkan ide untuk merombak performa Hamka Hamzah dkk. Idealnya, Rijsbergen ingin Skuad Garuda tampil seperti klub Spanyol yang juga juara bertahan Liga Champions Eropa Barcelona, atau timnas negeri asalnya, Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, mewujudkan keinginan itu tak semudah membalikkan tangan. Dua kekalahan di laga awal Grup E Pra Piala Dunia 2014 Zona Asia melawan Iran dan Bahrain adalah buktinya. Secara tim, Indonesia masih banyak kelemahan. Mental dan fisik para pemain mutlak dibenahi. Begitu pula secara permainan. Mereka mudah sekali kehilangan bola sehingga lawan leluasa mendominasi permainan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu belum ditambah dengan konflik internal antara pelatih dan pemain. Kritik pedas dari para pengamat maupun pencinta fans sepak bola Indonesia juga ditambah dengan munculnya kasus Boaz Salossa dan Ricardo Salampessy, dua pemain Persipura Jayapura yang dituding mbalelo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun perlahan, buah kerja keras Rijsbergen dan tim pelatih timnas mulai terlihat. Kombinasi antara pemain muda dan senior di starting eleven tampak padu. Itu tersirat dari laga uji coba terakhir melawan tim kuat Asia, Arab Saudi, pekan lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim yang merupakan langganan putaran final Piala Dunia bersama Korea Selatan dan Jepang ini memang masih satu level di atas Skuad Garuda. Namun kolektivitas dan soliditas permainan Timnas memaksa The Green Eagles harus puas dengan skor akhir 0-0.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, sentuhan taktik sang Meneer mulai terasa dampak positifnya. Pola 4-3-3 yang bermetamorfosa menjadi 4-2-3-1 cukup efektif meredam permainan Arab Saudi. Menempatkan Hamka Hamzah yang berpostur tinggi sebagai gelandang bertahan, untuk membantu kinerja Ahmad Bustomi menghadang serangan lawan, jadi kunci solidnya pertahanan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini tak tampak ketika Timnas dipecundangi Iran dan Bahrain. Pemain lawan yang lebih unggul dalam segi postur tubuh pun memperburuk kans para pemain Skuad Garuda dalam duel udara atau memotong umpan-umpan panjang dari sektor pertahanan lawan. Namun melawan Arab Saudi yang dilatih Frank Rijkaard, mantan pelatih Barcelona, perubahan taktik dan meningkatnya disiplin pemain jelas meminimalkan ancaman ke gawang Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Miripnya gaya permainan tim-tim Timur Tengah yang berkiblat ke Amerika Selatan, termasuk Iran, Bahrain, dan Qatar, membuat pelajaran yang dipetik dari laga versus Arab Saudi berpotensi menghasilkan dampak positif pada laga di SUGBK, Selasa (11/10) malam. Fans sepak bola Indonesia boleh kembali bermimpi. Mimpi untuk bangkit dan menerobos celah yang ada untuk lolos dari kualifikasi grup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, hasil imbang melawan Arab Saudi tak lantas menjadikan Skuad Garuda bakal mampu mengatasi permainan Qatar dengan mudah. Mengapa? Fighting spirit Arab Saudi, yang masih satu level di atas timnas, tidak begitu intens mengingat laga di Stadion Shah Alam, Selangor, Malaysia, Jumat (6/10) malam itu hanyalah laga persahabatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, variasi taktik di laga tersebut bisa diterapkan kala berjibaku melawan Qatar. Bukan hanya itu. Rasa percaya diri pemain yang sempat sirna usai dua kali menelan kekalahan kini telah kembali. Hal ini sangat penting karena Indonesia butuh poin penuh untuk memelihara peluang lolos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, pola permainan ofensif mutlak diterapkan Timnas melawan kala menjamu The Maroon. Ball possession lawan harus diminimalisasi dengan melakukan pressing ketat. Dengan demikian, Qatar bakal kesulitan mengembangkan permainan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, setiap pilar Skuad Garuda pun tak perlu terlalu lama menguasai bola. Bermain sederhana dengan koordinasi antarlini yang padu bisa membuat Timnas menipiskan kans kehilangan bola dalam permainan. Selain itu, bermain fokus dan lugas dengan tiki-taka serta variasi permainan di lini tengah akan membuat Timnas mudah mencari celah untuk menusuk pertahanan Qatar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain pihak, kekuatan tim asuhan Sebastiao Lazaroni tak berbeda jauh dengan dua lawan Indonesia sebelumnya. Hal itu terbukti dengan dua hasil seri menghadapi Iran dan Bahrain. Mereka pun memiliki bebarapa pemain naturalisasi, salah satunya adalah striker Sebastian Soria. Sama seperti Christian Gonzales, Soria juga pemain asal Uruguay. Selain Soria, pemain lokal yang juga kapten tim Qatar, Bilal Mohammed Rajab yang bisa bermain sebagai bek dan gelandang merupakan kunci soliditas permainan The Maroon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Qatar bukan tim tangguh yang tak bisa kita kalahkan. Indonesia bisa mencontoh sukses Vietnam yang mampu mengalahkan Qatar di babak kualifikasi sebelumnya. Seharusnya, Indonesia pun bisa melumat  Annabi di SUGBK. Lupakan carut marut persiapan kompetisi Tanah Air. Lupakan konflik internal. Selasa malam di SUGBK fans dan Timnas harus bersatu untuk meraup poin penuh atas Qatar! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Perkiraan Pemain&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&amp;nbsp;INDONESIA: Made Wirawan; Zulkifly, M Roby, Wahyu Wijiasnanto, Nasuha; Hamka Hamzah, Ahmad Bustomi; Irfan Bachdim, M Ilham, Boaz Salossa/Ferdinand Sinaga, Christian Gonzales&lt;br /&gt;QATAR: Qasem Burhan; Bilal Rajab, L Quaye, M Kasoula, I Majid; J Marcone Ameral, H Aly, M Omer Hussein; M El Sayed, S Soria,  H Ismeil &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HEAD TO HEAD&lt;br /&gt;18-07-2004 Piala Asia  Indonesia vs Qatar   2-1&lt;br /&gt;24-04-1993 Pra Piala Dunia Indonesia vs Qatar   1-4 &lt;br /&gt;09-04-1993 Pra Piala Dunia  Qatar vs Indonesia   3-1 &lt;br /&gt;04-10-1988 Pra Piala Dunia  Indonesia vs Qatar   1-4 &lt;br /&gt;02-10-1988 Pra Piala Dunia  Indonesia vs Qatar   0-1 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LIMA LAGA TERAKHIR INDONESIA&lt;br /&gt;07-10-2011 Persahabatan  Indonesia vs Arab Saudi  0-0&lt;br /&gt;06-09-2011 Pra Piala Dunia  Indonesia vs Bahrain  0-2 &lt;br /&gt;02-09-2011 Pra Piala Dunia  Iran vs Indonesia   3-0&lt;br /&gt;28-08-2011 Persahabatan  Yordania vs Indonesia  1-0 &lt;br /&gt;22-08-2011 Persahabatan  Indonesia vs Palestina  4-1 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LIMA LAGA TERAKHIR QATAR&lt;br /&gt;06-09-2011 Pra Piala Dunia  Qatar vs Iran   1-1 &lt;br /&gt;03-09-2011 Pra Piala Dunia  Bahrain vs Qatar   0-0 &lt;br /&gt;26-08-2011 Persahabatan  Uni Emirat Arab vs Qatar  3-1&lt;br /&gt;20-08-2011 Persahabatan  Qatar vs Irak    0-1 &lt;br /&gt;28-07-2011 Pra Piala Dunia  Vietnam vs Qatar   2-1 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KLASEMEN SEMENTARA GRUP E &lt;br /&gt;PRA PIALA DUNIA 2014 ZONA ASIA&lt;br /&gt;1. Iran   2 1 1 0 4-1 4&lt;br /&gt;2. Bahrain 2 1 1 0 2-0 4&lt;br /&gt;3. Qatar 2 0 2 0 1-1 2&lt;br /&gt;4. Indonesia 2 0 0 2 0-5 0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HASIL LAGA GRUP E&lt;br /&gt;02-09-2011 Iran vs Indonesia   3-0&lt;br /&gt;03-09-2011 Bahrain vs Qatar   0-0 &lt;br /&gt;06-09-2011 Qatar vs Iran   1-1 &lt;br /&gt;06-09-2011 Indonesia vs Bahrain  0-2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Andri Cahyono&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-6772544059277181839?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/6772544059277181839/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2011/10/bungkam-qatar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/6772544059277181839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/6772544059277181839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2011/10/bungkam-qatar.html' title='Bungkam Qatar!'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-1560200144391155598</id><published>2011-07-10T02:21:00.000-07:00</published><updated>2011-07-10T02:23:20.887-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PSSI'/><title type='text'>Selamat Bekerja di PSSI, Profesor!</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-DTZksmltEgk/Thlu4FLcBKI/AAAAAAAAFa4/f910oR-EaSE/s200/waketum+dan+ketum+PSSI.jpg" width="200" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;Kepemimpinan baru PSSI terbentuk. Segerobak harapan dan tugas menanti.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan tanpa alasan pelatih Arsenal Arsene Wenger mendapat julukan “The Professor”. Pria 61 tahun itu memegang gelar sarjana elektro dan master ekonomi dari University of Strasbourg, Perancis, serta fasih berbahasa asing, antara lain Inggris,Spanyol, Italia, dan Jepang. Lebih 15 tahun mengabdi, Profesor Wenger menjadi manajer terlama yang membesut Arsenal dan mencatatkan diri sebagai orang non British pertama peraih gelar dobel bagi klubnya pada 1998 dan 2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak beda dengan Wenger yang telah mempertaruhkan kejeniusannya di lapangan hijau, kini tantangan sepakbola Indonesia juga berada di tangan seorang profesor. Ini setelah Djohar Arifin Husin, peraih doktor (Ph.D) bidang perencanaan kota &amp;amp; wilayah Universiti Malaya, Malaysia resmi menjadi nahkoda baru PSSI .per 9 Juli 2011 melalui kongres luar biasa di Solo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Djohar memegang amanat besar, terutama setelah organisasi sepakbola yang paling banyak digandrungi masyarakat tanah air ini mengalami krisis kepemimpinan lebih dari 7 tahun. Djohar memikul beban berat di tengah tekad besar perubahan negeri ini, sebagaimana dikatakannya dalam wawancara dengan sebuah radio berita, bahwa ia membawa “segerobak tugas” untuk membawa PSSI ke arah lebih baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak seperti ketua-ketua umum PSSI sebelumnya, Djohar bukanlah militer. Bukan pula pengusaha tajir. Di masa mudanya, pria 51 tahun kelahiran Tanjungpura, Sumatera Utara ini tercatat sebagai pemain PSL Langkat dan PSMS Medan, kemudian menjadi wasit, pelatih bersertifikat S3, inspektur pertandingan, hingga Sekjen KONI Pusat di era kepemimpinan Agum Gumelar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, Djohar –yang pernah menjadi pelatih tim nasional timnas mahasiswa ke POM Asean di Singapura 1994 dan manajer tim nasional PSSI dalam uji coba ke Myanmar 2003- diharapkan dapat mengimplementasikan segudang pengalamannya itu. Setidaknya, ia bukan berasal dari kubu yang dianggap mewakili status quo. Apalagi Djohar bakal berduet dengan Farid Rahman, yang dikenal memiliki pengalaman manajerial andal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Farid (53) kini menjabat Komisaris Bank Saudara, dan sebelumnya duduk sebagai direktur bank yang berada di bawah naungan Grup Medco itu sejak 1994 hingga 26 Mei 2011. Farid merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan memperoleh gelar MBA dari Golden Gate University, San Francisco, Amerika Serikat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bidang olahraga, Farid masih memegang posisi Sekjen Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia.Kini, tinggal menunggu, siapa yang bakal duduk di kursi sekjen mendampingi duet pemimpin baru PSSI ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama duet Djohar-Farid, ada 9 hulubalang yang bertindak sebagai komite eksekutif, yakni pengusaha Sumut pemilik klub Produta serta Medan Chief Erwin Sitorus, Ketua Pengcab PSSI Samarinda Erwin Dwi Budiawan, Ketua Pengda PSSI Jabar Toni Aprilani, Ketua Pengda PSSI Jatim La Nyalla Matalitti, Walikota Banda Aceh Ketua Persiraja Mawardi Noerdin, Manajer Persepar Kalimantan Tengah Tuty Dau, Ketua Pemua Pancasila DKI Roberto Rouw, CEO PT Semen Padang Widodo Santoso dan mantan pemain timnas Bob Hippy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tangan merekalah kekuatan baru PSSI bertumpu. Prakualifikasi Piala Dunia 2014 dan Sea Games akhir tahun ini menjadi batu loncatan pertama (saya tak mau menyebut sebagai taruhan, tapi milestone). Semoga, harapan lebih 220 juta penduduk Indonesia tak hilang diterpa angin. Selamat bekerja profesor, buktikan anda sebagai Arsene Wengernya Indonesia..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Tulisan ini adalah pendapat pribadi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-1560200144391155598?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/1560200144391155598/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2011/07/selamat-bekerja-di-pssi-profesor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/1560200144391155598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/1560200144391155598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2011/07/selamat-bekerja-di-pssi-profesor.html' title='Selamat Bekerja di PSSI, Profesor!'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-DTZksmltEgk/Thlu4FLcBKI/AAAAAAAAFa4/f910oR-EaSE/s72-c/waketum+dan+ketum+PSSI.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-1279373336010675608</id><published>2011-07-03T10:31:00.000-07:00</published><updated>2011-07-03T10:39:44.477-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Timnas'/><title type='text'>Kembalikan Timnas sebagai sekumpulan pemain terbaik Indonesia.</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="123" src="http://3.bp.blogspot.com/-F6KCdv5g_zU/ThCo_loG1hI/AAAAAAAAFaM/qKsUqXQ3oZ0/s200/Timnas-Indonesia-AFF-2010.jpg" width="200" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pelatih Tim Nasional Indonesia, Alfred Riedl mengumumkan 25 pemain Timnas Pra Piala Dunia 2014 dan 25 pemain Timnas U-23 untuk gelaran Piala AFF Junior. Berita besarnya kembali menyorot ogahnya Riedl memanggil pemain ber-KTP Liga Primer Indonesia (LPI). Termasuk Irfan Bachdim.&lt;/i&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;Produk LPI tak hanya Irfan Bachdim, selebritis bola kita yang selalu jadi sasaran utama kamera, tapi juga sederet nama lain. Ada Kim Jefry (Persema), Syamsul Arif (Persibo), Sansan Fauzi, Hendra Bayauw (Jakarta FC), Rendy Kurniawan, Taufik, Andik Vermansyah (Persebaya), dan nama-nama lain.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;Alasannya tegas: LPI belum diakui oleh PSSI –dan FIFA tentunya. Bahasa kerasnya lagi: LPI ilegal. "Pemain-pemain seperti Irfan Bachdim dan Kim Jeffrey akan mendapat kesempatan yang sama jika status LPI sudah jelas," kata Wolfgang Pikal, pria asal Austria yang kembali menjadi asisten Riedl.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;Tentu ini sebuah vonis yang menyakitkan bagi LPI, yang saat ini tengah dalam proses duduk semeja dengan Komite Normalisasi. Bahkan, LPI sampai menunda perhelatan putaran keduanya begitu lama, dari rencana Juni menjadi September nanti. Selain menunggu bulan puasa dan Lebaran lewat, faktor utamanya tak lain karena menanti hasil Kongres PSSI dan keabsahan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;Atas belum jelasnya status pemain LPI, Riedl mengaku siap mengubah keputusannya setelah Kongres 9 Juli mendatang. Dengan demikian, jika kongres menghalalkan LPI, maka para pemain produk LPI bisa dipanggil tampil dua melawan Turkmenistan, 23 dan 28 Juli nanti. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;Yang lucu lagi, Deputi Bidang Teknis BTN, Iman Arif menegaskan pemanggilan untuk timnas senior dan U-23 diundur, dari jadwal semula 3 Juli, menjadi setelah kongres PSSI. “Pemanggilan ini juga menunggu hasil Kongres 9 Juli mendatang,” kata Iman.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;Belajar pada Sejarah&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;Tim nasional Indonesia dan organisasi PSSI menang tak bisa dipisahkan. Tapi, seharusnya urusan tim nasional tak harus terkait dengan, sedikit-sedikit, menunggu hasil kongres. Namanya Timnas Indonesia adalah gabungan pemain terbaik ber-KTP Indonesia, di manapun ia bermain. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;Jangan sampai kisah Piala Dunia 1938 –yang dalam beberapa kesempatan kita bangga-banggakan itu- terulang lagi. Hingga saat ini, itulah satu-satunya kesempatan Indonesia tampil di supremasi sepakbola tertinggi dunia. Padahal, tim yang berangkat ke Perancis itu merupakan tim boneka bentukan pemerintah Hindia Belanda, dan bukan tim Indonesia sebenarnya. Indonesia yang tampil dalam sejarah Piala Dunia adalah Indonesia abal-abal.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;Pengiriman kesebelasan Nederlandsche East Indies pada Piala Dunia 1938 sempat menjadi masalah. Pasalnya, NIVU (Nederlandsche Indische Voetbal Unie) atau organisasi sepak bola Belanda di Indonesia bersitegang dengan PSSI yang sudah berdiri sejak April 1930. PSSI yang saat itu masih dipimpin pendirinya, Ir. Soeratin, ingin agar pemain PSSI yang dikirimkan ke Perancis. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;Namun, akhirnya yang dikirimkan adalah kesebelasan berbendera NIVU, karena PSSI belum diakui FIFA. Pemain-pemainnya pun bukan pemain PSSI, tapi mereka yang bekerja di perusahaan-perusahaan Belanda.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;Sekali bertanding, langkah kesebelasan Hindia Belanda hanya sampai di babak penyisihan, karena dipertandingan pertama dikalahkan oleh Hungaria dengan skor 0-6. Hungaria sendiri akhirnya sampai di partai puncak, meski hanya mampu menjadi runner up karena dikalahkan Italia yang menjadi juaranya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;Timnas adalah tim terbaik berisi pemain-pemain terbaik berpaspor Indonesia. Tak peduli liganya sempat beroposisi dengan PSSI, mereka adalah produk terbaik sebuah kompetisi profesional. Maka, kembalikan pemain-pemain terbaik Indonesia dalam deretan pemain berkostum garuda yang membela panji merah-putih menuju Piala Dunia Brazil 2014. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;Kalau tidak, jangan salahkan jika Turkmenistan bakal menjelma menjadi Hungaria baru bagi tim Indonesia abal-abal. Sekali main, langsung angkat koper…&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-1279373336010675608?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/1279373336010675608/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2011/07/kembalikan-timnas-sebagai-sekumpulan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/1279373336010675608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/1279373336010675608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2011/07/kembalikan-timnas-sebagai-sekumpulan.html' title='Kembalikan Timnas sebagai sekumpulan pemain terbaik Indonesia.'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-F6KCdv5g_zU/ThCo_loG1hI/AAAAAAAAFaM/qKsUqXQ3oZ0/s72-c/Timnas-Indonesia-AFF-2010.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-7907197280113446639</id><published>2011-02-20T08:43:00.000-08:00</published><updated>2011-08-03T14:48:48.347-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Timnas'/><title type='text'>Supporter Indonesia, Bersatulah!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://iddaily-sport.blogspot.com/2011/02/supporter-indonesia-bersatulah.html"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-wWkjM72wutw/TWFF5D4yUZI/AAAAAAAAE-o/qmay3Kh3ROk/s200/turunkanNH.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5575814660259729810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;PSSI menodai noda fair play, sebuah slogan yang selalu dikampanyekan dalam bendera FIFA setiap pertandingan akan berlangsung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa lagi yang harus dikatakan saat Ketua Komite Pemilihan Syarif Bastaman menggelar konferensi pers hasil verifikasi kandidat Ketua Umum, Wakil Ketua Umum dan Executive PSSI yang akan dipilih dalam Kongres PSSI 26 Maret mendatang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 4 calon Ketua Umum, Syarif Bastaman menyatakan hanya Nurdin Halid dan Nirwan Bakrie yang layak lolos verifikasi, sementara Arifin Panigoro dan George Toisutta –yang dilambangkan sebagai simbol perlawanan terhadap status quo PSSI- dinyatakan tidak lolos pencalonan tanpa alasan jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun kedua nama itu tak lolos sebagai kandidat Wakil Ketua Umum saat Syarif mengumumkan hasil kerja timnya di kantor PSSI, kompleks Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (19/2/2011) pukul 17.40 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagal lolosnya Arifin dan George sontak menimbulkan perlawanan. Dunia maya, twitter dan facebook, pun mengeluarkan makian terhadap kroni Nurdin yang dinilai menghalalkan cara demi mencapai kursi kepemimpinan seri ketiganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skenario lain: Nurdin dianggap tidak berani tampil fair dalam duel head to head dua lawan dua (Nurdin bersama Nirwan melawan Arifin dan George) saat penghitungan suara Kongres Bali bulan depan. Maklum, kuat dugaan pasangan Arifin dan George mendapat dukungan dari KONI, Partai Demokrat, Menteri Pemuda dan Olahraga, serta bahkan Presiden sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, pasal yang dinilai mengganjal George dan Arifin yakni keharusan minimal 5 tahun aktif di sepakbola nasional. Padahal, George ngotot selalu menjadi Pembina PSAD selama karir militernya. Sementara itu, Arifin tak asing dikenal sebagai penggagas Liga Medco, sebuah ajang pembinaan sepakbola dini mencari atlet bola berbakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Nurdin, santer diberitakan bakal terganjal karena tindak kriminal yang pernah dibuatnya. Namun, PSSI memelintir Statuta FIFA Dalam statuta fifa yang aslinya terulis "The members of the Executive Committee... must not have been previously found guilty of a criminal offence".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di Statuta milik PSSI isinya berubah menjadi "Anggota Komite Eksekutif... harus tidak sedang dinyatakan bersalah atas suatu tindakan kriminal pada saat kongres serta berdomisili di wilayah Indonesia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarif Bastaman, anggota DPR yang juga Ketua Badan Bantuan Hukum dan Advokasi DPP PDI Perjuangan menilai, dengan telah menjalani masa hukuman maka Nurdin kembali mendapat rehabilitasi dan hak sipilnya sama dengan orang biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Okelah, Nurdin tetap bisa masuk sebagai kandidat ketua umum (lagi) dalam kongres  mendatang, tapi mengapa harus menggugurkan dua pesaing kuatnya? Bukankah itu sikap licik tak mau bertarung secara fair play, sebuah slogan yang selalu dikampanyekan dalam bendera FIFA setiap pertandingan akan berlangsung?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu dinihari, untuk sebuah tugas liputan, saya menulis catatan ini dari sebuah kamar hotel di Makassar. Inilah kampung tempat Nurdin Halid dibesarkan, yang saat ini tak sesolid dulu untuk mati-matian membela slogan sang puang, “Sekali Layar Terkembang, Surut Kita Berpantang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta Makassar pada Nurdin bukanlah cinta buta. Mereka cukup sehat untuk tahu mana yang baik dan mana yang keji. Buktinya, PSM Makassar –ikon sepakbola Sulawesi yang dulu pernah dimanajeri Nurdin dan Kadir Halid- memutuskan keluar dari Liga Super ala PSSI dan pindah ke Liga Primer Indonesia bentukan Panigoro cs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena “pengkhianatan” itu, PSSI pun mencoret keanggotaan PSM dan tak lagi punya hak suara dalam kongres nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini, sebuah pesan masuk dalam inbox grup Facebook saya, “Mari kawan-kawan pecinta sepakbola nasional, suarakan tuntutan kita besok pagi. Mlm ini Ijin demonstrasi sudah turun dari Polda Metro Jaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumpul di Bundaran HI Jakarta pusat Minggu pagi 20 Feb 2011 Pukul 10.00Wib dress code Baju Timnas/atribut Klub kesayangan. Mohon sampaikan undangan ini melalui media dunia maya, tema aksi damai kita besok adalah "STOP SANDIWARA PSSI!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membayangkan segala akal jahat dan kuatnya perjuangan insan sepakbola Indonesia, segera terngiang-ngiang teriakan penyair Wiji Thukul,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila usul ditolak tanpa ditimbang&lt;br /&gt;Suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan&lt;br /&gt;Dituduh subversif dan mengganggu keamanan&lt;br /&gt;Maka hanya ada satu kata: lawan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makassar, 20 Februari 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-7907197280113446639?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/7907197280113446639/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2011/02/supporter-indonesia-bersatulah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/7907197280113446639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/7907197280113446639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2011/02/supporter-indonesia-bersatulah.html' title='Supporter Indonesia, Bersatulah!'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-wWkjM72wutw/TWFF5D4yUZI/AAAAAAAAE-o/qmay3Kh3ROk/s72-c/turunkanNH.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-4645469117611423765</id><published>2010-12-30T03:22:00.000-08:00</published><updated>2011-08-03T14:48:48.347-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Timnas'/><title type='text'>Mencintai Garuda dengan sederhana</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.iddaily.net/2010/12/mencintai-garuda-dengan-sederhana.html"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pshw_FmYGOI/TRxokD0uCWI/AAAAAAAAEr4/L7Ngn09bPYQ/s200/Suporter_indonesia_Reuters%2Bvia%2BYahoo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5556431008979356002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.iddaily-sport.blogspot.com/"&gt;Jojo Raharjo&lt;/a&gt; | Photo by Reuter via Yahoo| &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apakah Anda termasuk orang yang mencintai seseorang atau sesuatu hanya pada saat berada dalam kondisi menyenangkan saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa yang terjadi ketika sayur yang dimasak isteri Anda ternyata kurang asin, ketika nilai raport anak Anda lebih banyak merahnya, ketika klub kegemaran Anda terperosok dalam prestasi buruk, ketika selebritas idola Anda masuk penjara, atau saat organisasi Anda terjerat konflik menyesakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau memang Anda hanya mencintai figur-figur itu dalam kondisi positif, tak ubahnya Anda layak disejajarkan dengan orang-orang yang pada sebulan terakhir disebut sebagai “Mendadak Timnas”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang tak tahu sejarah sepakbola Indonesia tapi tiba-tiba memasang poster Irfan Bachdim di kamar. Mereka yang memuja-muja Cristian Gonzales tanpa pernah berpikir dia adalah pemain bola nan sama sekali tak sempurna. Mereka yang menganggap Markus Haris seolah dialah ‘portiere’ terbaik di negeri ini sepuluh tahun terakhir…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Final Piala AFF 2010, harapan itu terlalu berat dibebankan di pundak mereka. Sebesar dan sekencang teriakan belasan supporter yang menyeruduk masuk busway di Halte Karet tadi, saat jarum jam menunjukkan waktu 30 menit menjelang pertandingan dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pak Sopir, cepat, nanti tiketku hangus.Harganya mahal, lho…” “Hooy,  cepat, aku nanti duduk di samping SBY…”, “Kalau nggak ada aku, SBY nggak masuk..” “Ayo, yang Indonesia masuk, yang Malaysia turun saja…”&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;GBK MEMBARA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya asa itu tak pernah salah. Belum pernah kulihat sekeliling stadion ini begitu berlimpah manusia. Layar lebar ditancapkan di penjuru gelanggang olahraga berbentuk “tungku raksasa” yang dibangun Sukarno 48 tahun lalu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada penjaja kaos, jagung rebus, siomay dan anak muda berpasang-pasangan dengan tempelan merah putih di dua belah pipi. Inilah pesta rakyat sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua memang haus prestasi, haus pahlawan. Dan, ke-14 anak muda yang malam ini bersimbah peluh bukannya tak mau jadi pahlawan. Kapten kesebelasan Firman Utina tentu tak pernah sengaja menendang penalti begitu lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiper Markus tak pernah menyangka kembali dipecundangi Mohd Safee Sali. Bek Maman tak pernah menduga, keisengannya menyentuh piala pada permulaan laga di Bukit Jalil berbuah sial, menjadi penyebab dua gol ke gawang timnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali di kandang lawan, dan sekali di depan 95 ribu pasang mata yang menyemut di Senayan. Menang 2-1 di rumah tak ada artinya setelah keok 0-3 di negeri tetangga. Dua gol Nasuha dan Ridwan bolehlah jadi penghibur, bahwa setidaknya kita menang dua kali atas Malaysia dalam satu turnamen. Meski akhirnya tak jadi juara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yang disalahkan. Mereka sudah berbuat sekerasnya. Tapi bola yang mahakuasa telah memilih mana tim terbaik. Mereka kalah oleh tim yang mementingkan pembinaan di atas segalanya. Sebuah liga yang tak membolehkan pemain asing mencari nafkah di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TANPA NATURALISASI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sementara di sini, baik di liga yang sudah ada maupun baru berputar bulan depan, satu tim boleh punya lima pemain impor. Profesionalisme bisa jadi alasan, tapi tentu tak usah menutup mata ada mata pencaharian agen, pengurus, dan mata rantai lain yang tertutup kalau keran ekspatriat itu dihentikan. Mungkin prinsipnya, kalau ada yang benar-benar menguntungkan, bolehlah sekalian diberi hadiah paspor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Inilah buah dari keputusan Persatuan Bola Sepak Malaysia, tidak adanya pemain asing membolehkan pemain muda kami lebih berkembang,” kata Krishnasamy Rajagopal dalam jumpa pers usai partai pamungkas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria kelahiran Selangor 54 tahun silam ini tak sedang menggombal, tapi medali emas Sea Games Laos tahun lalu, dan kini Juara Piala AFF membuktikan sistem pembinaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini Garuda menang tapi kalah. Tapi, tak selayaknya kita hanya mencintainya ketika mereka berjaya. Kalau tak mau disebut sebagai golongan supporter ‘mendadak timnas’ maka katakanlah kepada lambang Garuda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan kata yang tak sempat diucapkan&lt;br /&gt;kayu kepada api yang menjadikannya abu,"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-4645469117611423765?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/4645469117611423765/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2010/12/mencintai-garuda-dengan-sederhana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/4645469117611423765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/4645469117611423765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2010/12/mencintai-garuda-dengan-sederhana.html' title='Mencintai Garuda dengan sederhana'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pshw_FmYGOI/TRxokD0uCWI/AAAAAAAAEr4/L7Ngn09bPYQ/s72-c/Suporter_indonesia_Reuters%2Bvia%2BYahoo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-7468371265941598345</id><published>2010-11-03T02:04:00.000-07:00</published><updated>2011-08-03T14:51:18.797-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Luar Negeri'/><title type='text'>Football Evangelist: Maksimalkan Maximu…</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.iddaily.net"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 109px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pshw_FmYGOI/TNEmXsA-4uI/AAAAAAAAEiU/IwRYHQnFbB0/s200/maxi-rodriguez-uk-01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5535247605409178338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jojo Raharjo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengawali catatan football evangelist hari ini, saya tak bisa mengelak untuk mengabarkan euphoria kemenangan Liverpool di Reebok Stadium, kandang Bolton Wanderers, Ahad malam kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemenangan itu menjadi catatan penting karena mengembalikan kepercayaan diri Liverpool yang sempat terperosok ke posisi dua dari dasar klasemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kredit besar patut ditujukan kepada Maxi Rodriguez sang penceplos gol tunggal ke gawang Jussi Jaaskelainen di menit ke-86, saat pemain, pelatih, dan penonton pasrah menerima hasil imbang di laga pekan kesepuluh Liga Primer 2010/2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lovely ball from Lucas, brilliant backheel from Torres, good goal by Maxi…” teriakan komentator ESPN itu serasa memecahkan kebuntuan tengah malam. Sebuah kemenangan berarti, karena menjadi pemecah telur sebagai kemenangan tandang pertama Liverpool di Liga Inggris sepanjang 2010, dan yang pertama dalam 32 pertandingan Roy Hodgson, termasuk saat pelatih gaek masih membesut Fulham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maximiliano Rubén "Maxi" Rodríguez, kelahiran 2 Januari 1981, datang sebagai pemain Liverpool pada 13 Januari tahun ini. Tanpa ada biaya pembelian alias free transfer dari Atletico Madrid, klub Liga Spanyol yang dikapteninya semenjak Atleti ditinggal maskotnya yang terlebih dulu bergabung ke Anfield, Fernando Torres. Maxi pun menandatangani kontrak 3,5 tahun, dan mendapat nomer punggung 17, dengan tugas menyediakan pasokan bola sedap bagi kawannya selama dua musim di Vicente Calderon itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahir di Rosario, kota terbesar di provinsi Santa Fe, Argentina, Maxi punya nama panggilan ‘La Fiera’ atau “The Fierce”, kira-kira artinya binatang liar yang ganas. Empat tahun silam, di Piala Dunia 2006 Jerman, Maxi mencetak gol spektakuler yang meloloskan Argentina dari babak enam belas besar, menyudahi perlawanan Mexico 2-1 lewat babak perpanjangan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu menit ke-98, menerima umpan dari Juan Pablo Sorin, Maxi mengontrol bola dengan dada, sebelum kaki kirinya menghujamkan tendangan voli keras dari luar kotak penalti… wuuusss… bola bersarang di pojok atas gawang Oswaldo Sanchez.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski tak secemerlang Piala Dunia 2006 yang melesakkan 3 gol, Maxi selalu tampil dalam 5 kali pertandingan di putaran final Piala Dunia 2010, sebelum anak-anak didik Diego Maradona itu dipulangkan Jerman lewat kekalahan 0-4 di perempatfinal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di usia hampir kepala tiga, pria yang juga memiliki kewarganegaraan Italia ini membuktikan dirinya belum habis. Terus menyerang seperti layaknya buasnya hewan di alas, Maxi Rodriguez meninggalkan pesan berarti bagi kehidupan. Kalau bisa menang, mengapa seri? Selama peluit akhir belum ditiup, kenapa tidak mencoba bikin gol?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya memang tergantung konsistensi kita dalam kehidupan yang kadang tampak ganas ini. Konsistensi untuk terus tidak menyerah. Konsistensi untuk bernafsu membuat hasil positif. Jadi, sudah “maxi”-kah kita memaksimalkan kemampuan kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;*Teks foto: Maxi Rodriquez, saat direkrut pelatih Liverpool saat itu, Rafael Benitez&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;*Tulisan di juga dipublikasikan di http://jojoraharjourney.wordpress.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-7468371265941598345?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/7468371265941598345/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2010/11/football-evangelist-maksimalkan-maximu.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/7468371265941598345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/7468371265941598345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2010/11/football-evangelist-maksimalkan-maximu.html' title='Football Evangelist: Maksimalkan Maximu…'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pshw_FmYGOI/TNEmXsA-4uI/AAAAAAAAEiU/IwRYHQnFbB0/s72-c/maxi-rodriguez-uk-01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-5320197982282806852</id><published>2010-06-22T02:33:00.000-07:00</published><updated>2010-06-22T02:35:52.863-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Piala Dunia 2010'/><title type='text'>Uruguay dan Perancis mewakili Grup A, Argentina dan Nigeria dari Grup B?</title><content type='html'>&lt;a href="http://iddaily-sport.blogspot.com/search/label/Piala%20Dunia%202010"&gt;Jojo Raharjo&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selasa malam dan Rabu dinihari, kita bakal disuguhi empat pertandingan fase Grup Piala Dunia, masing-masing dua laga Grup A : Prancis vs  Afrika Selatan dan Uruguay vs Mexico (21.00 WIB). Serta Yunani vs  Argentina dan Nigeria vs Korsel (01.30 WIB Rabu dinihari). Sebagai penentuan dua tim yang lolos dari tiap grup, maka dua laga terakhir harus digelar bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Grup A, empat tim masih berpeluang lolos, meski dua tim kini memiliki nilai 4 (Uruguay dan Mexico) sementara Perancis dan Afsel baru punya sebiji poin. Tapi, konstelasi itu bisa berubah kalau Perancis atau Afsel tiba-tiba bangkit dari deretan tragedi buruk yang mencekam mereka di dua pertandingan awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perancis memang dipertanyakan banyak pihak, karena penampilannya begitu korat-karit terutama saat dihajar Mexico 0-2, terlepas satu gol Mexico berbau offside dan satu lagi berupa penalti. Kondisi psikis Mexico kian buruk setelah Nicolas Anelka dipulangkan karena bertengkar dengan pelatih Raymond Domenech.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentrok antara Patrice Evra dan pelatih fisik Robert Duverne, mundurnya direktur tim merangkap direktur manajer Federasi Sepakbola Perancis Jean-Louis Valentin serta mogok latihan para pemain yang berbuah teguran Presiden Nicolas Sarcozy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, Afsel sebagai tuan rumah tak mau malu sebagai tuan rumah pertama yang gagal lolos ke babak 16 besar Piala Dunia. Tapi, kalau lawannya Perancis, sepertinya berat bagi tim Bafana-Bafana meneruskan sejarah indah para penyelenggara pesta itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Afsel bisa jadi membuat benua hitam tercoreng, tidak demikian dengan Nigeria. Asal bisa menghajar Korsel, maka posisi Elang Super yang kini berada di posisi buncit akan terkatrol menjadi runner-up dan bersiap menghadapi Uruguay sebagai pemuncak di Grup A.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-5320197982282806852?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/5320197982282806852/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2010/06/uruguay-dan-perancis-mewakili-grup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/5320197982282806852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/5320197982282806852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2010/06/uruguay-dan-perancis-mewakili-grup.html' title='Uruguay dan Perancis mewakili Grup A, Argentina dan Nigeria dari Grup B?'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-1023171166127234259</id><published>2010-06-20T04:41:00.000-07:00</published><updated>2010-06-20T04:42:27.418-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Piala Dunia 2010'/><title type='text'>Dunga menangkan duel pelatih beda generasi?</title><content type='html'>&lt;a href="http://iddaily-sport.blogspot.com/search/label/Piala%20Dunia%202010"&gt;Jojo Raharjo&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang Minggu petang sampai Senin dinihari, kita bakal disuguhi tiga pertandingan fase Grup Piala Dunia, masing-masing dua laga Grup F yakni Slowakia vs Paraguay (18.30 WIB) dan Italia vs Selandia Baru (21.00 WIB) serta satu laga Grup G yakni Brasil vs Pantai Gading (01.30 WIB Senin dinihari). Untuk “match of day” kita bicarakan saja partai ketiga, juara dunia lima kali Brasil yang berjuluk Canarinho (Little Canary), melawan tim Les Éléphants, julukan negeri pengekspor pemain bola di Afrika Barat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah partai kedua bagi kedua tim. Di laga perdana, Brasil sukses menghabisi perlawanan sengit Korea Utara 2-1, meski gol baru datang di paruh akhir babak kedua. Itupun pemecah kebuntuannya seorang pemain belakang, Maicon yang dijuluki titisan Roberto Carlos. Adapun Pantai Gading, di partai perdana puas meraih angka 1 lewat hasil kacamata melawan Brasilnya Eropa yakni Portugal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duel antara Brasil melawan Kelapa Gading, ee.. maaf.. Pantai Gading menjadi seru karena melibatkan gengsi antar dua pelatih berbeda generasi. Ini adalah Piala Dunia ketiga bagi Sven Goran Eriksson, pelatih Pantai Gading yang pada 2002 dan 2006 berada di bangku ofisial Inggris. Dalam dua ajang di Korsel-Jepang dan Jerman itu, Eriksson membawa David Beckham dkk sampai babak 8 besar alias perempatfinal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain Eriksson lain Carlos Dunga. Inilah Piala Dunia pertama mantan kapten Brasil itu berdiri sebagai pelatih. Sebagai pemanasan, tahun lalu di negara yang sama, Dunga membawa Brasil juara Piala Konfederasi –piala dunia mini dengan peserta juara dari tiap benua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini beredar kutukan bahwa tim mana yang sukses menjuarai Piala Konfederasi –yang dianggap sebagai pemanasan tuan rumah menggelar Piala Dunia, selalu gagal menjuarai Piala Dunia sebenarnya. Apakah mitos itu berlaku bagi Dunga, yang pada 1994 memimpin teman-temannya mengangkat Piala Dunia setelah di final menaklukkan Italia lewat adu penalti di Rose Bowl Stadium, California.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam nanti, apakah Carlos Dunga, 46 tahun, benar-benar kembali menunjukkan karismanya mengatasi pelatih lawan, Eriksson yang berusia 12 tahun lebih tua darinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk tiga matches ini, saya menebak Slowakia unggul tipis atas Paraguay, Italia menang lebih dari satu gol dari Selandia Baru, dan Brazil menang meyakinkan lawan Pantai Gading.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-1023171166127234259?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/1023171166127234259/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2010/06/dunga-menangkan-duel-pelatih-beda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/1023171166127234259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/1023171166127234259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2010/06/dunga-menangkan-duel-pelatih-beda.html' title='Dunga menangkan duel pelatih beda generasi?'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-2352388870059328843</id><published>2010-06-20T04:40:00.000-07:00</published><updated>2010-06-20T04:41:23.363-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Piala Dunia 2010'/><title type='text'>Seandainya Australia juga menang…</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.iddaily.net/2010/06/seandainya-australia-juga-menang.html"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 247px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pshw_FmYGOI/TBzRsaAEmBI/AAAAAAAAEcc/sPIwlYH3cgc/s400/aussie.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484489007054493714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://iddaily-sport.blogspot.com/search/label/Piala%20Dunia%202010"&gt;Jojo Raharjo&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://iddaily-sport.blogspot.com/search/label/Piala%20Dunia%202010"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang Sabtu petang sampai Minggu dinihari, kita bakal disuguhi tiga pertandingan fase Grup Piala Dunia, masing-masing dua laga Grup E Belanda vs Jepang (18.30 WIB) dan Kamerun vs Denmark  (01.30 WIB minggu dinihari). Serta satu game Grup D Australia vs Ghana (21.00 WIB). Bagaimana bila di Grup D tim Socceroos melawan jagoan Afrika, The Black Stars.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seru sekali mengamati klasemen sementara Grup D. Tiga tim yang bermain sama-sama punya nilai 3. Masing-masing Jerman (sekali menang vs Aussie dan keok dari Serbia), Ghana (sekali menang vs Serbia) dan Serbia (sekali menang vs Jerman tapi kandas dari Ghana. Adapun Aussie belum dapat nilai usai dihajar Jerman 0-4 di partai perdana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam nanti, tentu klasemen akan lebih seru seandainya Tim Cahill dkk mampu menang atas Ghana. Bayangkan, dalam dua pertandingan, tiga tim sama-sama meraih tiga angka. Ah, betapa serunya grup neraka ini menjelang laga terakhir pertengahan pekan depan. Karena itu, demi serunya klasemen, mari dukung tim asuhan Pim Verbeek menghajar Stephen Apphiah dan kawan-kawan. Bukan tugas mudah? Tentu saja? Tapi bukan berarti mustahil, kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk tiga match hari ini, saya menebak Belanda menang meyakinkan atas Jepang, Aussie menang tipis vs Ghana, dan Kamerun kalah tipis dari Denmark.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jojo Raharjo, reporter Espira di Jakarta&lt;br /&gt;Foto :   tim Aussie tidak bisa tidak, menang atau pulang/ foto by Google reuse&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-2352388870059328843?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/2352388870059328843/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2010/06/seandainya-australia-juga-menang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/2352388870059328843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/2352388870059328843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2010/06/seandainya-australia-juga-menang.html' title='Seandainya Australia juga menang…'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pshw_FmYGOI/TBzRsaAEmBI/AAAAAAAAEcc/sPIwlYH3cgc/s72-c/aussie.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-3139048803629840215</id><published>2010-06-20T04:39:00.000-07:00</published><updated>2010-06-20T04:40:31.564-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Piala Dunia 2010'/><title type='text'>Pesta Pertama Espana</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://iddaily-sport.blogspot.com/search/label/Piala%20Dunia%202010"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 242px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pshw_FmYGOI/TBiN3ZH8o1I/AAAAAAAAEcU/du2Is69emrE/s400/spanyol.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5483288529100120914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://iddaily-sport.blogspot.com/search/label/Piala%20Dunia%202010"&gt;Jojo Raharjo&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang Rabu petang sampai Kamis dinihari, kita bakal disuguhi tiga pertandingan fase Grup Piala Dunia, masing-masing dua laga Grup H yakni Honduras vs Chile (18.30 WIB) dan Spanyol vs Swiss (21.00 WIB) serta satu laga Grup A yakni Afrika Selatan vs Uruguay (01.30 WIB Rabu dinihari). Untuk “match of day” kita bicarakan saja partai kedua: kandidat juara Spanyol melawan tim “Scweizer Nati”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spanyol alias Espana datang ke Afrika dengan kepercayaan dan harapan tinggi para penggemar bola. Status juara Eropa yang mereka sandang membuat Spanyol menyeruak menjadi unggulan baru menandingi Brasil, Jerman, dan Argentina yang selalu menempati pot tertinggi sebagai unggulan kuat peraih juara pada setiap Piala Dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dimaklumi, tim “La Furia Roja” alias “Amukan Merah” –ingat kan istilah ini, karena para banteng selalu mengamuk setiap Matador Spanyol memegang kain merah- saat ini sedang berada pada masa-masa keemasan. Siapa yang meraguka Iker Casillas di belakang gawang, Carles Puyol dan Sergio Ramos di belakang, Xabi Alonso, Ces Fabregas, Andres Inesta dan Xavi Hernandes di tengah serta Fernando Torres dan David Villa di depan? Pantas saja kalau Spanyol mendadak menjadi raksasa baru sepakbola dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, jalan juara masih jauh. Untuk amannya, Spanyol harus menjuarai Grup H, mengatasi Swiss, Honduras, dan Cile. Jika mereka terpeleset menjadi runner-up, bisa-bisa para pemain cemerlang besutan Vicente del Bosque ini sudah harus bertemu Brasil di babak kedua. Ini karena besar kemungkinan Brasil, yang semalam mengalahkan Korut 2-1 menjadi juara Grup G.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk tiga match ini, saya menebak Cile unggul tipis atas Honduras, Spanyol menang meyakinkan lawan Swiss dan Afsel keok tipis dari Uruguay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, ayo segera lakukan pesta pertama, Espana..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jojo Raharjo, reporter Espira di Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Keterangan fotoL Tim Spanyol, sukses berpesta perdana malam ini? (google labeled for reuse)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-3139048803629840215?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/3139048803629840215/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2010/06/pesta-pertama-espana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/3139048803629840215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/3139048803629840215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2010/06/pesta-pertama-espana.html' title='Pesta Pertama Espana'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pshw_FmYGOI/TBiN3ZH8o1I/AAAAAAAAEcU/du2Is69emrE/s72-c/spanyol.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-8990891606022073312</id><published>2010-06-15T01:44:00.000-07:00</published><updated>2010-06-15T01:59:17.571-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Piala Dunia 2010'/><title type='text'>Match of the day : Brazil hadapi truk gandeng di muka gawang Korut</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.iddaily.net/2010/06/match-of-day-brazil-hadapi-truk-gandeng.html"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pshw_FmYGOI/TBc6afrkPKI/AAAAAAAAEcM/7CLa5pyLJBA/s200/kaka.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482915298202107042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://iddaily-sport.blogspot.com/search/label/Piala%20Dunia%202010"&gt;Jojo Raharjo&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang Selasa petang sampai Rabu dinihari, kita bakal disuguhi tiga pertandingan fase Grup Piala Dunia, masing-masing satu laga Grup F yakni Selandia Baru vs Slowakia (18.30 WIB) dan dua partai Grup G masing-masing Pantai Gading vs Portugal (21.00 WIB) serta Brazil vs Koera Utara (01.30 WIB Rabu dinihari). Yang menarik, duel antara juara Piala Dunia lima kali melawan tim misterius dari Asia.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti setiap penyelenggaraan Piala Dunia, Brazil selalu menjadi unggulan sebagai kandidat perebut gelar juara. Sampai sekarang tim Samba tercatat sebagai negara yang tak pernah absen sejak Piala Dunia dihelat di Uruguay 80 tahun silam. Brazil juga sukses mencatat rekor sebagai negara terbanyak yang menjuarai Piala Dunia, di tiga benua berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahan lagi, mereka selalu melahirkan bintang baru setiap Piala Dunia. Mulai era Pele (1958-1970), Zico (1982-1990), Romario (1994), Ronaldo (1998-2006), Rivaldo (2002), Ronaldinho (2006) dan kini Ricardo Kaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, Republik Rakyat Demokratik Korea Utara bukannya tanpa pengalaman. Keikutsertaan pertama Korut pada Piala Dunia 1966 di Inggris diwarnai aksi membungkam Italia 1-0. Kali ini,  skuad asuhan Kim Jong Hun datang dengan kekuatan sukar diprediksi. Mereka juga dikhawatirkan tampil dengan strategi ultra defensif alias menumpuk truk gandeng di depan kiper mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mampukah Louis Fabiano, Robinho, Elano dan Filipe Melo menembus truk gandeng itu dan memberondong serangkaian gol? Tentu dengan komando sang jenderal Ricardo Izecson dos Santos Leite alias Kaka yang akan menjadi sorotan mata parapenggila bola dunia, khususnya 192 juta rakyat Brazil yang selalu menganggap kemenangan tim nasional adalah obat bagi setiap kesulitan ekonomi mereka sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk tiga match ini, saya menebak Slowakia unggul lebih dari 1 gol atas Selandia Baru, Pantai Gading kalah tipis dari Portugal, dan Brazil menang meyakinkan lawan Korea Utara..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jojo Raharjo, reporter Espira di Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-8990891606022073312?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/8990891606022073312/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2010/06/match-of-day-brazil-hadapi-truk-gandeng.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/8990891606022073312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/8990891606022073312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2010/06/match-of-day-brazil-hadapi-truk-gandeng.html' title='Match of the day : Brazil hadapi truk gandeng di muka gawang Korut'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pshw_FmYGOI/TBc6afrkPKI/AAAAAAAAEcM/7CLa5pyLJBA/s72-c/kaka.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-2593241842542754462</id><published>2010-06-14T02:28:00.000-07:00</published><updated>2010-06-14T02:29:20.763-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Piala Dunia 2010'/><title type='text'>Match of the day : Ujian ringan juara bertahan?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://iddaily-sport.blogspot.com/search/label/Piala%20Dunia%202010"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 134px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pshw_FmYGOI/TBXxlICoIpI/AAAAAAAAEcE/iD4YhKAJbwI/s200/marcello_lippi1_narrowweb__300x450,0.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482553741509403282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://iddaily-sport.blogspot.com/search/label/Piala%20Dunia%202010"&gt;Jojo Raharjo&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang Senin petang sampai Selasa dinihari, kita bakal disuguhi tiga pertandingan fase Grup Piala Dunia, masing-masing dua laga Grup E yakni Belanda vs Denmark (18.30 WIB) dan Jepang vs Kamerun (21.00 WIB) serta satu game Group F mempertemukan Italia vs Paraguay (01.30 WIB Senin dinihari). Untuk “match of day” kita bicarakan saja partai ketiga yang menampilkan sang juara bertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah ujian perdana bagi pasukan Azzuri, juara empat tahun lalu yang kembali dibesut Marcelo Lippi. Pelatih berusia 62 tahun itu kembali diharapkan menerapkan pengalaman dan tuahnya saat membawa Italia juara di Piala Dunia Jerman 2006, setelah pada Piala Eropa 2008 Lippi sempat digusur yuniornya: Roberto Donadoni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turnamen kali ini menjadi kesempatan terakhir pelatih Lippi menunjukkan pengabdian kepada bangsa dan negaranya karena sepulang dari Afsel posisi pelatih Italia bakal ditempati Cesare Prandelli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lawan perdana Italia berasal dari wakil Amerika Latin. Menjadi pertanyaan kita bersama apakah Roque Santa Cruz dan kawan-kawan memuaskan harapan 6,3 juta rakyat Paraguay setelah pada Piala Dunia empat tahun silam langsung tersingkir di babak fase group.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mampukah Italia lolos dari ujian perdana dengan kepala tegak dan mengikuti jejak tim unggulan lain seperti Jerman dan Argentina yang sukses mengantongi tiga poin pada laga awalnya? Mari menonton bersama pada dini hari nanti. Untuk tiga match ini, saya menebak Belanda ditahan imbang Denmark, Kamerun menang meyakinkan atas Jepang, dan Italia unggul tipis atas Paraguay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;*Jojo Raharjo, reporter Espira di Jakarta&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-2593241842542754462?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/2593241842542754462/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2010/06/match-of-day-ujian-ringan-juara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/2593241842542754462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/2593241842542754462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2010/06/match-of-day-ujian-ringan-juara.html' title='Match of the day : Ujian ringan juara bertahan?'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pshw_FmYGOI/TBXxlICoIpI/AAAAAAAAEcE/iD4YhKAJbwI/s72-c/marcello_lippi1_narrowweb__300x450,0.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-3306871253889868008</id><published>2010-06-13T04:37:00.001-07:00</published><updated>2010-06-13T04:37:37.245-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Piala Dunia 2010'/><title type='text'>Match of the day : Australia mencari kompensasi…</title><content type='html'>&lt;a href="http://iddaily-sport.blogspot.com/"&gt;Jojo Raharjo&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://iddaily-sport.blogspot.com/search/label/Piala%20Dunia%202010"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pshw_FmYGOI/TBS9x2snVXI/AAAAAAAAEb0/6EKJZamke9I/s400/Mark_Schwartzer,_Fulham.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482215310610617714" /&gt;&lt;/a&gt;Sepanjang Minggu petang sampai Senin dinihari, kita bakal disuguhi tiga pertandingan fase Grup Piala Dunia, masing-masing satu laga Grup C yakni Aljazair vs Slovenia (18.30 WIB) dan dua game Grup D Serbia vs Ghana (21.00 WIB) dan Jerman vs Australia (01.30 WIB Senin dinihari). Untuk “match of day” kita bicarakan saja partai ketiga: duel tim panser melawan “The Soceroos”.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi lebih dari 20 juta penduduk Australia, Piala Dunia 2006 di Jerman merupakan mimpi buruk. Perjuangan keras Harry Kewell dan kawan-kawan yang tampil apik sejak pra kualifikasi dan penyisihan Grup F harus terhenti di perdelapanfinal akibat permainan licik Italia, yang kemudian menjadi juara dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim asuhan Guus Hiddink sukses menemani Brasil lolos dari Grup F setelah membekap Jepang 3-1, keok 0-2 dari Brazil dan imbang 2-2 melawan Kroasia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, di detik-detik terakhir melawan Italia di babak 16 besar, saat skor masih 0-0, pemain Italia Fabio Grosso terjatuh setelah “bersentuhan” dengan Lucas Neill. Wasit menjatuhkan penalti dan eksekusi Fransesco Totti di menit 95 mengakhiri perjalanan Australia di Piala Dunia kedua yang mereka ikuti setelah sebelumnya pada 1974.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekecewaan empat tahun silam hendak dibayar Australia kali ini. Sayangnya, belum apa-apa sudah harus bertemu juara dunia tiga kali Jerman. Mampukah tim yang kembali diasuh meneer Belanda, kali ini diarsiteki Pim Verbeek, berbuat lebih baik dibandingkan empat tahun lalu? Semua ditentukan pada laga perdana. Bagaimanapun, langkah emas tahun lalu ditentukan dari kemenangan atas Jepang di pertandingan awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula kali ini, apapun hasil melawan Jerman, akan sangat mempengaruhi nafas mereka selanjutnya. Untuk tiga match ini, saya menebak Aljazair kalah tipis dari Slovenia, Serbia  bermain sama kuat dengan Ghana, dan Jerman menang tipis atas Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;*Jojo Raharjo, reporter Espira di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-3306871253889868008?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/3306871253889868008/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2010/06/match-of-day-australia-mencari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/3306871253889868008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/3306871253889868008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2010/06/match-of-day-australia-mencari.html' title='Match of the day : Australia mencari kompensasi…'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pshw_FmYGOI/TBS9x2snVXI/AAAAAAAAEb0/6EKJZamke9I/s72-c/Mark_Schwartzer,_Fulham.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-6464745425209478887</id><published>2010-06-11T20:50:00.000-07:00</published><updated>2010-06-11T20:51:13.351-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Piala Dunia 2010'/><title type='text'>Match of the day : Rooney adalah kunci...</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.iddaily.net/2010/06/match-of-day-rooney-adalah-kunci.html"&gt;Jojo Raharjo&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://iddaily-sport.blogspot.com/search/label/Piala%20Dunia%202010"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 400px; height: 181px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pshw_FmYGOI/TBMDhYFUrBI/AAAAAAAAEbs/CpfioSbXtWw/s400/09517_redarmyfc_com_mon35700rooney_2_122_622lo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481729043375369234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sepanjang Sabtu petang sampai Minggu dinihari, kita bakal disuguhi tiga pertandingan fase Grup Piala Dunia, masing-masing dua laga Grup B yakni Korsel vs Yunani (18.30 WIB) dan Argentina vs Nigeria (21.00 WIB) serta satu partai Grup C Inggris vs Amerika Serikat (01.30 WIB Minggu dinihari).&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk “match of day” kita bicarakan saja partai ketiga: duel antara tim “football” Inggris melawan tim “soccer” Amerika Serikat yang sangat menentukan karena dua tim ini dianggap sebagai kekuatan terkuat Grup C, dengan mengesampingkan Aljazair dan Slovenia .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim Inggris datang ke Afrika Selatan menanggung harapan berat jutaan penggila bola pendukung tim ”Tiga Singa” itu. Mereka berharap, Steven Gerrard dkk mampu mengubah mitos Inggris yang dikenal memiliki liga sepakbola paling dinamis dan terbanyak diminati warga bumi, namun melempem untuk urusan tim nasional. Sampai sekarang, Inggris baru tercatat sekali menjuarai Piala Dunia, itupun saat digelar di kandang mereka, 44 tahun silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi Inggris bisa dibilang idaman, tentu minus David Beckham dan Rio Ferdinand yang mendadak cedera. Capello masih akan memilih apakah David James atau Robert Green di bawah mistar, sementara 4 pemain belakang kemungkinan diisi Glen Johnson, John Terry, Ledley King, dan Ashley Cole.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah ada duo Gerrard dan Frank Lampard, Joe Cole dan Shaun Wight Phillips atau Aaron Lennon, dengan menduetkan Wayne Rooney dan Peter Crouch di depan. Nah, untuk urusan serang-menyerang inilah si bengal Rooney akan menjadi kunci Inggris sekaligus mimpi buruk penjaga gawang tim Abang Sam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jangan remehkan AS. Mereka punya 5 pemain yang berpengalaman mengecap Liga Premier yakni dua kiper Brad Guzan (Aston Villa), Tim Howard (Everton), Jonathan Spector (West Ham), Clint Dempsey (Fulham) dan Landon Donovan (eks Everton).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, siapa menang kali ini? Football atau Soccer?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memperkirakan Yunani akan menang tipis dari Nigeria, Argentina menang lebih dari satu gol atas Nigeria demikian pula Inggris menang lumayan meyakinkan lawan AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;*Jojo Raharjo, reporter Espira di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-6464745425209478887?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/6464745425209478887/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2010/06/match-of-day-rooney-adalah-kunci.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/6464745425209478887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/6464745425209478887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2010/06/match-of-day-rooney-adalah-kunci.html' title='Match of the day : Rooney adalah kunci...'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pshw_FmYGOI/TBMDhYFUrBI/AAAAAAAAEbs/CpfioSbXtWw/s72-c/09517_redarmyfc_com_mon35700rooney_2_122_622lo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-6339815063421101181</id><published>2010-06-10T00:38:00.000-07:00</published><updated>2010-06-10T00:42:36.956-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Piala Dunia 2010'/><title type='text'>Bila pelatih asing membawa bendera negara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://iddaily-sport.blogspot.com/search/label/Piala%20Dunia%202010"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 182px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pshw_FmYGOI/TBCXJD-dghI/AAAAAAAAEbk/O-PcfRpdnH0/s200/CapelloAir1112ES_468x513.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481046928451797522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://iddaily-sport.blogspot.com/search/label/Piala%20Dunia%202010"&gt;Jojo Raharjo&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembilan dari 32 tim peserta Piala Dunia kali ini diarsiteki oleh pelatih asing. Ini menarik karena Piala Dunia erat kaitannya sebagai sebuah ajang untuk membumbungkan nasionalisme sebuah negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak jarang, selama even Piala Dunia yang berlangsung sebulan penuh, pertikaian politik tingkat nasional sampai perang antar kampung terhenti dulu demi mendukung tim nasional bertanding. Tapi bagaimana kalau tim nasional yang didukung ternyata dipimpin oleh pelatih asing?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan itu patut kita alamatkan kepada sembilan negara yang dipegang pelatih asing. Inggris, negara yang selalu mengagung-agungkan sebagai negara asal sepakbola sudah tiga Piala Dunia berturut-turut diarsiteki pelatih asing. Pada Piala Dunia 2002 dan 2006 mereka diarahkan oleh Sven Goran Eriksson dari Swedia dan kini tim ”Tiga Singa” dilatih Fabio Capello asal Italia. Adapun 8 tim lain yang dilatih coach asing yakni tuan rumah Afsel, Nigeria, Yunani, Ghana, Australia, Kamerun, Swiss dan Pantai Gading.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sembilan pelatih asing itu Jerman dan Swedia patut berbangga karena menyumbangkan dua pelatih kawakan:  Otto Rehhagel dan Ottmar Hitzfield masing-masing menukangi Yunani dan Swiss. Adapun Swedia, yang justru tak tampil di putaran final Piala Dunia karena tersisih di penyihan grup Eropa, patut bangga karena menempatkan dua dutanya. Lars Lagerback, pelatih timnas Swedia yang gagal mengantarkan negaranya ke putaran final, justru dipinang menangani Nigeria. Adapun Eriksson kini membesut Pantai Gading.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain empat pelatih dari Jerman dan Swedia, lima pelatih asing lain berasal dari Belanda (Pim Verbeek melatih Australia), Brazil (Carlos Alberto Parreira melatih Afsel), Italia (Capello melatih Inggris), Serbia (Milovan Rajevac melatih Ghana), dan Perancis (Paul Le Guen melatih Kamerun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari sama-sama kita saksikan sebelum pertandingan dimulai, apakah mulut sembilan pelatih asing itu terbuka dengan benar saat menyanyikan lagu kebangsaan negara lain yang ditanganinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://iddaily-sport.blogspot.com/search/label/Piala%20Dunia%202010"&gt;&lt;br /&gt;Analisa Wolrd Cup 2010 lain klik di sini.&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-6339815063421101181?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/6339815063421101181/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2010/06/bila-pelatih-asing-membawa-bendera.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/6339815063421101181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/6339815063421101181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2010/06/bila-pelatih-asing-membawa-bendera.html' title='Bila pelatih asing membawa bendera negara'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pshw_FmYGOI/TBCXJD-dghI/AAAAAAAAEbk/O-PcfRpdnH0/s72-c/CapelloAir1112ES_468x513.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-6318605989939406750</id><published>2010-06-05T21:16:00.000-07:00</published><updated>2010-06-05T21:27:36.394-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Piala Dunia 2010'/><title type='text'>Cara Kedutaan Belanda menyambut Piala Dunia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://iddaily-sport.blogspot.com/"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 142px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pshw_FmYGOI/TAsgo5kAEaI/AAAAAAAAEac/6VxpUiXMOAc/s200/ele9w2.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479509258645016994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://iddaily-sport.blogspot.com/"&gt;Jojo Raharjo&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Erasmus Huis, pusat kebudayaan Belanda yang lokasinya menyatu dengan Kedutaan Besar Belanda di kawasan Kuningan, Jakarta, menggelar acara unik. Salah satunya pemutaran film bertema sepak bola. Tidak tanggung-tanggung, 14 film bertema sepakbola diputar dalam rangkaian acara itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelora Piala Dunia 2010 di Afrika mulai terasa. Pada 3-6 Juni ini, Kedutaan Besar Belanda menggelar Football Film Festival dengan menampilkan 14 film bertema sepakbola. Film-film buatan Indonesia, Inggris, maupun Belanda bergantian diputar di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja film “Mardona”, “The Other Final”, “In Oranje”, “One Night in Turin” dan “The Damned United”. Atau film bola asal Indonesia, “The Conductors”, “Romeo &amp;amp; Juliet”, “Garuda di Dadaku” dan “Duit, Dukun, Dingklik”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jum’at (4/6) lalu, “Duit, Dukun, Dingklik” sedang diputar. Film dokumenter berdurasi 22 menit produksi Rovina Mahulete ini mengisahkan cerita di balik sukses Persik Kediri menjuarai Liga Indonesia 2003.  Seperti judulnya, film ini banyak bercerita tentang relasi unik antara uang, supranatural dan kekuasaan, yang dianggap memegang peran penting mengantarkan Persik menuju tangga juara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam percakapan ringan di teras gedung Kedutaan Belanda, Direktur Erasmus Huis Paul Peters menekankan, festival film ini digelar sebagai pemanasan menjelang Piala Dunia yang bergulir di Afrika Selatan mulai akhir pekan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Negara kami merupakan negara sepakbola. Banyak sekali soccer mad  di Belanda. Kami juga punya banyak film-film bagus tentang sepakbola, untuk itu kami ingin membandingkannya dengan film bola dari Inggris dan Indonesia,“ kata Paul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara Festival Film Sepakbola ini menjadi menarik karena Jum’at lalu juga diisi semacam resepsi yang dihadiri petinggi PSSI dan para pemain terbaik Liga Indonesia. Mereka diundang sebelum mereka memperkuat tim “Indonesian All Stars“ melawan Arema dalam laga eksebisi penutupan Liga Super di Malang, Minggu (6/6) ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampak wajah-wajah CEO PT. Liga Indonesia Djoko Driyono, Ketua Komisi Disiplin PSSI Hinca Panjaitan, pelatih Persipura Jacksen F. Tiago, dan para pemain seperti Christian Gonzales, Bambang Pamungkas, Nova Arianto, Ferry Rotinsulu, Maman Abdulrahman, Atep dan Ricardo Salampessy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berminat? Datang saja ke rangkaian festival ini di Kineforum, Taman Ismail Marzuki, 25-27 Juni. Beberapa film lain yang dijadwalkan akan diputar di sana adalah “The Black Meteor“, “Homeless FC“, „One Leg Kicking“ dan “Sagai United“.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di Erasmus Huis sendiri sampai 30 Juni masih digelar pameran kartun tentang sepakbola, yang pada pembukaannya Sabtu (5/6) dimeriahkan dengan launching buku “Gilanya Bola“, komik setebal 160 halaman terbitan Cendana Art Media.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-6318605989939406750?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/6318605989939406750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2010/06/cara-kedutaan-belanda-menyambut-piala.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/6318605989939406750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/6318605989939406750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2010/06/cara-kedutaan-belanda-menyambut-piala.html' title='Cara Kedutaan Belanda menyambut Piala Dunia'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pshw_FmYGOI/TAsgo5kAEaI/AAAAAAAAEac/6VxpUiXMOAc/s72-c/ele9w2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-6309378955297498836</id><published>2010-06-02T04:53:00.000-07:00</published><updated>2010-06-02T06:17:44.496-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Piala Dunia 2010'/><title type='text'>Mereka tak ikut ke Afrika…</title><content type='html'>&lt;a href="http://iddaily-sport.blogspot.com/"&gt;Jojo Raharjo&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://iddaily-sport.blogspot.com/search/label/Piala%20Dunia%202010"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 210px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pshw_FmYGOI/TAZEFHTfkEI/AAAAAAAAEaM/vmSNuWtWC8E/s400/walcott.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478140851393630274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://iddaily-sport.blogspot.com/search/label/Piala%20Dunia%202010"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pshw_FmYGOI/TAZDx28lGLI/AAAAAAAAEaE/-FLZfHjNKoU/s200/dinho.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478140520585042098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;Theo Walcott dan Ronaldinho, tidak terpilih dalam tim Piala Dunia&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluit Piala Dunia ke -19 yang digelar di Afrika Selatan baru akan ditiup 11 Juni mendatang, tapi sesi ketegangan pertama sudah terjadi. Ya, FIFA menetapkan 1 Juni kemarin sebagai batas akhir penentuan 23 nama dari setiap tim yang akan mengikuti Piala Dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tim seperti Argentina, Spanyol, dan Jepang tidak lagi merasakan ketegangan itu karena mereka jauh-jauh hari sudah menetapkan 23 pemain terpilih, tapi tidak dengan Inggris, Italia, dan bahkan tuan rumah Afrika Selatan yang baru memilih 23 anggota pasukannya pada detik-detik akhir deadline.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di sinilah drama itu terjadi. Empat tahun lalu, beberapa minggu jelang Piala Dunia di Jerman, seorang anak muda bersorak gembira. Theo James Walcott, saat itu 17 tahun, tengah sibuk menyelesaikan ujian tertulis dalam usaha mendapatkan SIM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyerang muda Arsenal ini kaget bukan kepalang saat usai ujian menelpon ayahnya dan diberitahu bahwa namanya tercantum dalam skuad yang dibawa pelatih Inggris Sven Goran Eriksson dalam bagian tim ke Piala Dunia Jerman. Jadilah, Walcott tercatat sebagai pemain termuda di Inggris. “Saya benar-benar terkejut, sepertinya mata saya sampai keluar dari kepala ini.“ kata Walcott saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walcott ikut ke Afrika, tapi tak semenitpun ia dimainkan Eriksson sampai Inggris tersingkir di babak perempatfinal lewat drama adu penalti melawan Portugal. Okelah, semua maklum, mungkin karena saat itu Walcott masih bau kencur, meski aksinya di Liga Inggris amat memesona.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, saat 1 Juni 2010 kemarin Walcott tak dibawa pelatih Inggris Fabio Capello, menjadi 1 dari 7 pemain tercoret dari daftar awal, publik Inggris kini bertanya-tanya. Mengapa pelatih asal Italia itu lebih percaya pada “balon tuwek“ macam Emile Heskey dan Jermain Defoe?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Theo Walcott menjadi salah satu bintang yang tersingkir dari Piala Dunia mendatang. Masih ada nama-nama lain yang menangis gagal berpartisipasi di ajang akbar ini, baik karena memang tak dipilih oleh pelatihnya, atau memang dilanda cedera. Javier Zanetti dan Esteban Cambiasso yang baru saja bahu-membahu membawa Inter Milan juara Liga Italia dan Liga Champions tidak diangkut pelatih Diego Maradona dalam timnya ke Afsel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula Franceso Totti, Alessandro del Pierro dan Antonio Cassano yang tidak diingat pelatih Italia Marcelo Lippi dan &lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; color: black;" lang="DE"&gt;Benni McCarthy&lt;/span&gt; yang tidak masuk dalam daftar pelatih Afsel Carlos Alberto Parreira. Ada juga trio Brazil : Ronaldinho, Adriano, dan Pato yang tidak diajak pelatih Dunga, Ruud van Nistelrooy yang tak ikut skuad Belanda, Karim Benzema dan Samir Nasri yang tak dipandang pelatih Perancis, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk list pemain yang cedera, dua pemain besar dunia, kapten Jerman Michael Ballack dan legenda Inggris David Beckham harus menyesali kaki mereka yang bermasalah saat memperkuat klub masing-masing: Chelsea dan AC Milan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu banyak bintang-bintang lain yang harus bersedih karena tidak ikut bermain di Afrika Selatan mulai pekan depan, terlebih karena memang tim negaranya gagal lolos dari penyisihan. Sebutlah Andre Arshavin dari Rusia, Eduardo dan Luka Modric dari Kroasia, serta bintang-bintang dari Turki, Rumania, Bulgaria, Republik Ceko, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Piala Dunia adalah ajang sepakbola paling ditunggu setiap empat tahun terakhir. Maka, ajang ini seolah menjadi pembuktian para pemain terbaik dari negeri-negeri terpilih dunia sepakbola. Tapi, jangan lupa, masih banyak bintang-bintang bola dunia yang tidak berpartisipasi, baik karena tidak dipanggil pelatih timnasnya, lagi apes dirundung cedera, atau memang negaranya gagal lolos kualifikasi. Karena bagaimanapun, Cuma 32 negara saja toh yang bisa berpartisipasi di Piala Dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat bersiap menikmati pesta orang-orang terpilih ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-6309378955297498836?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/6309378955297498836/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2010/06/mereka-tak-ikut-ke-afrika.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/6309378955297498836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/6309378955297498836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2010/06/mereka-tak-ikut-ke-afrika.html' title='Mereka tak ikut ke Afrika…'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pshw_FmYGOI/TAZEFHTfkEI/AAAAAAAAEaM/vmSNuWtWC8E/s72-c/walcott.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-5170415028040208708</id><published>2010-05-28T01:06:00.000-07:00</published><updated>2010-05-28T05:03:06.514-07:00</updated><title type='text'>Anugerah dan petaka sepakbola Jawa Timur</title><content type='html'>Jojo Raharjo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="300" width="400"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/2XnD90adP84&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/2XnD90adP84&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" height="385" width="480"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Konvoi kemenangan Arema oleh Aremania.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa Jawa Timur mendominasi sepakbola nasional tentu bukan hal baru lagi. Dalam sejarah 15 musim Liga Indonesia sejak pertama digelar di Indonesia, dua tim asal Jatim dua kali merebut juara (Persebaya Surabaya pada 1997 dan 2004 serta Persik Kediri pada 2003 dan 2006). Rekor dua kali juara ini hanya bisa disamai Persipura Jayapura (2005 dan 2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Persebaya dan Persik, dua tim Jatim lain yang sukses mencicipi gelar juara yakni Petromia Putra Gresik 2002 dan Arema Malang pada musim 2009/2010 yang berakhir pada Minggu, 30 Mei ini. Ya, Arema Malang, kini dikenal sebagai Arema Indonesia, adalah fenomena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat mengikuti kompetisi musim ini dengan terseok-seok, setelah penyandang utamanya PT Bentoel Investama Tbk. mengurangi subsidi drastis dari Rp 20 miliar menjadi Rp 7,5 miliar, Arema mengakhiri kompetisi dengan mencengangkan. Bentoel, pabrik rokok di Karanglo, Malang itu sebelumnya 6 musim menjadi sponsor utama Arema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tahun lalu mereka mengambil keputusan drastis setelah holding Bentoel (Grup Rajawali) menjual sebagian besar kepemilikan sahamnya ke PT British Ardath Tobacco (BAT) yang dalam prinsip internasionalnya tidak memperbolehkan perusahaan itu menyumbang dana ke klub olahraga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pindah tangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, sejak 2009 lalu, kepemilikan Arema berpindah tangan dari Bentoel ke sebuah konsorsium, yang terdiri dari individu pejabat dan pengusaha Malang. Klub yang berdiri 11 Agustus 1987 ini tetap mempertahankan tradisi tidak menerima dana dari APBD. Maka, supporter fanatiknya pun, dikenal dengan nama Aremania, menjadi sangat anti terhadap klub “plat merah” terutama kepada saudara sekotanya, Persema Malang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, siapa sangka dengan segala keterbatasan itu Arema justru sukses menjadi juara musim ini. Arema memastikan gelar pada Rabu 26 Mei, pada pertandingan ke-33 mereka saat menahan tuan rumah PSPS Pekanbaru 1-1. Dengan nilai 70, nilai Arema tak mungkin terkejar oleh saingan terdekatnya Persipura Jayapura, meski sama-sama menyisakan satu pertandingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partai tersisa Arema melawan Persija Jakarta, Minggu 30 Mei pun menjadi selebrasi ribuan Aremania yang berbondong-bondong datang ke ibukota, bereuforia menjadi klub keempat Jatim sebagai Juara Liga Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sukses lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses Arema diikuti kabar gembira lain, yakni naik kastanya Persibo Bojonegoro dan Deltras Sidoarjo ke Liga Super, sebagai kasta tertinggi pentas sepakbola Indonesia. Dalam semifinal Divisi Utama di Solo, Kamis (27/5) Persibo menyingkirkan Persiram Raja Ampat 1-0 sementara Deltras mengakhiri mimpi Semen Padang dengan 4-2 lewat drama adu penalti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain Arema, Persibo dan Deltras yang berpesta, lain pula nasib Persebaya dan Persik Kediri. Dua tim ini justru nasibnya memprihatinkan. Persik dipastikan terdegradasi alias turun kasta ke Divisi Satu musim depan. Sementara itu, nasib Persebaya  menunggu partai terakhir mereka di kandang Bontang FC (30/5) dan pertandingan tunda melawan Persik Kediri, untuk memastikan apakah tim “Bajul Ijo” bertahan di Liga Super, degradasi ke Divisi Utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Unik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepakbola Indonesia memang unik. Arema dikabarkan berjaya karena tak lepas dari pengaruh para petinggi PSSI yang “bermain” di dalamnya. Beberapa orang besar PSSI macam Nurdin Halid dan Andi Darussalam dikabarkan bercokol ikut memiliki Arema secara diam-diam. Maka, dengan materi pemain rata-rata, mereka bisa mencetak poin tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, Arema mencatat rekor kemenangan tandang terbanyak, 8 kali, di antara 18 tim Liga Super. Asal tahu saja, karena berbagai faktor non teknis, di Indonesia susah sekali sebuah tim menang di kandang lawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memuluskan keinginan Arema menjadi juara ini, saat perhelatan Kongres Sepakbola Nasional dua bulan lalu, dirigen Yuli Sumpil dan puluhan Aremania sampai menyambut kedatangan Nurdin Halid dengan sangat meriah. Padahal, selama ini Arema termasuk barisan supporter kritis terhadap Ketua Umum PSSI yang mantan narapidana itu. Maka, tak sia-sialah “rekonsiliasi” antara Aremania dan PSSI itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor-faktor itu membantu kemenangan Arema. Sementara Deltras, sejak lama dirumorkan bakal “ditolong”  naik kasta, sebagai kompensasi atas musibah lumpur yang dilakukan perusahaan milik Bakrie. Mudah sekali menebak kaitan, meski sulit membuktikan, bantuan Wakil Ketua Umum PSSI Nirwan Bakrie untuk mengangkat harkat masyarakat Sidoarjo yang sudah 4 tahun ditenggelamkan Lapindo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persibo lolos secara menakjubkan, karena konon yang diinginkan PSSI adalah Persiram Raja Ampat Papua. Sementara itu, Persik Kediri turun kasta setelah ditinggal Iwan Budianto, mantan manajer mereka yang juga salah satu eksekutif committee PSSI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apes&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Persebaya? Apes nian. Ketua Umum sekaligus Manajer Persebaya Saleh Ismail Mukadar, selama ini dikenal sebagai kubu anti Nurdin Halid. Sikapnya yang jelas berseberangan dengan Ketua Pengda PSSI Jatim Haruna Sumitro membuatnya diganjar hukuman 2 tahun dilarang berkecimpung di sepakbola Indonesia terhitung bulan ini. Dalihnya, kepengurusan Saleh Mukadar selaku Ketua Pengcab PSSI Surabaya tidak sah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persebaya dirundung duka kalau benar-benar masuk ke kasta yang lebih bawah lagi. Dalam berita di Jawa Pos 28 Mei, sebelum laga menentukan Persebaya melawan Bontang FC, Saleh berujar, “''Musuh kami sesungguhnya bukan Bontang. Tapi, striker yang tidak megang bola dan wing (pemain sayap) yang membawa bendera,'' katanya menyindir wasit dan dua asistennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum lawan Bontang, Persebaya takluk 1-3 oleh Persik Kediri. Akan halnya kekalahan itu, Saleh lagi-lagi menuding dikerjai wasit. Terutama saat momen di mana gelandang Andik Vermansyah membawa bola dari belakang. Nah, ketika hendak melakukan shooting ke gawang lawan, dia dinyatakan offside oleh asisten wasit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, saat itu ada seorang pemain Persisam yang berdiri sekitar 7 meter di depan Andik. &lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;''Saya tahu dari orang Persisam, saya &lt;i&gt;nggak&lt;/i&gt; mau sebut namanya. Katanya, pertandingan itu sudah dibereskan petinggi PSSI. Mereka melakukan itu untuk &lt;i&gt;ngerjain &lt;/i&gt;kami. Kalau seperti ini &lt;i&gt;kan &lt;/i&gt;rusak,'' kata Saleh, sebagaimana dikutip &lt;span style="border-bottom: 2px dotted rgb(54, 99, 136); background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1275047939_0"&gt;Jawa Pos&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepakbola Indonesia memang selalu aneh bin ajaib. Tapi, atas nama sportivitas, apapun alasannya, kita angkat topi selamat buat Arema, Deltras, dan Persibo. Dan, apapun alasannya juga, buat Persik dan Persebaya kita ucapkan, “Kasihan deh loe…”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-5170415028040208708?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/5170415028040208708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2010/05/anugerah-dan-petaka-sepakbola-jawa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/5170415028040208708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/5170415028040208708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2010/05/anugerah-dan-petaka-sepakbola-jawa.html' title='Anugerah dan petaka sepakbola Jawa Timur'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-3143127989989802536</id><published>2010-03-16T09:52:00.001-07:00</published><updated>2010-03-16T09:52:33.629-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Piala Dunia 2010'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://iddaily-sport.blogspot.com/"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 206px; height: 243px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pshw_FmYGOI/S5-2oa5L_HI/AAAAAAAAEKY/xCMJSJVLdl4/s320/2885923160_e6c9c0dae6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449274879671794802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://iddaily-sport.blogspot.com/"&gt;Jojo Raharjo&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Piala Dunia adalah pesta besar. Sejak Presiden FIFA Jules Rimet mencanangkan perhelatan empat tahunan ini digelar pada 1930 di Uruguay, saat itu hanya diikuti enam negara, selanjutnya hajatan ini menjadi pagelaran akbar yang selalu dinanti para penggila bola. Maklum, sepakbola menjadi olahraga yang paling banyak digemari di muka bumi ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Total, dari penyelenggaraan Piala Dunia 1930 di Uruguay, 1934 di Italia, 1938 di Perancis, 1950 di Brazil, 1954 di Swiss, 1958 di Swedia, 1962 di Cili, 1966 di Inggris, 1970 di Mexico, 1974 di Jerman, 1978 di Argentina, 1982 di Spanyol, 1986 di Mexico, 1990 di Italia, 1994 di Amerika Serikat, 1998 di Perancis, 2002 di Korea-Jepang dan 2006 di Jerman telah tergelar 18 kali penyelenggaraan Piala Dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, dari setiap Piala Dunia digelar selalu ditunggu siapa yang akan menjadi juaranya, sekaligus menasbihkan diri sebagai kekuatan terbaik sepakbola dunia selama empat tahun ke depan. Uniknya, dari lima benua di jagad ini, distribusi juara Piala Dunia masih menjadi rebutan antara benua Amerika dan Eropa. Dri benua Amerika tradisi juara hanya diwakili tiga negara, yakni Uruguay perebut piala pertama, Brazil si ‘jogo bonito’ alias penyuguh sepakbola cantik dengan tari sambanya, dan Argentina dengan goyang tangonya. Sementara itu, Eropa memiliki lebih banyak kekuatan yakni empat negara masing-masing Italia, Jerman, Inggris, dan Perancis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 18 kali even Piala Dunia, kini skornya sama. Amerika meraih sembilan piala (masing-masing Brazil lima dan Argentina serta Uruguay dua kali) dan Eropa juga sembilan kali juara (terbagi atas Italia 4, Jerman 3 dan masing-masing sekali oleh Inggris dan Jerman).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu fakta lain yang menarik yakni, dari benua manakah peraih juara dan di manakah Piala Dunia digelar? Secara berkembang mitos, saat Piala Dunia digelar di Amerika, maka juaranya selalu dari benua Amerika. Begitupula sebaliknya, saat World Cup mengambil even di Eropa, maka juara pun direbut wakil benua biru itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua skenario itu berjalan sejak awal Piala Dunia 1930 sampai penyelenggaraan kelima tahun 1954 di Swiss. Saat itu gelar juara terbagi tiga untuk Eropa, yakni dua kali saat Italia menjadi jawara di rumahnya (1934) dan di Perancis, serta Jerman di Swiss (1954). Sementara Uruguay dua kali menjadi pemuncak pada 1930 (di Uruguay) dan 1950 (di Brazil).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada gelaran keenam di Swedia tahun 1958, Brazil merusak mitos itu. Debut pertamanya meraih juara dicapai di benua Eropa, setelah meluluhlantakkan tuan rumah 5-2 di partai final. Adapun dua semifinalis lain, Perancis dan Jerman harus puas di posisi ketiga dan keempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, mitos itu terus bertahan awet selama 44 tahun. Anggapan itu semakin langgeng terutama saat tuan rumah menjadi juara, yang diraih Inggris (1966), Jerman (1974), Argentina (1978) dan Perancis (1998). Baru pada 2002, kesempatan memecah rekor terbuka saat ”benua ketiga” menjadi tuan rumah. Kali pertama, Piala Dunia digelar di Asia, dengan tuan rumah bersama Korea-Jepang. Dan, lagi-lagi Brazil menjadi pemecah mitos itu dengan menaklukkan Jerman 2-0 lewat sepasang gol ”si plontos” Ronaldo dalam partai final yang berlangsung di Stadion Internasional Yokohama, Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat tahun kemudian, tradisi lama berulang. Italia menjadi juara saat Piala Dunia di Jerman. Lebih tragis bagi wakil Amerika, tidak satupun di antara jagoan mereka lolos ke semifinal. Italia mengalahkan Perancis 5-3 lewat adu penalti setelah sebelumnya pertandingan berakhir 1-1 hingga masa perpanjangan waktu. Partai final di Stadion Olympia, Berlin, itu akan selalu dikenang karena terjadi insiden tandukan legenda Perancis Zinedine Zidane yang merasa diprovokasi pemain bertahan Italia Marco Materazzi hingga ”Zizou” mendapat kartu merah. Adapun di partai hiburan memperebutkan juara ketiga, tuan rumah Jerman mengalahkan Portugal 3-1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sejarah 18 kali Piala Dunia; 9 untuk Amerika dan 9 untuk Eropa. Dengan dua kali pemecahan rekor dipegang Brazil yang sukses menjadi kampiun di luar kontinentalnya. Lalu, apakah kini pasukan Carlos Dunga akan mencetak rekor ketiga saat Piala Dunia ke-19 digelar di ”benua keempat”, Afrika mulai 11 Juni hingga 11 Juli mendatang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terserah bagaimana Anda menerka jawabannya sembari menunggu 13 pekan lagi bola bergulir. Hanya saja, dari awal saya tidak berpikiran begitu. Menurut saya, bukan wakil benua Amerika yang akan jadi juara di Afrika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;*Btw, situs yang sama dua tahun lalu pernah memprediksi Spanyol menjadi Juara Piala Eropa 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-3143127989989802536?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/3143127989989802536/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2010/03/jojo-raharjo-piala-dunia-adalah-pesta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/3143127989989802536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/3143127989989802536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2010/03/jojo-raharjo-piala-dunia-adalah-pesta.html' title=''/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pshw_FmYGOI/S5-2oa5L_HI/AAAAAAAAEKY/xCMJSJVLdl4/s72-c/2885923160_e6c9c0dae6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-823025829010666290</id><published>2010-02-20T03:56:00.000-08:00</published><updated>2010-02-20T03:58:03.469-08:00</updated><title type='text'>Awasi Polisi Ini,..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://iddaily-sport.blogspot.com/"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 139px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pshw_FmYGOI/S3_MgFPnk4I/AAAAAAAAEH0/6XrtapaM7XE/s200/kapolda+alex.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440291726422414210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Semakin ruwet saja dunia sepakbola Indonesia. Dan keruwetan itu semakin bertambah dengan kasus di Stadion Jatidiri, Semarang, Jum’at (19/2) kemarin. Seperti baru saya baca beritanya di Jawa Pos online, usai pertandingan Divisi Utama antara tuan rumah PSIS menjamu Mitra Kutai Kartanegara, seluruh perangkat pertandingan dibawa ke Poltabes Semarang atas perintah Kapolda Jateng Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah wasit Dedy Wahyudi dari Denpasar meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir, belasan aparat berpakaian preman menguntit wasit dan dua asistennya serta pengawas pertandingan ke ruang ganti. Usai berganti pakaian, keempatnya diangkut dengan mobil polisi ke Polwiltabes Semarang untuk menjalani pemeriksaan. Selain wasit Dedy Wahyudi, ikut pula diciduk asisten wasit I Fajar Riyadi (Yogya), asisten wasit II Sutopo (Surabaya), dan Penagwas Pertandngan Khairul Agil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapolda mencurigai wasit bertindak tidak adil saat memimpin laga yang dimenangkan PSIS 2-0 itu. "Mereka akan saya periksa, banyak keputusan yang tidak adil selama babak pertama. Ini bisa membuat pemain berkelahi di lapangan dan berpotensi rusuh. Setelah pertandingan, mereka diperiksa," ujar Kapolda dengan raut muka marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapolres Semarang Selatan AKBP Nurcholis saat dihubungi Jawa Pos mengatakan, wasit diperiksa karena dicurigai menerima suap sehingga keputusannya banyak menguntungkan PSIS. "Kami sedang interogasi, kenapa kok mudah sekali dia mencabut kartu merah dan banyak keputusan lain yang tidak adil. Barangkali saja dia menerima suap, kami akan dalami itu," papar Nurcholis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Anda yang sedang terheran-heran dengan kasus ini, jangan dulu terlalu kaget. Mari kita buka kembali rekam jejak Alex Bambang Riatmodjo yang menjadi orang nomer satu di Mapolda Jateng sejak November 2008. Pada 12 Februari 2009, pemain Persis Solo Nova Zaenal dan pemain asing Gresik United  Bernard Momadao ditahan di rumah tahanan Poltabes Surakarta setelah ditetapkan sebagai tersangka melanggar pasal 351 ayat (1) jo pasal 352 KUHP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya ditangkap di lapangan saat berkelahi dalam pertandingan Divisi Utama di Stadion R Maladi, Solo yang disaksikan Kapolda Jawa Tengah Irjen Alex Bambang Riatmodjo. Setelah menjalani serangkaian sidang melelahkan hampir setahun, Nova Zaenal dan Bernard Mamadou akhirnya dijatuhi hukuman enam bulan penjara dengan masa percobaan satu tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Weeeiittss.. bisakah Anda bayangkan dua kejadian itu? Wasit yang dianggap tidak fair  memimpin pertandingan diciduk ke kantor polisi, demikian pula dua pemain bola yang berkelahi di lapangan harus diproses Berita Acara Pemeriksaan (BAP) polisi dan menjadi pesakitan di pengadilan. Ingatan saya tiba-tiba melayang pada peristiwa 25 Juni 1997 saat Mike Tyson dua kali menggigit kuping Evander Holyfield di ronde ketiga dalam perebutan sabuk juara dunia tinju kelas berat dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya membayangkan, seandainya pertarungan Tyson dan Holyfield digelar di Stadion Manahan Solo atau di Lapangan Simpang Lima Semarang dan disaksikan Kapolda Jateng Alex Bambang Riatmodjo, bisa jadi setelah menciak telinga lawannya, Mike Tyson segera menjalani proses verbal di polsek terdekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan dua kejadian itu saja Kapolda Alex bertindak terlalu jauh dalam pertandingan sepakbola Liga Indonesia. Ketua Komisi Disiplin PSSI, Hinca Panjaitan, sewot bukan kepalang saat ada intervensi pihak luar di sela-sela pentas Liga Super antara PSIS menjamu Persijap Jepara pada 15 Februari 2009. Komdis menilai hukum pertandingan sepakbola bersifat universal, memiliki aturan tersendiri yang tidak bisa dicampuri pihak luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum pertandingan antara PSIS melawan Persijap Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Alex Bambang Riatmodjo berdiri di lapangan dan berbicara di hadapan penonton, wasit, ofisial pertandingan, dan pemain dengan mikrofon. Ia mengingatkan kepada pemain, ofisial tim, dan penonton supaya jangan melakukan tindakan kekerasan di lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau ada yang terbukti melakukan tindakan kekerasan tentunya akan kita proses sesuai hukum yang berlaku baik untuk penonton, pemain, dan ofisial tim," katanya di Stadion Jatidiri Semarang. PSSI akhirnya menganulir pertandingan yang berakhir 1-1 itu. Namun, sampai kompetisi berakhir, perintah Komdis agar panitia menggelar pertarungan ulang tidak terwujud karena polisi tidak menyetujui izin pertandingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa “memberikan himbauan di lapangan bola” diulanginya pada Januari 2010 saat PSIS  menjamu Persikab. ’’Saya meminta kepada para pemain Persikab dan PSIS, juga perangkat pertandingan agar mempertontonkan sepakbola yang fair play. Kalau kedua tim main cantik, wasit memimpin dengan tegas, penonton menikmati pertandingan tersebut,’’ ujar Kapolda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada media, Kapolda Alex membantah melakukan intervensi. “Tidak benar saya intervensi. Apalagi, ada bahasa politis, saya dikatakan intimidasi. Saya bicara baik-baik agar pertandingan tersebut aman,” katanya Pun demikian dengan kejadian beberapa hari sebelumnya, saat menangkap Nova Zaenal dan Bernard Mamadou serta menahan dan membawa mereka ke pengadilan dengan tuduhan penganiayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini dinamika penegakan hukum di mana saya ingin menjadi polisi yang konsisten pada hukum. Dukungan mengalir deras ke saya. Tak hanya dari Indonesia, teman-teman polisi dari luar negeri juga mendukung langkah saya. Kapolri juga mendukung saya. Regulasi sepak bola tak mandiri sepenuhnya dan tidak bisa menganulir aturan pidana. Tidak ada tempat yang steril di Indonesia ini dari hukum negara,” papar jenderal kelahiran Kediri 54 tahun lalu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh saja Alex berpendapat begitu. Tapi dalam olahraga sudah ada “rule of games” nya sendiri. Soal himbauan agar pemain sportif dan wasit jujur, itu sudah menjadi ‘domain’ nya panitia pelaksana pertandingan dan PSSI. Kalau pemain berkelahi ya dikartu merah wasit, selanjutnya bisa dihukum denda atau diskorsing Komisi Disiplin PSSI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau wasit dinilai tidak adil karena condong berpihak ke tuan rumah, ya adukan saja protes ke Komisi Disiplin, lalu nanti akan digelar investigasi dan sidang. Kalau tidak puas dengan keputusan Komdis, masih ada Komisi Banding. Begitulah aturannya. Jangan sedikit-sedikit tangkap, proses, tahan, dan adili, komandan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alex Bambang Riatmodjo pernah menjabat Kasatserse Polwiltabes Surabaya, Kapolres Bekasi, Direktur Reserse Umum Polda Metro Jaya,  dan Kapolwiltabes Bandung. Saat Hutomo Mandala Putera menjadi buronan, Alex yang saat itu menjabat Kepala Direktorat Pidana Umum Mabes Polri masuk dalam tim lima dengan tugas menangkap Tommy hidup-hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lama beredar bisik-bisik kencang, Alex merupakan orang dekat Susilo Bambang Yudhoyono. Saat SBY menjabat Menko Polkam di era Presiden Megawati, Brigen Alex dipercaya menjadi Asisten Menko Polkam. Selanjutnya, saat SBY melaju ke Istana dan Menko Polhukam dijabat Widodo AS, Alex yang sudah menambah bintang menjadi Irjen dipercaya sebagai posisi Deputi VII Menko Polhukam Bidang Komunikasi dan Informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Medan Merdeka Barat kantor Polhukam, Alex sempat kembali ke Mabes Polri menjabat Kepala Divisi Telematika. Itulah jabatan elitnya sebelum pindah ke Semarang menjadi Kapolda Jateng menggantikan Irjen Pol FX Sunarno. Ketika ramai-ramai penggantian Kabareskrim Susno Duaji, nama Alex sempat mencuat, sebelum akhirnya teredam dan Susno merekomendasikan Ito Sumardi menduduki posnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda pencinta olahraga, terutama sepakbola dan gerah dengan bagaimana polisi menerapkan hukum pidana atas kejadian di lapangan hijau, jangan lupa simak kelanjutan karir perwira tinggi yang sedang memasuki masa-masa cemerlang dalam karirnya ini…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-823025829010666290?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/823025829010666290/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2010/02/awasi-polisi-ini.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/823025829010666290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/823025829010666290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2010/02/awasi-polisi-ini.html' title='Awasi Polisi Ini,..'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pshw_FmYGOI/S3_MgFPnk4I/AAAAAAAAEH0/6XrtapaM7XE/s72-c/kapolda+alex.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-7685985825686805184</id><published>2010-02-12T22:21:00.000-08:00</published><updated>2010-02-12T22:32:10.160-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Piala Dunia 2010'/><title type='text'>Jadwal Lengkap Piala Dunia 2010 Afrika Selatan</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Grup A&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11 Juni 2010, 21:00 Afrika Selatan v Meksiko, Soccer City, Johannesburg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12 Juni 2010, 01:30 Uruguay v Prancis, Cape Town Stadium, Cape Town&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17 Juni 2010&lt;br /&gt;01:30 Afrika Selatan v Uruguay, Loftus Versfeld Stadium, Pretoria&lt;br /&gt;18:30 Prancis v Meksiko, Peter Mokaba Stadium, Polokwane&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22 Juni 2010&lt;br /&gt;21:00 Meksiko v Uruguay, Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg&lt;br /&gt;21:00 Prancis v Afrika Selatan, Free State Stadium, Bloemfontein&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Grup B&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12 Juni 2010&lt;br /&gt;18:30 Argentina v Nigeria, Ellis Park Stadium, Johannesburg&lt;br /&gt;21:00 Korea Selatan v Yunani, Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17 Juni 2010, 21:00 Argentina v Korea Selatan, Soccer City, Johannesburg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18 Juni 2010, 01:30 Yunani v Nigeria, Free State Stadium, Bloemfontein&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23 Juni 2010&lt;br /&gt;01:30 Yunani v Argentina, Peter Mokaba Stadium, Polokwane&lt;br /&gt;01:30 Nigeria v Korea Selatan, Moses Mabhida Stadium, Durban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Grup C&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;13 Juni 2010&lt;br /&gt;01:30 Inggris v Amerika Serikat, Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg&lt;br /&gt;18:30 Aljazair v Slovenia, Peter Mokaba Stadium, Polokwane&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18 Juni 2010, 21:00 Inggris v Aljazair, Cape Town Stadium, Cape Town&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19 Juni 2010, 01:30 Slovenia v Amerika Serikat, Ellis Park Stadium, Johannesburg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23 Juni 2010&lt;br /&gt;21:00 Amerika Serikat v Aljazair, Loftus Versfeld Stadium, Pretoria&lt;br /&gt;21:00 Slovenia v Inggris, Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Grup D&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13 Juni 2010, 21:00 Jerman v Australia, Moses Mabhida Stadium, Durban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14 Juni 2010, 01:30 Serbia v Ghana, Loftus Versfeld Stadium, Pretoria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18 Juni 2010, 18:30 Jerman v Serbia, Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19 Juni 2010, 18:30 Ghana v Australia, Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24 Juni 2010&lt;br /&gt;01:30 Australia v Serbia, Mbombela Stadium, Nelspruit&lt;br /&gt;01:30 Ghana v Jerman, Soccer City, Johannesburg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Grup E&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14 Juni 2010&lt;br /&gt;18:30 Belanda v Denmark, Soccer City, Johannesburg&lt;br /&gt;21:00 Jepang v Kamerun, Free State Stadium, Bloemfontein&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19 Juni 2010, 21:00 Belanda v Jepang, Moses Mabhida Stadium, Durban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20 Juni 2010, 01:30 Kamerun v Denmark, Loftus Versfeld Stadium, Pretoria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25 Juni 2010&lt;br /&gt;01:30 Denmark v Jepang, Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg&lt;br /&gt;01:30 Kamerun v Belanda, Cape Town Stadium, Cape Town&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Grup F&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15 Juni 2010&lt;br /&gt;01:30 Italia v Paraguay, Cape Town Stadium, Cape Town&lt;br /&gt;18:30 Selandia Baru v Slowakia, Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20 Juni 2010&lt;br /&gt;18:30 Italia v Selandia Baru, Mbombela Stadium, Nelspruit&lt;br /&gt;21:00 Slowakia v Paraguay, Free State Stadium, Bloemfontein&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24 Juni 2010&lt;br /&gt;21:00 Paraguay v Selandia Baru, Peter Mokaba Stadium, Polokwane&lt;br /&gt;21:00 Slowakia v Italia, Ellis Park Stadium, Johannesburg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Grup G:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15 Juni 2010, 21:00 Brasil v Korea Utara, Ellis Park Stadium, Johannesburg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16 Juni 2010, 01:30 Pantai Gading v Portugal, Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21 Juni 2010&lt;br /&gt;01:30 Brasil v Pantai Gading, Soccer City, Johannesburg&lt;br /&gt;18:30 Portugal v Korea Utara, Cape Town Stadium, Cape Town&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25 Juni 2010&lt;br /&gt;21:00 Korea Utara v Pantai Gading, Mbombela Stadium, Nelspruit&lt;br /&gt;21:00 Portugal v Brasil, Moses Mabhida Stadium, Durban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Grup H:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16 Juni 2010&lt;br /&gt;18:30 Spanyol v Swiss, Moses Mabhida Stadium, Durban&lt;br /&gt;21:00 Honduras v Cili, Mbombela Stadium, Nelspruit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21 Juni 2010, 21:00 Spanyol v Honduras, Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22 Juni 2010, 01:30 Cili v Swiss, Ellis Park Stadium, Johannesburg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26 Juni 2010&lt;br /&gt;01:30 Swiss v Honduras, Free State Stadium, Bloemfontein&lt;br /&gt;01:30 Cili v Spanyol, Loftus Versfeld Stadium, Pretoria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;16 Besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;26 Juni 2010, 21:00&lt;br /&gt;Juara Grup A v Peringkat Kedua Grup B, Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth (Partai 49)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27 Juni 2010, 01:30&lt;br /&gt;Juara Grup C v Peringkat Kedua Grup D, Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg (Partai 50)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27 Juni 2010, 21:00&lt;br /&gt;Juara Grup D v Peringkat Kedua Grup C, Free State Stadium, Bloemfontein (Partai 51)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28 Juni 2010, 01:30&lt;br /&gt;Juara Grup B v Peringkat Kedua Grup A, Soccer City, Johannesburg (Partai 52)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28 Juni 2010, 21:00&lt;br /&gt;Juara Grup E v Peringkat Kedua Grup F, Moses Mabhida Stadium, Durban (Partai 53)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29 Juni 2010, 01:30&lt;br /&gt;Juara Grup G v Peringkat Kedua Grup H, Ellis Park Stadium, Johannesburg (Partai 54)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29 Juni 2010, 21:00&lt;br /&gt;Juara Grup F v Peringkat Kedua Grup E, Loftus Versfeld Stadium, Pretoria (Partai 55)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30 Juni 2010, 01:30&lt;br /&gt;Juara Grup H v Peringkat Kedua Grup G, Cape Town Stadium, Cape Town (Partai 56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempat-Final&lt;br /&gt;2 Juli 2010, 21:00&lt;br /&gt;Pemenang Partai 53 v Pemenang Partai 54, Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth (Partai 57)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 Juli 2010, 01:30&lt;br /&gt;Pemenang Partai 49 v Pemenang Partai 50, Soccer City, Johannesburg (Partai 58)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 Juli 2010, 21:00&lt;br /&gt;Pemenang Partai 52 v Pemenang Partai 51, Cape Town Stadium, Cape Town (Partai 59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 Juli 2010, 01:30&lt;br /&gt;Pemenang Partai 55 v Pemenang Partai 56, Ellis Park Stadium, Johannesburg (Partai 60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semi-final&lt;br /&gt;7 Juli 2010, 01:30&lt;br /&gt;Pemenang Partai 58 v Pemenang Partai 57, Cape Town Stadium, Cape Town (Partai 61)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8 Juli 2010, 01:30&lt;br /&gt;Pemenang Partai 59 v Pemenang Partai 60, Moses Mabhida Stadium, Durban (Partai 62)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perebutan Juara Ketiga&lt;br /&gt;11 Juli 2010, 01:30&lt;br /&gt;Tim Kalah Partai 61 v Tim Kalah Partai 62, Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth (Partai 63)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Final&lt;br /&gt;12 Juli 2010, 01:30&lt;br /&gt;Pemenang Partai 61 v Pemenang Partai 62, Soccer City, Johannesburg (Partai 64)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-7685985825686805184?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/7685985825686805184/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2010/02/jadwal-lengkap-piala-dunia-2010-afrika.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/7685985825686805184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/7685985825686805184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2010/02/jadwal-lengkap-piala-dunia-2010-afrika.html' title='Jadwal Lengkap Piala Dunia 2010 Afrika Selatan'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-7581154950843557767</id><published>2010-02-01T08:19:00.000-08:00</published><updated>2010-02-01T08:20:03.960-08:00</updated><title type='text'>Skenario</title><content type='html'>Jojo Raharjo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang ada di pikiran Anda kalau hidup ini ternyata sudah ada skenarionya, dan skenario itu bisa dibukakan sekarang, tanpa harus menunggu semuanya benar-benar terjadi? Ini bukan kemampuan lebih atau weruh sakdurunge winarah, tapi memang seandainya Anda benar-benar memiliki otoritas untuk mengetahui skenario kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini misalnya, kita bicara sepakbola. Arema Malang (kini dikenal sebagai Arema Indonesia) sukses menjadi juara putaran pertama Super Liga Indonesia, sekaligus membuka separuh jalan memuaskan dahaga pencinta sepakbola Malang untuk meraih gelar juara kasta tertinggi sepakbola yang tak pernah direngkuh sejak 18 tahun silam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain sukses jadi pamuncak sampai putaran pertama berakhir, Arema mengukir prestasi sebagai tim dengan jumlah penonton terbanyak di Liga Super. Seluruh pertandingan kandangnya di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, dihadiri lebih dari 20 ribu orang, bahkan berkali-kali menembus angka 30 ribu pasang mata dan menembus pendapatan 1,3 milyar rupiah saat derby Malang berlangsung (10/1). Dua rekor pendapatan terbanyak laga kandang Arema lainnya dicatat saat menjamu Persiba (24/1) Rp 975 juta dan Sriwijaya Rp 765 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, celaka dua belas, siang hari sebelum saya menulis catatan ini, ada sebuah catatan sepakbola di Facebook yang ditulis seorang wartawan senior. Salah satu alineanya mengagetkan saya berbunyi “Terlalu banyak ‘dosa-dosa’ para pengurus PSSI saat ini (2003 – 2010) yang diperbuat, Dari pengaturan skor, mafia wasit serta jual beli gol, dan jual beli klub yang tidak sesuai aturan. Bahkan, sudah ada kabar buruk, kalau kompetisi Super Liga Indonesia 2009-2010 saat ini, juaranya Arema Malang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, anggota Divisi Utama yang sudah dipastikan masuk ke jajaran Super Liga Indonesia 2010-2011 adalah Deltras Sidoarjo dan Persidafon Dafonsoro/ Perseman Manokwari atau Persiram Raja Ampat. Kalau ini benar-benar terjadi, sungguh-sungguh memalukan, menyesatkan dan perlu saatnya kompetisi di Indonesia di semua lapisan dibubarkan dulu saja. Karena, buat apa ada kompetisi kalau para juaranya sudah mendapat ‘arisan’ dari para pengatur yang di dalam jajaran pengurus ‘kartel’ PSSI saat ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ehm, bagaimana Anda membaca tulisan itu? Entah benar atau tidak, kita belum mengetahuinya sampai kompetisi Super Liga berakhir Juni nanti. Tapi, beberapa fakta pada musim sebelumnya bisa membenarkan kalau ada pengaturan pertandingan (bahkan lebih parahnya pengaturan kompetisi) dalam sepakbola Indonesia. Terlalu panjang, dan juga tidak etis, untuk ditulis di sini. Lebih baik kita kembali ke topik awal saja.&lt;br /&gt;Rasanya akan lebih baik dalam hidup ini bila kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Setidaknya, hal itu akan mendorong kita untuk berbuat yang terbaik. Tapi, sesungguhnya kalau tahu skenario itu berbuah “happy ending” sebenarnya juga bisa bermanfaat, asal diambil positifnya yakni kerja lebih keras, dan bukan malah bersantai karena mengira semua akan selesai dengan indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat kan, kisah dua rang guru yang harus menangani dua kelas berbeda. Sebelum memegang kelas selama setahun itu, Guru A sudah diberitahu bahwa murid-muridnya adalah para pelajar terpintar di kota itu. Sebaliknya, Guru B mendapat catatan bahwa anak asuhnya adalah murid terbodoh dan ternakal. Maka, sepanjang tahun, Guru A memperlakukan murid-muridnya begitu istimewa, sementara Guru B di kelas lain, mengajar murid-muridnya dengan malas dan menganggap mereka memang manusia-manusia paling bego di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya, di akhir tahun ajaran, murid-murid di kelas A mendapat prestasi tertinggi sepanjang sejarah sekolah itu, sementara seluruh murid kelas B rapornya terbakar angka merah. Hingga kemudian, kepala sekolah datang menyampaikan fakta terbalik: bahwa sebenarnya murid-murid yang pintar ada di kelas B, dan gabungan siswa nakal dan paling lemah otaknya ada di kelas A. Mengapa hasilnya terbalik? Tak lain karena sugesti yang diberikan para huru, setelah mereka mengetahui skenario berdasarkan latar belakang para murid itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, marilah kita berbuat dengan semaksimal mungkin dalam hidup ini. Di manapun lahan profesi memanggil kita. Sebagai profesional, olahragawan, pegawai negeri, pelajar, ibu rumahtangga atau apapun. Perkara bagaimana hasilnya, itu urusan nanti. Mari kita menganggap yang terjadi adalah skenario terbaik, sehingga kalau memang Tuhan mengizinkan yang terbaik itu jadi, orang tidak melihatnya sebagai sebuah ‘rekayasa’ dalam konotasi buruk. Seperti tudingan bahwa Arema akan juara karena keinginan PSSI. Atau Deltras Sidoarjo kembali ke kasta tertinggi sepakbola karena balas jasa petinggi PSSI atas tragedi lumpur panas, serta tim asal Papua naik pangkat karena kuat membayar sogokan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun itu, di manapun itu, mari bekerja dan berbuat terbaik, mewujudkan skenario yang kita pancangkan sedahsyat mungkin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-7581154950843557767?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/7581154950843557767/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2010/02/skenario.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/7581154950843557767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/7581154950843557767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2010/02/skenario.html' title='Skenario'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-7861105125244718361</id><published>2010-01-19T05:46:00.000-08:00</published><updated>2011-08-03T14:52:11.428-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suporter'/><title type='text'>Stop Rasisme di Liga Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://iddaily-sport.blogspot.com/"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pshw_FmYGOI/S1W1-OUryCI/AAAAAAAAEBA/30mCgnoJNfU/s200/kantor+liga.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5428445006466369570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://iddaily-sport.blogspot.com/"&gt;Jojo Raharjo&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Satu poin menarik saya dapat dari jumpa pers bulanan PT Liga Indonesia yang digelar di sekretariat Liga Indonesia di Rasuna Office Centre, Kuningan, Selasa (19/1). Sebagaimana disampaikan CEO Liga Indonesia Joko Driyono, Badan Liga Indonesia memutuskan, mulai putaran kedua Superliga Februari mendatang, wasit dapat menghentikan pertandingan bila merasa ada kata-kata atau tindakan rasisme secara massal dalam partai yang dipimpinnya. “Kita tidak ingin membangun sepakbola dalam spirit rasis,”  tegas Joko.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sesi tanya-jawab, saya mengacungkan tangan, menanyakan, apakah bisa di-breakdown definisi rasisme yang dapat membuat perangkat pertandingan serta-merta memutuskan sebuah laga tidak dilanjutkan? ”Apakah ejekan kepada pemain berkulit hitam saja, atau juga termasuk nyanyian cemooh bagi kelompok supporter lain?” tanya saya memohon penjelasan. Joko tidak menjawab detail. Ia memaparkan, ”Prinsip SARA dalam Pedoman Fair Play dan Kode Disiplin adalah upaya yang sifanya menghasut kebencian kepada orang lain. Baik sifatnya tindakan, ucapan, atau apapun,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joko berkilah, secara spesifik aturan untuk menghentikan pertandingan ada di laws of the game. Katanya, instruksi ini bukan untuk pengawas pertandingan atau panpel, tapi hanya wasit pihak satu-satunya yang bisa menghentikan pertandingan. ”Begitu ada teriakan atau lagu-lagu bernada rasis, wasit harus menghentikan pertandingan,” urai Joko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joko berterus-terang, pihaknya mengaku gagal dalam mendefinisikan prinsip-prinsip SARA yang dinilai universal dalam kaidah tutur-kata Indonesia. ”Kami ingin belajar dari orang Surabaya bahwa jancuk itu adalah hal yang lumrah, sebagaimana kata anjing bagi orang Medan. Tapi kami sepakat, bahwa kata Dibunuh Saja bukan hal lumrah dan merupakan perkataan rasis,” kata pria asal Ngawi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu rasisme mencuat dalam sepakbola Indonesia terutama berupa ejekan terhadap pemain berkulit hitam dan olok-olok terhadap pendukung klub lain. Awalnya adalah Aremania, yang memang dikenal kreatif dan lagu-lagunya banyak dijiplak supporter lain, memperkenalkan syair untuk menjatuhkan mental tim lawan. Misalkan Arema bertanding melawan Persiba, maka para pendukung itu lantang bernyanyi dengan ending, ”Arema.. Arema.. Singo Edan.. Singo Edan aremania.. sekarang arema menang.. persiba ... dibunuh saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada putaran pertama Superliga lalu, Arema bahkan mendapat hukuman sekali pertandingan tanpa penonton dan denda Rp 50 juta akibat ulah segelintir oknumnya yang mengejek pemain Persipura sebagai ”monyet jelek”. Akibat teriakan itu, pemain Persipura marah-marah dan merusak kamar ganti Stadion Kanjuruhan, markas tim ”Singo Edan” itu. Di kalangan Aremania, hukuman dari PSSI dinilai tidak adil karena tidak ada bukti yang menyatakan ada teriakan rasis, setidaknya bukti ejekan itu dilakukan secara masif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aremania sendiri menganggap, ulah pemain Persipura merusak perabotan di dressing room (belakangan Persipura juga didenda Rp 10 juta atas aksi vandalisme ini) hanya mencari kambing hitam atas kekalahan 1-2 yang mereka derita. Perilaku tidak terpuji bukan hanya dilakukan Aremania. Lagu-lagu ”Dibunuh Saja” diplagiat hampir semua kelompok supporter Indonesia. Adapun lagu ”Bonek Jancuk Dibunuh Saja” kemudian diubah oleh supporter Persebaya menjadi ”Arema Jancuk.. dan lain-lain”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, seperti diputar di film Romeo dan Juliet karya Andi Bachtiar Jusuf, kebersamaan supporter daerah melawan klub ibukota terdengar jelas dalam lirik lagu, ”Viking dan Bonek sama saja.. asal jangan The Jak.. The Jak itu Anjing..” Kubu Jakmania tak mau kalah. Mereka kerap mengumandangkan lagu ”Aku punya anjing kecil...kuberi nama Viking..” sebagai pelecehan atas pendukung Persib, musuh turun-temurun Persija.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima tahun silam, saya yang berada di sisi lapangan Stadion Surajaya Lamongan mendengar teriakan dari pendukung Persela menirukan suara gonggongan anjing. Tak sulit menebak, ledekan itu dialamatkan ke pelatih Persebaya, Jacksen Ferreira Tiago, yang berkulit gelap dan mengenakan kalung emas di lehernya. Tak ada sanksi dari PSSI saat itu. Jacksen sendiri, seusai pertandingan mengelak menjadi korban rasisme, ”Saya tidak memperhatikan mereka, saya konsentrasi ke pertandingan,” kilahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, Badan Liga Indonesia sudah menegaskan aturan resmi, bahwa wasit bisa menghentikan pertandingan atas alasan rasisme secara masif. Akankah langkah tegas ini dapat berwujud nyata? Atau hanya menjadi macan kertas belaka? Akankah peringatan dari Badan Liga ini kemudian membuat supporter sepakbola Indonesia menjadi dewasa dalam menyikapi perbedaan dan menghindarkan diri dari cemoohan tak bermutu?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-7861105125244718361?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/7861105125244718361/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2010/01/stop-rasisme-di-liga-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/7861105125244718361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/7861105125244718361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2010/01/stop-rasisme-di-liga-indonesia.html' title='Stop Rasisme di Liga Indonesia'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pshw_FmYGOI/S1W1-OUryCI/AAAAAAAAEBA/30mCgnoJNfU/s72-c/kantor+liga.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-6077397464361979867</id><published>2010-01-06T17:30:00.000-08:00</published><updated>2011-08-03T14:52:42.919-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PSSI'/><title type='text'>PSSI, Lihat Mimpi Mereka…</title><content type='html'>Jojo Raharjo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari hampir tenggelam di barat Jakarta. Di tengah lalu-lalang manusia di kawasan Pasar Tanah Abang, seorang ayah mempercepat langkahnya. Kostum tim nasional Indonesia berwarna hijau, lengkap dengan syal merah putih terlilit di leher. Di dadanya tergendong anak laki-laki berusia 3,5 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka melangkahi beberapa pedagang kaki lima sebelum melompat ke dalam bis Koantas Bima jurusan Tanah Abang-Lebak Bulus, yang rutenya melewati Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, tempat pertandingan lanjutan kualifikasi Grup B Piala Asia, Rabu (6/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Erang, begitu nama bapak itu, mengaku pekerja di sebuah perkantoran kawasan Thamrin, Jakarta Pusat. “Sebenarnya tadi belum waktunya pulang kerja, tapi saya nekat kabur. Sudah lama saya rencanakan nonton Indonesia main lawan Oman bareng anak saya,” kata Erang. Dari rumahnya di kawasan Harmoni, mereka naik angkot ke arah Tenabang, sebelum berpindah ke Koantas Bima bertarif Rp 2.000,- per orang itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Ini kali pertama Malone saya ajak nonton bola di Senayan,” kata Erang yang memang hampir tak pernah melewatkan kesempatan menyaksikan langsung tim nasional bertanding. “Kalau cuma pertandingan liga, saya tidak suka,” tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya, nama anak itu, Malone, terinspirasi dari bintang NBA. Karl Anthony Malone, forward legendaris Utah Jazz dan LA Lakers. Duduknya kadang terguncang di pangkuan ayahnya, di atas bis yang membelah Petamburan, Slipi hingga Senayan, Mungkin ia terus membayangkan, seperti apa Stadion Utama yang berdiri 48 tahun lalu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai mereka turun di pintu seberang Taman Ria, memburu tiket pertandingan yang belum terpegang tangan. “Kalau masih ada tiket murah, mau beli yang Rp 20 ribuan saja,” teriak Erang. Hari itu, Panpel PSSI mendistribusikan 46 ribu tiket dalam tiga nominal. Kelas VIP Rp 100 ribu, Kelas Utama dan Kelas I Rp 50 ribu, serta Kelas II Rp 20 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemandangan lain tergelar di pintu masuk stadion dari sisi Patung Panah, Jl. Asia Afrika. Hendro, kenek Kopaja 66 Jurusan Manggarai-Blok M memboyong dua anaknya untuk mendukung tim Garuda. Yang sulung bernama Beckham Arvian Putra, 10 tahun, bersama adiknya Ari Arvian Ferguson, 6 tahun. Keduanya dilengkapi slayer merah putih bertulis “Indonesia”. Bapak dan anak itu tinggal di gang kecil kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini kesempatan pertama mereka nonton tim nasional. Sebelumnya,  saya pernah mengajak anak ke Senayan mendukung Persebaya saat melawan Persija,” kata perantau asal Karangpilang, Surabaya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malone, Beckham, dan Arvi, Anak-anak itu mengecap pengalaman bersejarah mendukung tim merah putih di Senayan. Tentu, pengalaman pertama akan berkesan dalam diri mereka. Namun, apa yang terjadi? Di lapangan, Charis Yulianto dan kawan-kawan seperti diajari cara bermain bola dalam setengah lapangan oleh anak anak teluk asuhan Claude Le Roy. Pertandingan bubar dengan skor 1-2 untuk Oman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, kali pertama sejak 1996, Indonesia bakal absen di Putaran Final Piala Asia di Qatar tahun depan. Ada hiburan dalam pertandingan itu saat Hery Mulyadi, seorang penonton asal Cikarang,  nekat turun ke lapangan dan merebut bola untuk menjebol gawang Ali Al Habsi, kiper Oman yang berlaga di klub Liga Inggris, Bolton Wanderers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan kian memeluk Jakarta. Para penonton pulang sebagai pihak tertakluk. Malam itu, Malone, Beckham, dan Arvi pun menutup hari bersejarahnya dengan mimpi. Mimpi sebagai negara pecundang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-6077397464361979867?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/6077397464361979867/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2010/01/pssi-lihat-mimpi-mereka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/6077397464361979867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/6077397464361979867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2010/01/pssi-lihat-mimpi-mereka.html' title='PSSI, Lihat Mimpi Mereka…'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-6360825886762810638</id><published>2009-11-21T03:04:00.000-08:00</published><updated>2011-08-03T14:52:42.920-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PSSI'/><title type='text'>Berharap Pada Pak Kumis</title><content type='html'>Jojo Raharjo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saya menulis artikel ini, tepat satu bulan satu hari kita memiliki Menteri Olahraga yang baru. Andi Alfian Mallarangeng, mantan jurubicara dan orang di lingkaran ring satu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, mendapat reward atas pengabdiannya selama lima tahun terakhir. Anto, begitu panggilan lelaki berpenampilan charming dan dandy itu, menggantikan Adhyaksa Dault, yang sudah mengorbankan kursi sebagai anggota dewan terpilih dari Sulawesi Tengah demi menuntaskan masa jabatan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anto terlahir di Makassar, 14 Maret 46 tahun lalu sebagai anak walikota Pare Pare termuda. Ayahnya, Andi Mallarangeng menjabat walikota pada usia 32 tahun dan meninggal dunia pada usia 36 tahun, ketika Andi yunior berusia 9 tahun. Sejak itu, ibunya, Andi Asni Patoppoi dan kakeknya, Andi Patoppoi, mantan Bupati Grobogan, Jawa Tengah dan juga Bupati Bone, Sulawesi Selatan yang membesarkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakeknya ini adalah salah seorang tokoh pemuda Sulawesi Selatan yang berhasil membujuk raja-raja di Sulawesi Selatan untuk mendukung dan menyerahkan kedaulatannya kepada Republik Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. Dari ayah dan kakeknya, ia belajar tentang semangat keindonesiaan yang mengatasi semangat kedaerahan, dari mereka pula ia belajar tentang nilai-nilai kedaerahan yang memperkaya nilai-nilai keindonesiaan. Dan dari ibunya belajar tentang hidup sebagai suatu perjuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andi Alifian Mallarangeng meraih gelar Doctor of Philisophy di bidang ilmu politik dari Northern Illinois University (NIU) Dekalb, Illinois, Amerika Serikat pada tahun 1997. Di universitas yang sama, ia meraih gelar Master of Science di bidang sosiologi. Sedangkan gelar Drs Sosiologi diraihnya dari Fisipol Universitas Gajah Mada, Yogyakarta pada tahun 1986.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang telah Anda rasakan pada sebulan pertama kepemimpinan pria berkumis ini? Ia sudah meresmikan lebih dari tiga ratus atlet dan ofisial yang akan berusaha memperjuangkan –istilah Anto- ”mengibarkan bendera merah putih sebanyak-banyaknya” di Laos? Sesuai target SBY, Andi berkali-kali mengulang bahwa kontingen Indonesia harus meraih posisi tiga besar di Sea Games bulan depan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di olahraga paling digandrungi di negeri ini, Anto, tak kunjung merestui pencalonan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Ia selalu beralasan, “Bentuk dulu tim nasional yang tangguh.” Posisi ini berbeda dengan pendahulunya, Adhyaksa Dault, yang hadir pada launching Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 di Pacific Place, 9 Februari 2009 lalu. “Ini bukan hanya mimpi. Karena orang yang paling miskin adalah mereka yang tidak lagi mampu bermimpi,” kata Adhyaksa saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, sikap Anto ada benarnya. Pekan lalu, timnas senior kembali gagal meraih kemenangan perdana di Prakualifikasi Piala Asia. Dalam partai yang ditonton 35 ribu pendukung Tim Garuda, Boaz Salossa dan kawan kawan berbagi angka satu dengan Kuwait. Dalam partai itu, sebuah billboard resmi terpasang di sisi timur lapangan, bertuliskan situs resmi pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia, www.wcindonesia2022.com. Sebuah iklan website yang hingga kini sama sekali tak bisa dibuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andi Alfian Mallarangeng, suami Vitri Cahyaningsih dan ayah tiga orang anak bernama Gemilang Mallarangeng, Gemintang Kejora Mallarangeng dan Mentari Bunga Rantiga Mallarangeng yang pernah meraih Man of the Year Majalah MATRA (2002), Future Leader of Asia, Majalah Asia Week (1999), Bintang Jasa Utama RI (1999), dan Percy Buchman Prize (1995) itu tetap optimis menjalani masa jabatannya yang kurang empat tahun sebelas bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, sampai sejauh ini, kita belum menemukan alasan untuk tidak menemukan alasan untuk tidak mendukungnya. Bukan hanya karena panggilan akrabnya, Anto, sama dengan pemilik situs berita ini, Iman Dwianto Nugroho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pancoran, 21 November, 2009.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-6360825886762810638?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/6360825886762810638/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2009/11/berharap-pada-pak-kumis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/6360825886762810638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/6360825886762810638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2009/11/berharap-pada-pak-kumis.html' title='Berharap Pada Pak Kumis'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-247841739213848807</id><published>2009-08-24T22:19:00.001-07:00</published><updated>2011-08-03T14:52:42.920-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PSSI'/><title type='text'>Setia dalam Suka Duka</title><content type='html'>Jojo Raharjo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui, Liga Premier Inggris merupakan kompetisi sepakbola dunia yang saat ini paling diminati, termasuk oleh para pencandu bola di Indonesia. Mungkin fenomenalnya hanya bisa ditandingi oleh La Liga, kompetisi bertabur bintang di Spanyol yang sayangnya hingga saat ini belum ada kepastian akses siaran langsung televisinya di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak Liga Premier 2009/2010 belum bergulir pada 15 Agustus lalu, saya telah berkali-kali menghubungi bagian pelayanan dua televisi kabel yang rumornya akan menyiarkan Liga Inggris, yakni sang incumbent Aora TV dan Yes TV, pemain baru televisi berbayar yang merupakan anak perusahaan Telkomvision. Hingga detik-detik akhir peluit awal Liga Premier ditiup Sabtu jam sembilan malam, tak ada kepastian dari kedua televisi mengambil hak siar Liga Inggris, kecuali TV One yang menayangkan partai gratisan, tentu dengan kualitas tim dan jadwal pertandingan sangat terbatas, yakni maksimal hanya dua kali seminggu. Bandingkan dengan televisi berbayar yang bisa menayangkan sampai enam hingga tujuh pertandingan live sepekannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru setelah sehari bergulir, didapat kepastian bahwa Indovision tiba-tiba menyalip di tikungan. Sebagai pemain lama televisi berbayar, teve kabel di grup MNC ini rupanya piawai dalam soal negosiasi paket olahraga bergengsi itu, di samping soal kesiapaan dana ratusan milyar rupiah tentunya. Maklum, konon untuk membeli paket Liga Inggris selama setahun dari All Asia Sports Network –pemegang hak siar Liga Inggris di Asia Tenggara selama tiga tahun belakangan- butuh duit sekitar Rp 150 miliar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melalui berbagai negosiasi rumahtangga, sejak Selasa lalu kediaman saya di kawasan Ciledug akhirnya ikut memasang penggorengan Indovision di tembok pembatas rumah, yang mau tidak mau harus saya pilih sebagai bagian dari keluarga penikmat Liga Inggris secara eksklusif. Memang harus menambah lebih dari dua ratus ribu rupiah pada neraca Anggaran Pendapatan dan Belanja Keluarga kami, tapi setidaknya ada beberapa pertimbangan mengapa saya merasa perlu memasang Indovision demi mengikuti Liga Premier dari rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, saya merasa Liga Premier, bisa memberi semangat hidup, di tengah kesibukan, kepenatan kerja dan kemacetan Jakarta. Semangat itu datang terutama mengikuti kiprah tim kesayangan saya, Liverpool, bermain dari pekan ke pekan. Memang saya berharap Liverpool bisa melepaskan dahaga gelar juara, sejak titel terakhir direbut pada 1990, tapi yang terlebih penting adalah “mengikuti prosesnya dari pekan ke pekan”. Menang, seri atau kalah, yang penting adalah mengikuti perjalanannya secara langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, dengan adanya teve kabel di rumah, saya bisa sedikit menghemat biaya, daripada misalnya menonton pertandingan itu di luar rumah. Selama ini, Big-Reds –wadah resmi pendukung Liverpool di Indonesia di mana saya turut menjadi member- biasa menghabiskan malam nonton bareng di sebuah kafe di kawasan Senayan, baik saat pertandingan dihelat malam ataupun dini hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk pada Selasa (25/8) dini hari tadi. Jam dua pagi, saya menonton langsung dari layar kaca perjuangan Liverpool dalam game ketiga di Liga Premier musim ini, Berteman kacang garing dan capucino seduh, saya menikmati detik-detik Liverpool menjamu Aston Villa di Anfield. Akhirnya memang The Reds tumbang 1-3 di kandang sendiri, namun saya tetap puas karena bisa menyaksikannya live, tidak sekadar mengetahui hasil dari internet, cuplikan pertandingan di teve lokal, atau berita di koran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana perasaan saya atas kekalahan kedua dalam tiga pertandingan pertama Liverpool musim ini?  Saudara, saya menggolongkan diri saya sebagai “supporter”, not just a fans. Seorang “pendukung” seharusnya tetap mencintai favoritnya meski tim kesayangannya kalah dan tidak lalu berbalik atau memaki sebagaimana layaknya seorang “penggemar”. Seorang pendukung setia dalam suka dan duka, sebagaimana perasaan kita pada anggota keluarga yang sedang kurang bernasib baik. Sementara itu, seorang penggemar hanya berada di sisi saat idolanya member hasil baik, karena memang tak ada ikatan “keluarga” antara dirinya dengan pujaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subuh ini, saya memang agak kecewa atas kekalahan Liverpool, tapi bagaimanapun, perjalanan kompetisi masih panjang dan Liga Inggris masih akan menjadi penyemangat kehidupan saya sampai kompetisi itu berakhir Mei tahun depan, dan berlanjut lagi Agustus 2010, berhenti lagi Mei 2011, bersambung lagi Agustus, dan seterusnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;You’ll Never Walk Alone…&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-247841739213848807?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/247841739213848807/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2009/08/setia-dalam-suka-duka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/247841739213848807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/247841739213848807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2009/08/setia-dalam-suka-duka.html' title='Setia dalam Suka Duka'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-2498146783127453956</id><published>2009-07-19T04:15:00.000-07:00</published><updated>2009-07-19T04:18:12.021-07:00</updated><title type='text'>Bom dan Gagalnya MU Bertandang ke Indonesia</title><content type='html'>Jojo Raharjo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat jarang menyaksikan seorang Susilo Bambang Yudhoyono marah besar pada Jum’at siang (17/7) lalu. Sebagai seorang presiden, Yudhoyono pantas ngamuk besar atas terjadinya peristiwa bom di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton pagi harinya. Bom yang merusak nama besar Indonesia dan pemeritahannya, meledak di tengah-tengah proses penghitungan suara pilpres, dan hanya sehari menjelang kedatangan tim sepakbola elit Manchester United datang ke Jakarta. Impian menyaksikan juara Liga Inggris tiga kali berturut-turut itu pun musnah. Bahkan, MU memutuskan dua kali tampil di Malaysia, yang sampai sekarang diyakini sebagai negara asal biang teroris Noordin M. Top.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pernyataannya yang sempat tertunda tiga jam itu, Yudhoyono sampai bersumpah akan mengusut kasus ini sampai pelakunya tertangkap hidup atau mati.  “Dengan aksi-aksi teror yang keji dan tidak bertanggungjawab ini, apa yang telah kita bangun hampir lima tahun terakhir ini oleh kerja keras dan tetesan keringat seluruh rakyat Indonesia, lagi-lagi harus mengalami goncangan dan kemunduran. Lagi-lagi dampak buruknya harus dipikul oleh seluruh rakyat Indonesia, minus mereka-mereka yang melakukan tindakan yang tidak bertanggungjawab itu. Oleh karena itu kebenaran dan keadilan serta tegaknya hukum harus diwujudkan,” ujarnya.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;“Saya bersumpah, demi rakyat Indonesia yang sangat saya cintai, negara dan pemerintah akan melaksanakan tindakan yang tegas, tepat, dan benar terhadap pelaku pemboman ini, berikut otak dan penggeraknya, ataupun kejahatan-kejahatan lain yang mungkin atau dapat terjadi di negeri kita sekarang ini,” Presiden menegaskan. Kepada Polri, TNI, BIN, termasuk kepada Gubernur, Bupati, dan Walikota, Presiden Yudhoyono meminta untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terus berusaha keras mencegah aksi-aksi teror.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden meminta jajaran penegak hukum mencari, menangkap, dan mengadili para pelaku, para penggerak, dan otak di belakang kekerasan ini. “Barangkali ada diantara kita, yang diwaktu yang lalu melakukan kejahatan, membunuh, menghilangkan orang barangkali dan para pelaku itu masih lolos dari jeratan hukum, kali ini negara tidak boleh membiarkan mereka menjadi drakula dan penyebar maut di negeri kita,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di awal sambutannya, Yudhoyono menyinggung peristiwa ledakan yang terjadi di saat proses pemilu belum selesai. Kejadian yang sangat merusak keamanan dan kedamaian di negeri ini juga terjadi ketika rakyat sungguh menginginkan suasana yang tetap aman, tenang, dan damai. Dan justru rakyat ingin agar selesainya pemilihan umum 2009 ini, kita semua segera bersatu membangun kembali negara kita untuk kepentingan rakyat Indonesia,” Yudhoyono menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terus terang juga, aksi pengeboman ini terjadi ketika rakyat merasa prihatin atas kegaduhan politik di tingkat elite, disertai --sebagaimana yang saya ikuti tiap hari-- ucapan-ucapan yang bernada menghasut dan terus memelihara suhu yang panas dan penuh dengan permusuhan. Itu sesungguhnya bukan menjadi harapan rakyat setelah mereka semua melaksanakan kewajiban demokrasinya beberapa saat yang lalu,” kecam Yudhoyono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya harus mengatakan untuk pertama kalinya kepada rakyat Indonesia, bahwa dalam rangkaian Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden serta Wakil Presiden tahun 2009 ini, memang ada sejumlah intelijen yang dapat dikumpulkan oleh pihak yang berwenang. Sekali lagi ini memang tidak pernah kita buka kepada umum, kepada publik, meskipun terus kita pantau dan ikuti. Intelegen yang saya maksud adalah adanya kegiatan kelompok teroris yang berlatih menembak dengan foto saya, foto SBY dijadikan sasaran. Dijadikan sasaran tembak,” lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden kemudian menunjukkan beberapa lembar foto yang menggambarkan seseorang berpakaian hitam-hitam dengan penutup kepala sedang berlatih menembak. Sasaran yang digunakan penembak adalah foto Yudhoyono. Ada tanda hitam di wajah Yudhoyono, sebagai tanda sasaran tembak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden mendapatkan laporan intelijen ini beberapa saat yang lalu. Ada rencana dari kelompok teroris untuk melakukan kekerasan dan tindakan melawan hukum berkaitan dengan hasil Pemilu. Ada pula rencana untuk pendudukan paksa KPU, pada saat nanti hasil pemungutan suara diumumkan. "Ada pernyataan, akan ada revolusi jika SBY menang. Ini intelijen, bukan rumor, bukan isu, bukan gosip. Ada pernyataan, kita bikin Indonesia seperti Iran. Dan yang terakhir ada pernyataan, bagaimanapun juga SBY tidak boleh dan tidak bisa dilantik. Saudara bisa menafsirkan apa arti ancaman seperti itu. Dan puluhan intelijen lagi yang sekarang berada di pihak yang berwenang,” SBY menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan yang mengaitkan bom dengan Pemilu, langsung menuai protes berbagai pihak. Jusuf Kalla, Megawati, Prabowo sampai Fuad Bawazier menuding Yudhoyono ngawur. Prabowo minta bertemu untuk mengklarifikasi pernyataan itu, tapi Yudhoyono belum merespons permohonan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, mana yang benar? Teror untuk menggagalkan kedatangan MU demi merosotnya citra Indonesia di mata dunia? Buah perampokan uang Rp 15 miliar di Bank BNI beberapa waktu lalu? Atau benar kata dugaan untuk menjadikan Indonesia seperti Iran?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita tunggu sumpah presiden untuk menangkap drakula itu. Sehingga, pidato panjang itu bukan sebuah pencitraan belaka…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-2498146783127453956?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/2498146783127453956/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2009/07/bom-dan-gagalnya-mu-bertandang-ke.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/2498146783127453956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/2498146783127453956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2009/07/bom-dan-gagalnya-mu-bertandang-ke.html' title='Bom dan Gagalnya MU Bertandang ke Indonesia'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-5134012585483956279</id><published>2009-06-30T11:46:00.000-07:00</published><updated>2009-06-30T11:48:25.250-07:00</updated><title type='text'>Welcome Back Green Force,..</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jojo Raharjo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Sangat dramatis, karena hingga tiga menit tersisa di waktu normal arek-arek Green Force tertinggal 0-1 akibat eksekusi penalti Leonardo Martin Zada di menit ke-31 setelah Bobby Satria hands ball. Di saat wasit Yandri dari Jakarta hanya menyisakan tak lebih dari lima menit pertandingan, perjuangan tak kenal lelah Persebaya membuahkan hasil. Juga lewat penalti, Jairon Feliciano menyamakan angka setelah bek PSMS Fadli Hariri didakwa hands ball.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dalam 2 x 15 menit perpanjangan waktu skor 1-1 tak berubah, tos-tosan menjadi adu penalti. Kedua penendang pertama, Zada dari PSMS dan Roger Batoum dari Persebaya gagal. Giliran berikutnya, empat penendang sisa masuk semua, sehingga dalam adu penalti kedudukan imbang 4-4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penendang tambahan Bobby Satria dan Aun Carbiny berhasil menunaikan tugas untuk Persebaya dan PSMS sebagai algojo keenam sehingga skor menjadi 5-5. Namun, sejurus kemudian, petaka menimpa Octovianus Maniani. Putera Papua berseragam PSMS Medan yang kerap dianggap sebagai pemain masa depan Indonesia ini justru membuat detak jantung pendukung PSMS seperti terhenti saat eksekusinya dimentahkan kiper Persebaya Endra Prasetyo. Di sisi lain, eksekutor ketujuh Green Force, Anderson da Silva menghujamkan bola ke gawang Galih Sudayono dan menyudahi pertarungan melelahkan hingga jam sepuluh malam itu. Persebaya menang, Persebaya kembali ke Liga Super.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sia-sia Ketua Umum Persebaya Saleh Mukadar memboyong Aji Santoso untuk menukangi Bajul Ijo dalam satu pertandingan ini, di sela-sela tugas Aji usai menangani Persik Kediri dan jelang membesut Persisam Samarinda di musim depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sia-sia pula Saleh mengajak Mohamad Barmen, sesepuh Persebaya asal Kampung Arab yang terkenal jago memotivasi pemain itu. Barmen turut ke Bandung dan menjadi pembakar bajul-bajul muda yang berjuang kembali ke habitat aslinya di kasta tertinggi sepakbola Indonesia .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sia-sia satu nyawa supporter Persebaya melayang di kawasan Caruban, Madiun, dalam perjalanan menumpang KA Pasundan menuju Bandung . Rakhmad A Filmi, bonek asal Wonosari, Surabaya dikabarkan meninggal setelah terlindas KA saat bertolak ke Bandung . Filmi yang masih berusia 17 tahun itu meninggal di perlintasan KA desa Kali Gunting, Saradan, Madiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sia-sia doa Indah Kurnia, manajer Persebaya yang tak hadir di Bandung karena ibunya meninggal dunia dan posisinya langsung digantikan Ketua Umum Saleh Mukadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai keberhasilan Persebaya memastika kembali ke Liga Super, Kukuh Setyo Wibowo, wartawan olahraga Tempo di Surabaya berkirim pesan pendek, “Ya minimal bisa meramaikan persaingan musim depan…” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, ya iya, masak cuma sekedar meramaikan persaingan? Tak ingatkah saat 2005 Persebaya di bawah asuhan Jacksen Tiago langsung juara setelah musim berikutnya naik pangkat dari Divisi I?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Persebaya, selamat kembali ke rumah asalmu. Selamat sepakbola Indonesia , kompetisi kembali greng dengan bangkitnya bonekmana ke pentas tertinggi, Liga Super 2009/2010 yang rencananya diputar lagi Oktober nanti…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-5134012585483956279?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/5134012585483956279/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2009/06/welcome-back-green-force.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/5134012585483956279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/5134012585483956279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2009/06/welcome-back-green-force.html' title='Welcome Back Green Force,..'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-8280395351973006210</id><published>2009-04-26T18:50:00.000-07:00</published><updated>2009-04-26T18:52:51.469-07:00</updated><title type='text'>Sepakbola Tanpa Fair Play?</title><content type='html'>Jojo Raharjo &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah spanduk pembakar semangat terpampang di sisi gawang selatan saat Arema Malang menjamu Persija Jakarta dalam lanjutan Liga Super Indonesia di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Malang , 26 April petang. Spanduk itu bukan berisi motivasi khusus dari Aremania kepada tim “Singo Edan”. Tapi, hanya sebaris kalimat yang amat lazim dalam sepakbola, “Fair Play, Please!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan tanpa alasan Aremania memasang peringatan itu. Empat hari sebelumnya, Arema gagal memetik poin penuh di Bontang dan ditahan PKT 1-1 lewat cara yang menyakitkan. Unggul 1-0 hingga sepuluh menit jelang usai pertandingan, Arek-arek Malang mesti menelan kekecewaan di menit ke-82.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bola fair play yang seharusnya diberikan pemain PKT kepada Arema justru menjadi gol penyeimbang kedudukan. Awalnya, kiper Arema, Kurnia Mega terganggu penglihatannya akibat pasir lapangan yang menutup matanya.  Wasit Yandri yang memimpin jalannya pertandingan memberi isyarat meminta ia membuang bola.  Oleh Mega bola dilempar ke arah area bangku pemain PKT (sebelah kiri gawangnya). Bola jatuh persis di depan bangku cadangan PKT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat Mega masih membersihkan matanya, striker PKT Iswanto langsung melemparkan bola ke Titus Bonai. Seharusnya oleh Titus bola itu dibuang lagi atau diberikan kepada pemain Arema. Tetapi oleh Bonai, bola itu langsung dioper ke Zebba, dan oleh Zebba langsung menjebol gawang Mega. Padahal saat itu Mega masih belum siap. Protes dilayangkan, tapi gol dan skor 1-1 tak berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak disangka, Minggu malam kemarin, Arema membalaskan sakit hatinya. Bola fair play yang harusnya diberikan kepada Persija justru dilesakkan striker Arema Boustone Brown ke jala Hendro Kartiko. 2-1 untuk Arema dalam partai yang berlangsung antara 11 pemain Arema dan 10 pemain Persija paska kartu merah bek tim Macan Kemayoran asal Kemayoran, Pierre Djanka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik pemain maupun ofisial Persija protes, tapi wasit tak bisa menganulir gol, karena fair play memang tidak tercantum dalam aturan sepakbola secara tertulis, kecuali sebagai kode etik tahu sama tahu saja. Stasiun ANTV yang menayangkan langsung pertandingan Arema lawan Persija menyorot jelas kekecewaan dan teriakan pelatih Persija, Danurwindo yang berseru “Fair Play!!!” Beruntung, Persija tak jadi kalah karena di menit akhir, Fabio Lopez menyamakan kedudukan 2-2 yang bertahan hingga pertandingan kelar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di manakah fair play dalam sepakbola Indonesia ? Apakah ini imbas iklim sepakbola menghalalkan segala cara yang dilakukan Ketua Umum PSSI Nurdin Halid yang memaksakan bertahan di tahtanya meski pernah menjadi kriminal dan menyalahi aturan FIFA? Statuta FIFA pun diubahnya demi langgengnya kekuasaan hingga 2011. Jadi, di mana fair play PSSI, di mana fair play sepakbola Indonesia ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-8280395351973006210?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/8280395351973006210/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2009/04/sepakbola-tanpa-fair-play.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/8280395351973006210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/8280395351973006210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2009/04/sepakbola-tanpa-fair-play.html' title='Sepakbola Tanpa Fair Play?'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-5451163264684712329</id><published>2009-03-14T21:31:00.000-07:00</published><updated>2009-03-14T21:32:57.382-07:00</updated><title type='text'>Aku Tertekan, Maka Aku Menang…</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jojo Raharjo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liverpool selalu tampil menggila jika berada dalam tekanan dan diremehkan banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat undian perdelapanfinal Liga Champions Eropa mempertemukan Liverpool dengan Real Madrid, banyak orang mencibir kekuatan “Si Merah”. Bahkan, tiga hari menjelang laga pertama di Madrid, pelatih Madrid, Juande Ramos, yang baru saja membawa timnya menang 6-1 di La Liga sesumbar akan melibas Liverpool 5-1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil akhirnya? Semua sudah tahu. Liverpool lolos ke babak perempatfinal, menang agregate 5-0 (0-1 di Madrid, dan 4-0 di Anfield). Gendheng tenan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun demikian saat menjelang bertandang ke Old Trafford, Sabtu, 14 Maret. Hari yang ditunggu-tunggu Fernando Torres untuk membuktikan adu tajamnya dengan Christiano Ronaldo. Sekaligus, ini ultimate day buat Liverpool , menang atau peluang merebut gelar juara kian jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu pagi, saya mencermati dua kepala berita halaman olahraga dua koran nasional. Harian Kompas menyatakan, meski baru saja menang besar lawan Madrid lewat penampilan impresif –dan sebaliknya MU menang lewat penampilan biasa-biasa saja melawan Inter Milan- namun dalam pertemuan keduanya, MU tetap lebih diunggulkan dibandingkan tamunya Liverpool.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin itu karena MU main di kandang. Mungkin juga karena mendasarkan atas trend Liverpool yang selalu seri atau kalah setelah menang dalam laga besar baik di Liga Premier atau Liga Champions. Seolah para pengamat itu lupa, Liverpool mencatatkan sejarah menang 2-1 dalam pertemuan pertama Liga Premier 2008/2009 di Anfield. Kemenangan pertama mereka selama empat tahun. Pun Liverpool juga sudah sukses mencatat double winning atas Chelsea .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampil tanpa diunggulkan, main dalam tekanan media (termasuk tekanan media Indonesia , sebuah negara yang berjarak ribuan kilometer dari ranah Inggris) tidak membuat para pemain Liverpool kecut hati. Punggawa Sungai Mersey ini menang telak 4-1 di kandang lawan! Lewat gol Torres, Gerrard, Aurelio, dan Dosseno, pendukung setan merah menundukkan kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan moral dalam kisah ini: kalau Anda ingin sukses, buatlah diri Anda menjadi tertekan, dan jangan merasa jumawa sebelum semuanya berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You’ll Never Walk Alone…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-5451163264684712329?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/5451163264684712329/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2009/03/aku-tertekan-maka-aku-menang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/5451163264684712329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/5451163264684712329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2009/03/aku-tertekan-maka-aku-menang.html' title='Aku Tertekan, Maka Aku Menang…'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-2516658973978583890</id><published>2009-02-10T01:40:00.000-08:00</published><updated>2009-02-10T01:42:43.157-08:00</updated><title type='text'>Mimpi 2022: Ini Bukan Dagelan</title><content type='html'>Saya seperti tidak berada di Indonesia saat kemarin tersesat di Hotel Ritz- Charlton, Pacific Place, Jakarta. Piranti lift, interior ruangan, sampai suasana toilet benar-benar mengesankan suasana high-class five stars hotel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi di dalam Ballroom 3, sedang berlangsung sebuah acara meriah. Deklarasi Pencalonan Indonesia sebagai Tuan Rumah Piala Dunia 2022 dengan mengusung label “Green World Cup”, yakni perpaduan antara penyelenggaraan pesta sepakbola dunia dengan pelestarian lingkungan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pembicaranya tampil berapi-api. Kata sang pucuk pimpinan PSSI, ambisi maju sebagai penyelenggara Piala Dunia 2022 sejalan dengan tekad Indonesia 2020, yakni pada 2020 tim nasional Indonesia harus tampil di Pentas Dunia.  “Iukan ide liar, Bukan sebuah dagelan, juga bukan sebuah mimpi di siang bolong. Bangsa yang besar harus berani melahirkan ide-ide yang besar dan juga karya-karya besar. Kita adalah bangsa yang besar, bangsa bola,” teriak Nurdin Halid, di tengah microphone yang beberapa kali ngadat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesohor berikutnya, Menteri Olahraga mengamini mimpi itu. “Orang yang paling miskin di dunia ini adalah orang yang tidak sanggup lagi bermimpi. Mexico dan Brazil yang kondisi ekonominya tidak jauh dari kita sudah dua kali menjadi penyelenggara Piala Dunia. Indonesia pasti bisa lebih baik,” sumbar Adhyaksa Dault.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga belas stadion bersiap menjadi venues siapa tahu angan-angan itu menjadi kenyataan. Tiga stadion existing: Senayan, Jakabaring Palembang dan Palaran Samarinda; empat stadion dalam perencanaan: Gedebage Bandung, BMW Jakarta Utara, Bogor, dan Riau; serta enam stadion dalam usulan antara lain di Surabaya, Makassar, Tangerang, Yogyakarta, Medan, dan Gianyar. Yang unik tentu stadion baru di Kota Pahlawan kelak. Kalau ibukota punya Gelora Bung Karno, konon di Surabaya telah disiapkan sebuah nama: Gelora Bung Tomo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamat komunikasi Effendi Ghazali buru-buru mengingatkan, kampanye pencalonan Indonesia menuju Piala Dunia 2022 bukanlah sebuah perjuangan yang amat panjang. “Ini adalah sebuah perang komunikasi yang teramat pendek. Dimulai dari deklarasi pencalonan 9 Februari ini sampai pengumuman oleh FIFA pada 10 Desember 2010,” tegas pemilik tayangan Republik Mimpi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, segala mimpi itu mendadak sirna saat mikrophone hotel kembali mati. Saya seperti terbangun dan sesaat kemudian, tatkala menyeberangi jembatan busway Polda Metro, tiba-tiba kembali merasa berada di Indonesia. Seorang ibu menggendong bayi yang menikmati nyenyaknya sambil terus menghisap botol susu, berselonjor di persimpangan halte.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, mungkin saja bayi itu tengah bermimpi topik yang sama: suatu hari saat ia beranjak remaja, tiga belas tahun ke depan… tahun 2022…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-2516658973978583890?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/2516658973978583890/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2009/02/mimpi-2022-ini-bukan-dagelan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/2516658973978583890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/2516658973978583890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2009/02/mimpi-2022-ini-bukan-dagelan.html' title='Mimpi 2022: Ini Bukan Dagelan'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-4313986524081417939</id><published>2009-01-29T04:11:00.000-08:00</published><updated>2009-01-29T04:12:57.664-08:00</updated><title type='text'>Kelemahan Kita Hanya Satu</title><content type='html'>Kelemahan Kita Hanya Satu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah tiga pertarungan di kandang, Garuda belum juga mampu menetaskan telornya. Dalam tiga laga terakhir di Senayan, tim nasional Indonesia gagal menceploskan sebiji gol pun ke gawang lawan. Setelah kalah 0-2 dari Singapura dan dilibas 0-1 Thailand di Piala AFF, hasil mandul gol berlanjut dalam penyisihan Grup B Piala Asia kala ditahan tim kanguru Australia 0-0.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Australia memang tim dengan nama besar yang menembus dua Piala Dunia terakhir. Namun, tim yang datang ke Jakarta ini bukanlah kanguru yang sebenarnya. Tak ada nama pemain-pemain yang selama ini merumput di Liga Eropa macam Mark Schwerzer, Harry Kewell, Lucas Neil, Tim Cahill dan Mark Bresciano.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang bertandang ke Jakarta “hanya” pemain A-League –liga domestik Australia yang mengaku, “Kami belum pernah bermain satu sama lain. Selama ini kami hanya sering bertanding satu sama lain.” Aussie lebih memilih berkonsentrasi melanjutkan kampanye menuju Piala Dunia 2010, dengan pertandingan terdekat di Jepang, 10 Februari mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai “bukti ketidakseriusan mereka”, Australia datang ke Indonesia dengan gelombang pemain dalam empat kelompok terbang. Alasannya, sebagian di antara mereka masih main di A-League hingga akhir pekan kemarin, Sementara Indonesia ? Kompetisi Liga Super telah diliburkan sejak November, untuk mendukung Pelatnas tiga bulan menghadapi Piala AFF dan kualifikasi Piala AFC ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, jangan lupa. Di antara sedikit pemain senior The Soceroos yang ikut ke Indonesia, ada nama Archie Thompson. Pemain klub Melbourne Victory ini merupakan pemegang rekor dunia untuk pencetak gol terbanyak dalam satu pertandingan. Dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2002 saat Aussie mencukur Samoa 31 gol tanpa balas, 11 April 2001 di Coffs Harbour, Thompson memborong 13 gol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benny Dolo tetap bersyukur meski timnya kembali gagal mencetak gol pasca melakukan beberapa eksperimen; menarik Boas Salossa, dan memasukkan Elie Aiboy maupun Bambang Pamungkas. Padahal, ketika sepakbola diperkenalkan oleh kaum Yunani Kuno dan Romawi pada 388 hingga 311 Sebelum Masehi, tujuannya adalah untuk memberi tontonan berupa gol. Tak salah saat kompetisi profesional Liga Jepang alias J-League mulai digelar pada awal 1990-an, pertandingan itu diharuskan menghasilkan gol dan mesti ada yang menang. Jika penonton masih disuguhi hasil seri hingga menit 90 usai, maka harus digelar adu penalti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, sebagai bangsa yang mudah berpuas diri, hasil seri sudah dianggap sebagai prestasi. Kesimpulan pertandingan melawan tim besar Australia digarisbawahi Om Benny dalam sesi jumpa pers, “Tim kita sudah bermain bagus, Kelemahan kita hanya satu: tidak bisa mencetak gol.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-4313986524081417939?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/4313986524081417939/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2009/01/kelemahan-kita-hanya-satu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/4313986524081417939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/4313986524081417939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2009/01/kelemahan-kita-hanya-satu.html' title='Kelemahan Kita Hanya Satu'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-326499228618589076</id><published>2009-01-16T23:43:00.000-08:00</published><updated>2009-01-16T23:46:35.128-08:00</updated><title type='text'>Menunggu Setan Mampir Jakarta</title><content type='html'>By Jojo Raharjo &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sela semakin kencangnya persaingan dua tim merah merebut tahta Liga Premier Inggris, berhembus kabar Manchester United akan mengunjungi Indonesia dan bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 24 Juli mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spontan, banyak respon terlontar atas rencana ini. Seorang rekan yang menjadi pendukung berat klub itu jauh-jauh hari kirim pesan pendek dari sebuah pelosok kampung di Jawa Tengah, minta dipesankan selembar tiket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, aneka respon unik justru datang dari karib-karib saya, sesama pendukung Liverpool, yang selama ini dikenal sebagai seteru abadi Munyuk United –begitu kami lebih suka menyebut nama klub berlogo setan merah menggenggam garpu raksasa itu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Memalukan, itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah, paling karena tidak bisa juara, lalu mereka pengen menang besar lawan Persija..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mailing list Big-Reds, organisasi resmi pencinta Liverpool di Indonesia, komentar-komentarnya amat kreatif:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau kita juara ada kepikiran bikin spanduk yang bener-bener gede.. Itu lho Quotenya Bill Shankly 'If You are First then you are first, if you are&lt;br /&gt;second, then you are nothing' dan ada gambar Shankly.. Karena ini pastinya diliput ama media-media Inggris sono, yg kemungkinan spanduk&lt;br /&gt;itu bakal jadi spanduk of the match hehehe..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gue ada ide cemerlang nihh. Gimana kalo kita tetap ke GBK,&lt;br /&gt;Kita kesana...nyanyi - nyanyi semuaaaa Liverpool Song yang terkenal&lt;br /&gt;ituuu.. kalo bisa kita ngumpul di tribun paling atas semuaaa........biar suaranya menggema...murah lagi kan ? pas mereka datang msk lapangan.....kita langsung nyanyi : manchester is full of sh*t.....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahh, kalo saya .maaf dehh, daripada liat mereka itu di GBK... mending uangnya saya kasikan ke pengamen jalanan.  Mudah2an Anfield Gank akan kesini, kapan-kapan! Hehee.... Kalau ngga, saya yang akan ke sanaa!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita harus juara dulu lalu apapun yg nanti Big Reds lakukan saat munyuk dateng, hasilnya dijamin INDAH.....kita bisa nyanyi2 di GBK, pawai sepanjang jalan lewatin rute yg di lewati mereka,atau selebrasi di depan mu cape....atau apalah.....imagine that!! would be a greatest day of our life…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak lama memang persaingan dua tim ini menjadi melegenda di kancah Liga Inggris. Ya, kesebelasannya, ya supporternya. Di tingkat tim, transfer pemain antar kedua kubu menjadi hal yang diharamkan. Jangankan transfer, pemain saling tukar kaos usai pertandingan aja menjadi hal yang langsung dibenci para pendukung fanatiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tingkat pendukung (baca: die hard supporter) lebih lagi. Ada teman yang pernah tidak masuk kuliah sepekan gara-gara malu usai timnya kalah oleh rivalnya itu. Sebuah aib besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, persaingan itu menjadi nyata saat kali ini Liverpool begitu digdaya. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang hanya berebut posisi empat untuk mengamankan tiket ke Liga Champions, kini Liverpool bersiap menorehkan sejarah baru menjadi juara Liga Inggris ke-19. Saingan beratnya, ya Munyuk United tadi. Persaingan kian seru karena dibumbui rekor sejarah kedua tim. Liverpool sudah 18 kali juara, sedangkan MU mengantongi 17 gelar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekan lalu, saya menjadi tampak begitu loyo di hari Minggu siang. Isteri saya pun memberi teguran keras karena sepanjang hari libur saya banyak menguap. Saya jawab, “Lha kan semalam liat bola…” Meski tidak berlangganan teve kabel lagi, saya menyaksikan perjuangan Fernando Torres dan kawan-kawan menambah poin demi poin lewat tayangan internet streaming. Kebetulan pekan lalu pertandingan digelar pada dini hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alah… emang Liverpool itu tuhanmu?” balasnya menampik dalih ngantuk saya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam batin, saya menjawab, tentu Liverpool bukan Tuhan saya. Tapi saya yakin, Tuhan pun tak rela kalau setan kembali menjadi juara Liga Inggris tahun ini. Sama seperti bunyi status Yahoo Messenger saya beberapa hari terakhir, menyitir lirik lagu Dewi Lestari: “Malaikat Juga Tahu Siapa Juara BPL Musim Ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya, malaikat juga tahu siapa yang jadi juara… dan mereka juga tak rela kalau setan itu lagi yang jadi juara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You’ll Never Walk Alone..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-326499228618589076?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/326499228618589076/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2009/01/menunggu-setan-mampir-jakarta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/326499228618589076'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/326499228618589076'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2009/01/menunggu-setan-mampir-jakarta.html' title='Menunggu Setan Mampir Jakarta'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-6520608563234689991</id><published>2008-12-10T01:26:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T01:29:20.958-08:00</updated><title type='text'>Kisah Dua Indonesia Raya</title><content type='html'>Rabu, 9 Desember, saya mengikuti dua acara yang diawali dengan lagu Indonesia Raya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara pertama, berlangsung di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi di kawasan Kuningan, Jakarta . Titelnya, acara puncak peringatan, Hari Antikorupsi Sedunia, yang sejak lima tahun lalu ditetapkan PBB jatuh pada 9 Desember. Meriah sekali suasananya, dihadiri sekitar 20 orang gubernur, termasuk si klimis Hardjuno Darpito yang konon akan menaikkan pangkatnya dari Raja Jawa di Yogya menjadi pemimpin nusantara. Ada juga para Slankers, yang datang karena kelompok musik idola mereka itu tampil sebagai pengisi acara bersama Gigi. Konon, menurut Ketua KPK Antasari Azhar, kedua band ini mengisi acara tanpa dibayar.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas terpancar rasa kebanggaan semu saat Jaksa Agung Pengawas Dharmono mengumumkan prestasi Indonesia ditinjau dari Indeks Persepsi Korupsi, yang kini berada di posisi 126 dari 180 negara setelah sebelumnya betengger di posisi 140 dari 159 negara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klimaks acara ini dirancang pada pembacaan “Deklarasi Antikorupsi Indonesia ”, bunyinya antara lain, “… Kami anak bangsa Indonesia meyakini bahwa korupsi bukanlah budaya bangsa Indonesia, korupsi adalah kejahatan luar biasa, korupsi merampas hak-hak rakyat untuk sejahtera… Pada hai ini, kami menyatakan.. tidak akan melakukan korupsi, menciptakan generasi muda antikorupsi, mengutuk segala bentuk perilaku korupsi, bertekad menjadikan Indonesia sebagai negeri yang bersih tanpa korupsi..” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, yang menarik bagi saya bukanlah penampilan Armand Maulana, Kaka Bimbim, atau deklarasi ala KPK itu. Saya tercenung saat seorang anak membacakan sebuah puisi. Perempuan kecil itu berasal dari Sekolah Darurat Kartini, yang dikelola Ibu Kembar di kawasan kumuh Jakarta Utara sono. Simaklah kata-katanya bahwa korupsi menghancurka mimpi anak-anak miskin untuk dapat menjadi sarjana, “Kata orang-orang yang mempunyai hati nurani, dampak dari korupsi adalah panjangnya baris kemiskinan, dan korupsi menambah anak-anak bangsa menjadi gelandangan, koruptor adalah sama dengan maling dan rampok… aku ingin koruptor dihukum mati, tanpa peduli pejabat dan orang biasa..” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, seandainya saja WR Supratman tampil langsung di panggung KPK mengiringi nyanyian Indonesia Raya tadi, mungkin dia sudah tertunduk malu mendengar puisi itu. Buru-buru menutup muka tirusnya dengan wadah biola dari jati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia Raya kedua terdengar dengan gegap gempita tiga jam kemudian, saat tim nasional Indonesia menjamu Singapura dalam laga terakhir Piala AFF Suzuki di Stadion Gelora Bung Karno. Seperti juga pentas Piala Asia tahun lalu, setiap tim berlambang Garuda main di Senayan, yang paling dikangeni adalah koor massal menyanyikan lagu kebangsaan dari puluhan ribu pendukung pasukan merah-putih. Begitu besar harapan para penonton itu agar harga diri negeri ini dapat terangkat, setidaknya melalui adu kecepatan memasukkan bola dalam gawang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak muda kita yang kaya raya itu, paling rendah mereka digaji 50 juta rupiah per bulannya, berlari ke sana ke mari, diteriaki pelecut semangat tak henti dari penonton yang rela kehilangan uang makannya barang 20 hingga 100 ribu rupiah untuk pengganti tiket dan ongkos transportasi ke stadion. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asa mereka kandas. Indonesia kalah oleh dua set piece Singapura, yang dikenal sebagai negeri penampung pemain-pemain asing untuk kemudian mendapat naturalisasi di negara pulau itu. Nama-nama seperti Daniel Bennett, John Wilkinson (keduanya asal Inggris), Shi Jiayi (Cina), Mustafic Fahrudin (Serbia), Precious Emuejeraye dan Agu Casmir (Nigeria) dan Alexander Duric (Australia), rela menukarkan warga negara asal mereka menjadi warga Singapur, demi fasilitas dan suasana hidup di negeri yang konon paling bebas korupsi di sekitar Asia itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, seandainya saja WR Supratman tampil langsung di pinggir lapangan Senayan mengiringi nyanyian Indonesia Raya tadi, mungkin dia sudah geleng-geleng kepala menyaksikan papan skor di akhir babak kedua. Menyaksikan para jutawan muda yang menggantungkan hidupnya dari bola, ternyata gagal mempertahankan harga diri bangsa ini. Keok oleh negara seupil yang pernah menjadi tempat Gajah Mada mengibaskan debu di kakinya…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-6520608563234689991?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/6520608563234689991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2008/12/kisah-dua-indonesia-raya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/6520608563234689991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/6520608563234689991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2008/12/kisah-dua-indonesia-raya.html' title='Kisah Dua Indonesia Raya'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-8613813356357685940</id><published>2008-11-02T12:50:00.000-08:00</published><updated>2008-11-02T12:51:58.207-08:00</updated><title type='text'>Menanti Sentuhan “Tangan Tuhan”</title><content type='html'>Diego Armando Maradona, nama itu begitu dipuja-puja di Argentina. Aksi fenomenalnya mengantarkan tim nasional Argentina menjadi juara Piala Dunia 1986 di Mexico tidak saja melambungkan namanya menjadi salah satu pemain termahal saat itu, saat ditransfer dari Barcelona, Spanyol, menuju Napoli, Italia. Kepahlawanannya pun menyihir namanya menjadi dewa baru di negaranya, hingga konon ada sebuah gereja yang memajang “Sang Diego” sebagai pimpinan tertinggi, lengkap dengan ritus penyembahan terhadap kostum nomer sepuluh yang biasa dikenakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya di timnas, penampilan Maradona juga moncer di Napoli, hingga membawa klub dari kota miskin di Selatan Italia itu menjuarai Seri A dan gelar-gelar bergengsi di level Eropa. Demikianlah ia terus disanjung, meski kemudian pindah klub ke Sevilla, Newell’s Old Boys (Spanyol) dan gantung sepatu di klub kebanggan negaranya, Boca Juniors. Setelah mendapat kartu merah pada Piala Dunia 1982 di laga melawan Brazil, Maradona membawa Argentina kampiun pada Piala Dunia empat tahun berikutnya, termasuk dengan heboh aksi “tangan Tuhan” di perempatfinal World Cup Mexico itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat tahun berselang, ia kembali membawa Argentina ke final di Italia, walau akhirnya kandas melawan Jerman di partai puncak. Empat tahun kemudian di Piala Dunia 1994, dalam usia 34 tahun, Maradona masih tampil dalam perhelatan di Mexico itu. Meski gagal mendapat hasil mengesankan, Piala Dunia 1994 pun dicicipinya, dengan membawa oleh-oleh tersingkir karena alasan terlibat skandal dopping&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, Maradona kembali masuk timnas. Setelah pada event-event penting sebelum ini, Piala Dunia Jerman dan Olimpiade Beijing, Diego datang sebagai supporter, kali ini pemain terbaik dunia Abad XX itu ditunjuk menjadi pelatih utama. Tugas utama Diego adalah menyihir tim Tango, dari keterpurukan di era Alfio Basile, menjadi kekuatan menakjubkan di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Maradona yang baru merayakan hari ultannya ke-48 berujar, "Tim nasional Argentina seperti sebuah Roll Royce yang tertutup debu, dekil, dan perlu dibersihkan." Maklum, di tim putih bergaris biru langit itu ada banyak nama beken, namun penampilan mereka sangat tidak meyakinkan. Ada nama Javier Mascherano, Lionel Messi, dan Sergio Aguero, namun Dari delapan laga yang mereka lakoni tahun ini, mereka baru sekali menang.&lt;br /&gt;Argentina kini berada di peringkat ketiga klasemen kualifikasi Piala Dunia 2010 zona Amerika Selatan. Setelah kalah oleh Cile, yang membuat pelatih Alfio Basile mundur, Argentina baru mengumpulkan nilai 16, enam angka di belakang pimpinan klasemen Paraguay dan satu angka di belakang Brasil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski banyak yang ragu dengan kemampuan Maradona karena minimnya pengalaman sebagai pelatih, dia mendapat dukungan banyak pihak. Selain Carlos Bilardo, pelatih Maradona pada Piala Dunia 1986, ia akan dibantu dua mantan rekannya Sergio Batista dan Jose Luis Brown. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah sang “tangan Tuhan yang baru memiliki dua CV sebagai pelatih amatiran di klub Deportivo Mandayu dan Racing Club ini benar-benar akan melambungkan tim nasional negaranya? Mari nantikan partai debutnya melawan Skotlandia di Glasgow, 19 November mendatang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-8613813356357685940?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/8613813356357685940/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2008/11/menanti-sentuhan-tangan-tuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/8613813356357685940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/8613813356357685940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2008/11/menanti-sentuhan-tangan-tuhan.html' title='Menanti Sentuhan “Tangan Tuhan”'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-1726559427874692723</id><published>2008-09-07T12:53:00.000-07:00</published><updated>2008-09-07T12:54:20.895-07:00</updated><title type='text'>Memaksakan Liga Ramadhan</title><content type='html'>Jojo Raharjo&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kali pertama sejak era Galatama dan Perserikatan digabung dalam Liga Indonesia 1994, tahun ini Badan Liga Indonesia PSSI berniat menggelar terus kompetisi Superliga di tengah berjalannya bulan Ramadhan 1429 Hijiriyah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Unik memang. Alasannya, kompetisi ini sudah memiliki banyak jedah. Setelah perhelatan Piala Kemerdekaan bulan lalu, pada akhir tahun konsentrasi tim nasional tertuju kepada Piala AFF di Jakarta. Konsekuensinya, pertandingan tetap berlangsung di bulan puasa, dengan kick-off digelar lebih malam, yakni beberapa saat setelah Buka Puasa dan Shalat Tarawih. Untuk partai yang disiarkan langsung televisi, pertandingan dimulai jam 21.00 WIB, sementara pertandingan yang tidak ditayangkan televisi, boleh digelar lebih awal.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Unik memang. Alasan lain pertandingan malam hari juga agar para pemain yang beragama Islam tidak terganggu puasanya. Padahal, saya membaca kepala berita sebuah surat kabar Bandung malah menyatakan, “Dokter Tim Sarankan Pemain Persib Tidak Puasa.” Dokter itu menegaskan, sejak sehari sebelum tim ”Pangeran Biuru” turun berlaga, maka para pemain sebaiknya tidak memaksakan diri berpuasa. “Sepakbola olahraga berat,” itu alasannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Unik memang. Partai malam ternyata tidak hanya merepotkan para pemain dan dokter tim sebuah klub sepakbola. Panitia pelaksana pertandingan dan supporter fanatik pun harus menyiapkan diri secara ekstra. Di Malang, partai malam antara Arema dan Deltras Sidoarjo diimbangi dengan keamanan ketat antara Stadion Kanjuruhan Kepanjen menuju kampung-kampung kediaman para Aremania, baik ke arah Gondanglegi, maupun ke arah Kota Malang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Unik memang. Sepakbola Indonesia seperti menjadi sepakbola yang dipaksakan. Ingatkah Anda saat dua minggu lalu tim nasional menjadi juara Piala Kemerdekaan dengan mengalahkan Libya di final di Senayan. Mengalahkan Libya? Berapa skornya? Skornya 1-0 untuk Libya, tapi Indonesia yang menjadi juara karena tim tamu tak mau melanjutkan pertandingan babak kedua dengan alasan keamanan. Insiden ini terjadi setelah pelatih kiper PSSI Sudarno diduga memukul pelatih Libya Gammal hingga kacamatanya pecah. Itulah cara negara kita memaksakan target juara.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Unik memang. Kalau mau menggelar kompetisi di bulan Ramadhan, ya sebaiknya tetap saja digelar sore hari. Perkara puasa atau tidak puasa, itu urusa pribadi masing-masing. Toh siapa yang bisa menjamin kalau pertandingan dimulai ba’da Isya’ maka para pemain, pelatih, panitia, dan supporter pasti menunaikan ibadah puasa?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Unik memang. Karena kalau tak mau repot dengan berbagai kontraversi, ya mending bebaskan bulan Ramadhan dari hiruk-pikuk sepakbola. Seperti tahun-tahun sebelumnya, tidak ada pentas sepakbola di bulan suci, sebagaimana yang tahun ini berlaku di kompetisi Divisi Utama dengan melibatkan Persebaya sebagai pesertanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Unik memang. Kalau kita terus menerus berada di negeri yang semuanya selalu dipaksakan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-1726559427874692723?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/1726559427874692723/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2008/09/memaksakan-liga-ramadhan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/1726559427874692723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/1726559427874692723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2008/09/memaksakan-liga-ramadhan.html' title='Memaksakan Liga Ramadhan'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-528769816042360187</id><published>2008-08-21T23:17:00.000-07:00</published><updated>2011-08-03T14:51:18.797-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Luar Negeri'/><title type='text'>Dicari: Parpol Pro Liga Inggris</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Kalau saja ada partai politik yang mengusahakan disiarkannya Liga Inggris di televisi kita, pasti saya akan memilihnya...” Pesan pendek itu datang dari sahabat saya di Banyumas, Jawa Tengah, mengomentari hilangnya tayangan Liga Inggris di televisi terestrial (baca: tv gratisan) dua musim terakhir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musim lalu, Liga Inggris –yang dalam sejarahnya pernah ditayangkan SCTV, TV7 dan Trans 7 tanpa biaya- menjadi hak eksklusif Astro, teve berbayar yang menganggap dirinya cabang dari Astro Malaysia. Astro Malaysia, yang dimiliki Anandha Krishna, salah seorang terkaya di negeri tetangga itu, merupakan pembeli hak siar Liga Inggris wilayah Asia Tenggara dari kroni ESPN dan Star Sports. Jadilah, kita rela dijajah negara tetangga selama setidaknya tiga musim kompetisi Liga Inggris mereka pegang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, mau tidak mau, sejak Maret lalu, saya berlangganan Astro di kontrakan rumah petak saya di Salemba, Jakarta Pusat. Biaya awalnya hanya mengeluarkan Rp 200 ribu untuk ongkos teknisi memasang parabola. Selain itu, cukup dengan membayar Rp 200 ribu untuk iuran bulanan paket wajib dan paket olahraga. Maklum, sebelum anak saya lahir, saya biasa menyaksikan penampilan Liverpool, klub paling hebat dalam sejarah Liga Inggris itu, dari kafe ke kafe. Bergabung bersama teman-teman Big Reds, kelompok supporter resmi Liverpool di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sempat menyaksikan sebelas laga Liverpool lewat Astro, Barclays Primier League musim 2007/2008 habis sudah. Saya pun bersiap menunggu musim baru 2008/2009 yang berputar mulai 16 Agustus. Rasa tak sabar muncul. Apalagi “Si Merah” membeli beberapa amunisi baru, dan punggawa Spanyolnya sedang besar kepala setelah menjadi jawara Piala Eropa di Austria dan Swiss.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba petir itu datang. Bukan dari cederanya si homo Ronaldo atau si tampang kuda Drogba selama tiga bulan pertama Liga Inggris.  Tapi karena Astro mengakhiri spekulasi kepemilikan hak tayang mereka atas liga terfavorit di dunia itu. Astro Indonesia, yang berada di bawah bendera PT Direct Vision, pecah kongsi dengan Astronya si Anandha Krishna itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan keluarlah pengumuman, sebuah televisi berbayar baru bernama Aora TV menjadi pemilik siaran Liga Inggris di tanah air dengan harga sekitar 20 juta dolar Amerika atau Rp 184 miliar. TV kabel bernama resmi PT Karya Megah Adhijaya ini dimiliki Rini M. Soemarno, eks Menteri Perdagangan yang juga kakak si bos Pertamina Arie Soemarno itu. Rini berkongsi dengan saudaranya yang lain, Ongky M. Soemarno, mantan petinggi grup Humpuss. Mereka mengawali kiprah dengan menyabet hak resmi olimpiade, lalu Liga Inggris musim 2008/2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penggemar bola pun kelimpungan di hari perdana Liga Inggris, apalagi akses berlangganan Aora TV belum didapat. Pencinta Liverpool tak kurang akal dengan menggelar nonton bareng via streaming internet atau menemukan kafe di Blok M yang memiliki akses ke TV Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, bagaimana dengan mereka yang sudah terlanjur berlangganan Astro seperti saya? Saya telah menandatangani kontrak, bahwa kalau memutus langganan Astro sebelum satu tahun masa berlangganan, akan kena denda Rp 500 ribu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pula nasib rekan saya di Banyumas tadi? Atau mungkin di daerah-daerah lain yang tidak terjangkau teve kabel? Atau mungkin terjangkau, tapi tidak memiliki dana untuk berlangganan teve berbayar atau sekedar pergi ke warung internet?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itulah, muncul seruan agar pemerintah menyubsidi tayangan Liga Inggris, dengan alasan “demi kepentingan rakyat banyak”. Sama seperti TVRI akhirnya mengambil alih siaran Oiimpiade Beijing sehingga kita dapat menyaksikan langsung detik-detik Markis Kido dan Hendra Setiawan bersujud saat poin akhir mereka membuahkan emas satu-satunya Indonesia. Tapi, apakah tuntutan agar pemerintah membiayai Liga Inggris tidak terdengar berlebihan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, seandainya saja para parpol itu ada yang benar-benar peduli soal-soal seperti ini. Dan tidak hanya sibuk mencari artis yang menarik untuk diconteng mukanya di kartu suara. Atau sibuk membuang uang untuk pasang iklan bahwa hidup adalah perbuatan, di mana ada kemauan di situ ada jalan, dan mensyukuri Indonesia tetap berdiri kokoh dari Sabang sampai Merauke (meski tak ada lagi tayangan Liga Inggris gratis...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya membayangkan presiden baru nanti berteriak, “Tidak... Indonesia tetap kokoh berdiri. Sejajar dengan bangsa-bangsa lain yang tidak ketinggalan aksi Liga Inggris...”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-528769816042360187?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/528769816042360187/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2008/08/dicari-parpol-pro-liga-inggris.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/528769816042360187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/528769816042360187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2008/08/dicari-parpol-pro-liga-inggris.html' title='Dicari: Parpol Pro Liga Inggris'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-664100651192681141</id><published>2008-08-09T19:55:00.000-07:00</published><updated>2008-08-09T19:56:10.266-07:00</updated><title type='text'>Dua Emas di Beijing?</title><content type='html'>Jojo Raharjo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu lama negara ini lapar akan kehormatan di pentas olahraga. Sebuah sarana pencapaian prestasi yang nilainya dapat menutupi citra buruk bangsa dengan indeks korupsi cukup tinggi. Ya, pentas olahraga memang dapat membuat sebuah negara secara instan dikenal dan mendapat respek di jagad ini, melebihi pengenalan dangkal lain atas identitas bangsa itu. Berulangkali Wakil Presiden Jusuf Kalla menyuntikkan semangat kepada para atlet merah putih dengan kalimat yang sama, “Hanya dua hal dapat membuat bendera dan lagu kebangsaan sebuah bangsa dikibarkan di negara lain: kunjungan kepala negara dan medali emas di pentas olahraga internasional.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, kebanyakan dari atlet olahraga kita seperti berpuas dengan istilah “hampir menang”. Prestasi timnas sepakbola di bawah asuhan pelatih Belanda Wiel Coerver yang hampir lolos ke Olimpiade Montreal 1976 terus digembar-gemborkan. Saat itu, pada grandfinal kualifikasi zona Asia, Anjas Asmara dkk kalah adu penalti dari Korea Utara di Stadion Utama Senayan. Begitu pula nyaris lolosnya Bambang Pamungkas dkk dari penyisihan grup Piala Asia tahun lalu, seolah menjadi salah satu bukti prestasi era kepengurusan Nurdin Halid. Padahal, saat itu toh Indonesia hanya sekali menang lawan Bahrain dan sisanya dua kali ditekuk Arab Saudi dan Korea Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masih duduk di bangku akhir Sekolah Dasar saat Jawa Pos menggambarkan euforia Indonesia meraih medali pertama di Olimpiade Seoul 1988. Kala itu, trio pemanah putri asal Surabaya, Makassar, dan Jakarta –Lilis Handayani, Nurfitriyana Saiman, dan Kusuma Wardhani- sukses membawa pulang medali perak dari cabang panahan ronde FITA beregu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat tahun kemudian di Barcelona lebih fenomenal lagi. Sejarah emas terukir saat bulutangkis kali pertama dipertandingkan di Olimpik dan sepasang kekasih Susy Susanti – Alan Budikusuma menjadi yang terbaik di nomer tunggal puteri dan putera. Selain itu, masih ada dua perak yang dipersembahkan ganda Eddy Hartono/Rudy Gunawan, Ardy Wiranata serta satu perunggu perolehan Hermawan Susanto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia Raya kembali berkibar di Olimpiade Atlanta, AS, 1996 dengan keberhasilan duet ganda putera Ricky Subagja/Rexy Mainaky, sementara Mia Audina mendapat perak serta ganda Denny Kantono/Antonius Irianto dan Susy Susanti mengantungi perunggu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlanjut di Olimpiade Sydney 2000, ganda Tony Gunawan/Candra Wijaya meneruskan tradisi emas disertai dua perak lain dari bulutangkis atas kerja keras ganda campuran Tri Kusharjanto/Minarti Timur dan tunggal putra Hendrawan. Sealin itu, lifter Lisa Rumbewas menyabet perak serta dua atlet angkat besi lain, Sri Indriyani dan Winarno menyumbang medali perunu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat tahun lalu di Yunani, bujangan Taufik Hidayat menyelamatkan tradisi emas itu diikuti dua perunggu badminton lain dibawa pulang pasangan Eng Hian/Flandy Limpele dan tunggal putra asal Wonocolo Sony Dwi Kuncoro. Di cabang angkat besi, Lisa Rumbewas kembali membawa oleh-oleh sekeping perak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan 2008? Saat olimpiade kembali digelar di Asia, sama seperti saat 1998 Indonesia pertama kali meraih medali olimpik, masihkah tradisi emas itu terjaga? Terutama dari cabang bulutangkis, yang tiga bulan sebelumnya tercoreng malu karena gagal menjadi yang terbaik di ajang beregu Thomas dan Uber Cup di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Optimisme itu seharusnya masih ada. Baik dari Sonny Dwi Kuncoro, ganda campuran Nova Widianto/Lilyana Natsir, atau juga lifter Eko Yuli Irawan dan Sandow Wildemar Nasution. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vini Vidi Vici. Mestinya kita masih optimis untuk dapat menyaksikan penutupan Olimpik di Stadion Sarang Burung pada 24 Agustus dengan kalungan medali emas di dada para atlet kita. Karena, kalau harapan itu gagal lagi, maka dunia tetap akan mengenal sebuah kepulauan terbesar di Asia Tenggara dan negara demokrasi terbesar ketiga di dunia sebagai negara tukang mark-up, pengekspor asap, dan pembalak liar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-664100651192681141?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/664100651192681141/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2008/08/dua-emas-di-beijing.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/664100651192681141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/664100651192681141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2008/08/dua-emas-di-beijing.html' title='Dua Emas di Beijing?'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-8841853907784793408</id><published>2008-07-29T21:59:00.000-07:00</published><updated>2008-07-29T22:00:51.346-07:00</updated><title type='text'>Catatan Awal Indonesia Superruwet League...</title><content type='html'>Apa komentar Anda tentang perjalanan tiga pekan pertama Superliga? Kasta tertinggi persepakbolaan kita yang label formalnya adalah Indonesia Super League alias ISL...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, mari coba kita tengok ke belakang, bung. Bagaimana dunia sepakbola Indonesia bermetamorfosa memasuki babak barunya, sesungguhnya bukan merupakan hal baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1979, di era Ketua Umum PSSI dijabat Ali Sadikin, bergulirlah sebuah era baru bernama Liga Sepakbola Utama alias Galatama. Bermaksud menyingkirkan dominasi bond perserikatan yang dibiayai APBD macam PSMS, Persija, PSM dan Persebaya, maka lahirlah kekuatan baru klub-klub "semiprofesional" macam Yanita Utama, Niac Mitra, Pardetex Medan, Warna Agung, UMS 80, dan lain-lain...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu dahsyatnya Galatama bergema, sampai-sampai federasi sepakbola Jepang pun berguru ke Indonesia, sebelum mereka meluncurkan J League pada 1990-an, yang sampai kini menjadi salah satu liga termahal di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, bagaimana nasib Galatama, sebagai tempat berguru J League itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1980-an, dunia sepakbola kita berkabung. Penyebabnya, empat huruf: S - U - A - P... Tidak di klub, tidak di tim nasional. Klub-klub beken bangsa Warna Agung dan Niac Mitra pun terjangkit penyakit ini. Skorsing demi skorsing dijatuhkan, tapi sebuah skandal tetaplah sebuah skandal yang mencoreng aib bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, PSSI bukan tak mau maju. Pada 1995, mereka meluncurkan Liga Indonesia pertama. Saya ingat betul, tabloid olahraga Bola memberi judul  cover "Liga Terbesar di Dunia" pada edisi bertepatan dengan laga perdana Liga Indonesia. Awalnya disponsori Dunhill, Kansas, Djarum, sampai Bank Mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liga Indonesia dinilai sebagai terobosan karena menggabungkan tim perserikatan dan galatama, serta menghadirkan lima pemain asing dalam sebuah klub (awalnya cuma tiga). Padahal, di era Galatama, Suharto sempat menyetop izin penggunaan pemain asing, yang dinilainya merebut lapangan pekerjaan pemain lokal. Namun, toh, gengsi nasional tetap berkuasa. Di partai final Ligina awal, Persib Bandung tampil sebagai juara lewat gol tunggal Sutiyono melawan Petrokimia Putra Gresik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai eks perserikatan, Persib memiliki fanatisme kuat di dada pendukungnya. Mereka tampil tanpa pemain asing, membinasakan Jacksen Tiago, Carlos de Mello dan Daryl Sinnerine dari Petro, meski dalam laga itu gol bersih Jacksen sempat dianulir serta diwarnai satu kartu merah buat tim asal Jatim ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ligina terus berjalan, dengan berbagai compang-camping, mulai dengan perubahan format -dari kompetisi penuh, pembagian dua dan tiga wilayah- sampai peniadaan degradasi secara tiba-tiba. Pernah pula final Ligina V dipindah hingga ke Manado gara-gara supporter PSIS meninggal jelang laga final lawan Persebaya di Senayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, atas instruksi FIFA, PSSI mengganti Ligina dengan ISL, dengan berbagai persyaratan kian berat bagi pesertanya, termasuk adanya stadion berstandar internasional, bentuk usaha profesional klub, hingga jenjang pembinaan yunior klub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, benarkah itu Liga Super? Saat laga Persija lawan Persita dibatalkan karena Polda Metro Jaya tak memberi izin pertandingan dihelat di Stadion Gelora Bung Karno. Saat pendukung Persib tetap saja tak bisa menerima kekalahan timnya di Stadion Siliwangi dan merusak stadion? Saat nada rasisme masih terdengar di Stadion Brawijaya Kediri ketika Persik membantai PSIS...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negara tetangga, ketika negeri kita tengah menggelar Liga Super nan ruwet, Kuala Lumpur menjadi tempat tur Chelsea menjelang mengawali Liga Inggris musim ini. Maskapai Internasional Malaysia Airlines pun menjadi sponsor dan maskapai resmi Chelsea menjalani pra musim ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Indonesia, hanya kedatangan Bayern Muenchen dan Borussia Dortmund yang hanya hura-hura dan datang sebagai hadiah RCTI menayangkan Bundesliga. Ada juga sih, kunjungan anak-anak muda Selandia Baru yang sepakbola tidak menjadi favorit di negara kiwi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liga Super nan Ruwet terus akan bergulir. Apakah benar menjadi persiapan kita menuju era sepakbola profesional, atau jangan-jangan tetap sebagai sebuah entitas bisnis, yang dikendalikan dari balik rutan Salemba?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat terus menikmati liga nan ruwet ini..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-8841853907784793408?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/8841853907784793408/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2008/07/catatan-awal-indonesia-superruwet.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/8841853907784793408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/8841853907784793408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2008/07/catatan-awal-indonesia-superruwet.html' title='Catatan Awal Indonesia Superruwet League...'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-89685923277057173</id><published>2008-07-08T01:30:00.001-07:00</published><updated>2008-07-08T01:30:38.111-07:00</updated><title type='text'>PON, Masih Perlukah?</title><content type='html'>Mulai 5 hingga 17 Juli, Pekan Olahraga Nasional (PON) ketujuhbelas berlangsung di enam lokasi di Kalimantan Timur, daerah yang diyakini sebagai provinsi terluas di Indonesia setelah Papua membelah diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PON kali ini juga dipercaya sebagai PON terbesar sepanjang sejarah sejak pesta olahraga pertama digelar di Solo pada 1948. Meski lokasi penyelenggaraan masih compang-camping hingga acara dibuka, namun kehadiran lebih dari tiga belas ribu atlet, ofisial, dan wasit memperebutkan 749 medali emas, 749 perak, dan 954 perunggu merupakan rekor baru dalam penyelenggaraan PON enam dasawarsa terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya 3,9 triliun rupiah, yang bahkan bisa membengkak hingga lima triiliun, juga bukan perkara kecil. Bayangkanlah bila biaya itu disumbangkan kepada panitia pembangunan jembatan Surabaya-Madura, selesai sudah masalah kekurangan dana yang selama ini membelit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya sekarang, masihkah kita (benar-benar) membutuhkan PON? Ketika rekor baru jumlah cabang olahraga yakni 43 cabang tercetus, apakah itu benar-benar sebuah prestasi membanggakan? Padahal, banyak di antara cabang-cabang olahraga itu sama sekali tak ada hubungannya dengan jenjang olahraga internasional, bahkan sekelas Sea Games sekalipun. Bisakah anda bayangkan ajang Olimpiade mempertandingkan drum band, dansa, dan sepatu roda? Ah, masih untung tidak ada nomer dakon dan egrang di PON kali ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan lain, apakah masih membanggakan sebuah pesta olahraga domestik bila peserta menghalalkan segala cara untuk menjadi yang terbaik? Bajak-membajak atlet dengan saling menawarkan fulus terbesar? Atau bahkan, yang unik, mempergunakan mistis demi meraih emas. Masih ingat saat PON XV/2000 lalu digelar di Jatim, ada-ada saja kejadian unik terjadi. Mulai peselam yang kabur pandangannya di kedalaman Pantai Pasir Putih, Situbondo, para pemanah yang tembakannya pada meleset di Lapangan KONI Kertajaya, bahkan ada pula kain hitam di gawang yang membuat tendangan kesebelasan lawan selalu gagal menjadi gol karena sering membentur tiang. Anehnya, semua peristiwa itu menguntungkan tuan rumah, yang kemudian untuk pertama kalinya sukses menjadi juara umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada era 1980-an, setidaknya sampai PON 1996 di Jakarta, cabang sepakbola masih menjadi primadona karena di sanalah para pemain terbaik klub profesional tampil atas nama provinsi. Ingat ketika Mustaqim dkk kalah dari Abdurrahman Gurning dan kawan-kawan dalam laga Jatim lawan Sumut? Tapi kini, sepakbola PON adalah ajang pembibitan, jadi yang main adalah anak-anak muda 23 tahun ke bawah, yang mungkin baru mencicipi Liga Super beberapa tahun ke depan. Baik misalnya, bila sarana ini mampu mencetak Boas Salossa dan Budi Sudarsono baru, tapi kemudian menjadi pertanyaan, benarkah semua anak muda itu akan tertampung ke jenjang lebih profesional?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di PON kali ini pun, greget menjadi berkurang karena atlet-atlet yang akan turun ke Olimpiade dilarang keras turun lapangan. Kalau sampai ketahuan, KONI akan memberi mereka hukuman besar, terutama bagi atlet cabang atletik dan bulutangkis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PON terus berjalan hingga dua pekan ke depan. PR besarnya bukan hanya sukses pada penyelenggaraan, tapi juga audit pasca acara. Jangan-jangan, timbul pengadilan massal kepada para pimpronya, seperti terjadi di Jatim, delapan tahun silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo dukung Jawa Timur... ah, yang benar, hari gini ngomongin asal daerah?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-89685923277057173?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/89685923277057173/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2008/07/pon-masih-perlukah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/89685923277057173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/89685923277057173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2008/07/pon-masih-perlukah.html' title='PON, Masih Perlukah?'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-8444026597310705410</id><published>2008-06-30T17:28:00.000-07:00</published><updated>2011-08-03T14:54:36.688-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Luar Negeri'/><title type='text'>Que Viva Espana!</title><content type='html'>Akhirnya, Spanyol juara juga. Cukup 1-0, dengan gol khas Fernando Torres, penyerang tengah milik Liverpool yang memperdaya Jens Lehmann di menit ke-33.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ini adalah Piala Eropa ketiga bagi anak-anak La Roja (si merah) setelah di rumah mereka pada 1964 mengalahkan Uni Soviet 2-1. Dua puluh tahun kemudian, ambisi merebut gelar kedua pupus oleh kemenangan 2-0 tuan rumah Perancis, yang saat itu tengah moncer-moncernya era Michel Platini cs. Kini, 24 tahun setelah kekalahan itu, Michel Francois Platini yang sama pula, selaku Presiden UEFA, mengalungkan medali kehormatan kepada Iker Casillas dan kawan-kawannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mengenakan kaos Liverpool merah bernomer sembilan milik Torres saya berada di markas AJI Jakarta di bawah Tugu Pancoran, saat nonton bareng partai Final Piala Eropa ke-13 ini digelar. Sejak awal, banyak yang memperkirakan Michael Ballack akan terbawa sial bila tetap ngotot memakai nomer punggung 13. Dan benar, pengatur serangan Jerman milik Chelsea itu mati kutu dipepet Marcos Senna, darah Brazil di Spanyol.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Spanyol sukses tampil menawan. Bukan dengan cara bertahan, sepert cibiran saat Italia merebut juara dunia dua tahun lalu lewat adu penalti. Selain mematahkan mitos tim yang hanya bagus di babak penyisihan, generasi emas Torres, Villa dan kawan-kawan ini menunjukkan Spanyol kini adalah Spanyol menyerang, bukan lagi tim defensif layaknya di masa Emilio Butragueno, Julio Salinas, dan Andoni Zubizarreta.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Que Viva Espana, Jayalah Spanyol.. Selamat buat Spanyol, selamat buat kemenangan sepakbola indah, selamat buat kita semua…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-8444026597310705410?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/8444026597310705410/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2008/06/que-viva-espana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/8444026597310705410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/8444026597310705410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2008/06/que-viva-espana.html' title='Que Viva Espana!'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-308113495774506357</id><published>2008-06-27T03:30:00.000-07:00</published><updated>2008-06-27T03:31:39.983-07:00</updated><title type='text'>At Last, Final Ideal…</title><content type='html'>Terus terang, saya menghadapi sebuah perjudian besar saat pertama kali menulis prediksi bahwa Jerman akan bertemu Spanyol di puncak Piala Eropa di portal berita iddaily.co.cc ini sehari menjelang perhelatan akbar itu dimulai.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namun, saya tidak gentar. Pun, ketika ada prediksi-prediksi lain beterbangan di sela-sela dua pekan pesta bola miniatur Piala Dunia ini: “Jerman lawan Portugal… Spanyol lawan Belanda, Italia lawan Spanyol, Portugal lawan Belanda…” dan lain-lain.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bagi saya ada setidaknya ada beberapa alasan mendasar mengapa saya memilih Tim Panser berhadapan dengan Para Matador di semifinal. Pertama, jelas, ketika mengusulkan dua tim terbaik berlaga di partai perebutan juara, kita tidak bisa asal menyebut dua tim unggulan. Perhatikan juga plot atau skema kejuaraan itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di Piala Eropa ini sudah jelas, tim-tim dari Grup A dan B bertemu dalam satu lot (kita sebut lot kiri), begitupula tim-tim dalam Grup C dan D di lot berikutnya (kita sebut lot kanan). Jadi, tidak akan mungkin Portugal (Grup A) akan bertemu dengan Jerman (Grup B) di final. Paling banter, mereka akan bertemu di semifinal. Sayangnya, karena ‘kenthir’-nya Jerman sehingga kalah melawan Kroasia di penyisihan Grup B, maka Cristiano Ronaldo sudah harus bertempur melawan Mikhael Ballack di perempatfinal. Kemenangan Ballack cs di perempatfinal itulah yang kemudian menjadi pembuka pintu ke final, setelah mereka sukses menewaskan Turki 3-2 dalam penentuan tim-tim terbaik dari lot kiri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Begitupula Belanda, yang begitu dahsyat menerkam Italia dan Perancis di Grup C, tidak mungkin di final mereka bertemu dengan Spanyol, yang juga meraih angka sempurna di Grup D. Paling top, skenarionya mereka ketemu di semifinal lot kanan. Sayang, karena Marco van Basten kalah tua dari Guus Hiddink, Belanda menyerah 1-3 dari Rusia di perempatfinal. Maka, jadilah, partai ulangan penyisihan Grup D ketika Spanyol membantai Rusia 4-1 terjadi lagi di semifinal. Hasilnya? You know lah, Spanyol kembali menang dengan margin tiga gol dan melangkah ke final mewakili tim-tim lot kanan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sekarang, ketika akhirnya dua tim terbaik dari tiap lot itu bertemu pada Senin dini hari nanti, Jerman vs Spanyol, apakah saya akan keukeuh tetap memegang Spanyol sebagai juara?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saudara, saya bukan Deddy Corbouzier, yang saat ini juga tengah menggelar pertunjukan serupa, menebak hasil akhir Piala Eropa, di Kemang sana. Saya semata-mata hanya mendukung Spanyol karena ada empat pemain Liverpool di sana. Persoalan ketika seorang kawan, Revolusi Riza dari Trans 7 meledek bahwa rasa Francesc Fabregasnya Arsenal lebih kuat daripada Liverpool di Spanyol, itu masalah lain. Faktanya, Fernando Torres memberikan peranan penting bagi tim Spanyol. Adapun tiga pemain lain memang spesialis cadangan, Xabi Alonso baru dua kali main, sementara kiper Jose Reina dan Alvaro Arbeloa baru sekali main dalam partai hiburan melawan Yunani. Sampai-sampai situs resmi Liverpool pun mengumumkan kegembiraan mereka dengan lolosnya para duta Anfield ini ke final Euro 2008, dengan memasang judul “Joy for Reds Quartet as Spain Triumph.  Liverpool will have four representatives in the final of Euro 2008 after Spain produced a magnificent second-half display to overcome Russia in Vienna…”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Faktor lain, berilah sedikit kekuatan alternatif berkuasa. Tidak hanya di dunia politik, tapi juga di pentas sepakbola. Jerman adalah tim paling konsisten di dunia. Layaknya MU di Inggris atau PSM Makassar di Indonesia, yang nyaris selalu masuk tiga besar dalam kejuaraan yang mereka ikuti. Tapi, apakah Anda tidak bosan kalau yang berkuasa itu-itu saja?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Faktor ketiga, tentu soal teknis. LIhat saja, jumlah gol dan agresivitas permainan. Bagaimana tank Jerman masih membutuhkan menit ke-90 untuk mengakhiri perlawanan Turki yang timnya amat compang-camping karena kebanyakan pemain cedera. Sementara di semifinal lain esoknya, Spanyol tetap perkasa, menang 3-0, meski duo bomber David Villa dan Fernando Torres tidak bermain penuh karena alasan berbeda. Spanyol juga sukses meruntuhkan mitos selalu tampil buruk saat main dengan kostum away (kuning) karena kebetulan Rusia menang dalam perebutan siapa yang berhak memakai kaos merah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Maka, mari begadang di tempat pilihan kita masing-masing pada Senin dini hari, dan, atas nama cinta pada perubahan, saya mendukung tim merah marun itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-308113495774506357?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/308113495774506357/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2008/06/at-last-final-ideal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/308113495774506357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/308113495774506357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2008/06/at-last-final-ideal.html' title='At Last, Final Ideal…'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-1986015698381281116</id><published>2008-06-24T01:56:00.000-07:00</published><updated>2008-06-24T01:57:40.724-07:00</updated><title type='text'>Never Say Give Up!</title><content type='html'>Jojo Raharjo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup adalah perjuangan. Dan, perjuangan tidak boleh berhenti sampai peluit panjang kehidupan benar-benar ditiupkan. Pelajaran itulah yang bisa kita petik dari perjalanan melelahkan tim-tim yang berjuang keras untuk membalikkan keadaan dari ketertinggalan, serta mereka yang ngotot ingin menohok para pengamat sepakbola yang seenaknya saja menganggap timnya sebagai “anak bawang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turki, contohnya. Pada 2002, Hakan Sukur dan kawan-kawan sukses meraih peringkat ketiga setelah menaklukkan tuan rumah Korea 3-2. Di semifinal, Turki membuat Brazil harus bekerja sangat keras sebelum menyingkirkannya dengan kemenangan tipis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, di Piala Eropa kali ini, tak banyak yang menyangka Turki mampu lolos dari Grup A, dari hadangan Swiss, Ceko, dan Portugal. Dua nama itulah yang semula diprediksikan melenggang dari grup ini. Namun, Turki menunjukkan semangat pantang menyerah yang tak terduga. Setelah takluk 0-2 dari Portugal di laga awal, dua pertandingan berikutnya mereka mainkan dengan indah. Tuan rumah Swiss, negara yang memupuskan harapan Turki tampil di Piala Dunia 2006 Jerman, menahan malu karena menelan kekalahan pahit 1-2, setelah gol Arda Turan di menit 90 membuyarkan keadaan. Sebelumnya, Swiss sempat unggul lebih dulu 1-0 lewat sontekan Hakan Yakin, pemain Swiss berdarah Turkiye.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupula di partai penentu melawan Ceko, tim dengan jumlah gol dan nilai yang sama. Alih-alih harus perpanjangan waktu dan adu penalti, Turki menang 3-2 dengan drama nyaris serupa. Ketinggakan 0-2 lebih dulu, pada 15 menit terakhir sebuah gol Turan dan dua gol Nihat Kahveci mengantar Turki mendampingi Portugal dari Grup A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melawan jawara Grup B Kroasia di perempat final, mimpi buruk kembali dihantarkan anak asuh Fatih Terim ini. Dunia seakan kiamat bagi para pendukung Turki saat semenit menjelang perpanjangan waktu usia, sundulan Klasnic menghantar Kroasia unggul 1-0. Namun, tiba-tiba sebuah umpan jauh dari kiper Turki Rustu Reber berbuah manis. Umpan itu disambut tendangan voli Semih Senturk yang menghujam keras gawang Kroasia. Blam.. ganti kepala pelatih Kroasia Slaven Bilic yang serasa pecah ketika adu penalti pun kemudian berpihak pada Turki. Tiga penendang Turki berhasil menunaikan tugasnya, sementara tiga dari empat eksekutor Kroasia gagal berkarya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Gol penyeimbang Turki membuat kanmin drop,” itu alasan Bilic. Sebaliknya, Terim berujar, ia memang meminta anak asuhnya tidak menyerah hingga pertandingan benar-benar usai. Begitulah, mantan pelatih AC Milan itu menyampaikan timnya ke gerbang semifinal menghadapi Jerman, sebuah negara yang menjadi tempat imigrasi favorit bagi rakyat Turki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain pihak, keberhasilan tim non unggulan macam Rusia mengalahkan Belanda juga menghadirkan warna tersendiri. Gus Hiddink, membuktikan dirinya ”lebih oranye” daripada Marco van Basten, yang masih begitu muda saat Hiddink menjadi pelatih klub juara dunia PSV Eindhoven 20 tahun silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, Jerman ketemu Turki di semifinal, dan Rusia menghadapi Spanyol di partai senifinal satu lagi. Di tengah berantakannya skenario babak penyisihan hingga semifinal yang saya susun dua pekan lalu, saya masih bisa tersenyum seandainya partai final akan mempertemukan Jerman melawan Spanyol, tepat seperti ramalan edan saya yang kemudian berharap Spanyol keluar sebagai jawara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, tapi bukankah Spanyol lolos ke semifinal saja sudah untung? Bukankah mereka mesti terseok-seok di perempatfinal sebelum menang adu penalti lawan Italia, sementara Rusia begitu memukau menggilas Belanda? Jangan-jangan, Rusia yang maju ke partai puncak melawan Jerman, atau (jangan-jangan lagi) Turki membuat sekuel drama lebih dramatis di semifinal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini demokratis, bung. Silahkan berpendapat apa saja. Yang penting, ambil hikmah Piala Eropa dari kisah hero para ksatria bola itu. Bahwa perjuangan hidup tidak benar-benar kelar, sampai peluit panjang benar-benar terdengar. Karena itulah, Queen pernah bernyanyi, ”We’re the champion, my friend... and we’ll keep on fighting til the end…”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-1986015698381281116?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/1986015698381281116/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2008/06/never-say-give-up.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/1986015698381281116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/1986015698381281116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2008/06/never-say-give-up.html' title='Never Say Give Up!'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-3657601826806308163</id><published>2008-06-15T00:18:00.000-07:00</published><updated>2011-08-03T14:54:36.688-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Luar Negeri'/><title type='text'>Belanda Memang Edan..</title><content type='html'>”Ancene Londo edan,” tulis Revolusi Riza, seorang rekan jurnalis televisi asal Surabaya yang kini menetap di ibukota, dalam pesan pendeknya menjelang subuh, jam 03:15, Sabtu akhir pekan lalu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pesan pendek itu dikirimnya menyambut pesta-pora Belanda menghancurkan runner-up tim ayam jago Perancis pantas membuat para pendukungnya bergembira-ria (belakangan ada istilah menarik untuk ini, yakni ’europhoria’). Betapa tidak, dalam Grup C yang dibilang sebagai grup neraka, terdapat tiga tim yang disebut unggulan yakni Belanda, Italia, dan Perancis, ditambah kuda hitam Rumania.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, Belanda baru memainkan dua dari tiga pertandingan penyisihan grup, dua-duanya berakhir dengan kemenangan besar, 3-0 melawan Juara Piala Dunia 2006 Italia, dan 4-1 melawan runner-up Piala Dunia 2006 Perancis. Gol-gol Dirk Kuyt, Arjen Robben, Wesley Sneijder, dan Robie van Persie semakin memantapkan langkah tim oranye sebagai yang terbaik dari grup panas ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Belanda memang edan. Dua kemenangan beruntun yang ”tidak main-main” ini seperti melampiaskan kekesalan mereka setelah empat tahun lalu gagal berpartisipasi di Portugal. Saat itu, saya ingat betul, menghabiskan malam-malam Piala Eropa dari kantor AJI Surabaya nan sempit di Ketintang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi saksi kandasnya Wayne Rooney dkk lewat adu penalti dari Portugal, yang kemudian melengkapi kisah getir Sven Goran Erriksson: tiga kali membawa Inggris keok dari pelatih yang sama: Luiz Felipe Scolari, kalah dari Brazil 1-2 di Piala Dunia Korea-Jepang 1-2, dan dua kali adu penalti lawan Portugal di Piala Eropa Portugal 2004 serta Piala Dunia Jerman 2006.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ah, lupakanlah Inggris. Saya memang penggemar berat Inggris, karena itu masih ada sedikit rasa kecewa tidak menyaksikan tim tiga singa tampil di Austria dan Swiss. Tapi, itu toh bukan alasan bagi saya untuk tidak ikut terjebak hingar-bingar turnamen sepakbola yang statusnya selevel di bawah Piala Dunia ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Karena itulah, mungkin Anda masih ingat, kolom saya pekan lalu memaparkan ramalan saya tentang skema Juara Piala Eropa kali ini. Anda boleh berharap serius dari prediksi saya. Karena setidaknya, hingga tulisan ini saya buat pada Minggu siang 15 Juni, dua tim unggulan dari tiap grup yang saya prediksikan lolos memiliki peluang besar untuk tidak pulang kampung lebih awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, analisa saya bahwa dua tim tuan rumah dan tim juara bertahan Piala Eropa akan tersingkir di babak awal, nyata-nyata sudah terbukti 90 persen, tinggal menunggu nasib Austria besok malam. Sebenarnya, magis Piala Eropa ini akan semakin jelas, jika saja saya boleh menambah satu ramalan lagi: Juara Dunia 2006, tim negeri pizza Italia akan pulkam lebih dulu juga.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Senin dini hari nanti, salah satu dari Ceko atau Turki akan terpilih menyertai Portugal di Grup A. Sekali lagi, saya menegaskan, saya memilih Ceko.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Grup B, Kroasia sudah pasti lolos. Siapa pendampingnya? Jerman, Polandia, atau Austria? Atas nama kemeriahan sepakbola, saya mendambakan Jerman mengatasi Austria dan maju ke babak delapan besar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Grup C, sesuai sms Revo tadi, Belanda sudah jadi kampiun di grup neraka. Saya konsisten memilih tim ayam jago Perancis menaklukkan Italia sebagai pendamping. Tidak usahlah sampai adu penalti, untuk membalaskan kegagalan eksekusi menyakitkan David Trezequet yang mengurungkan Perancis gagal menjadi juara dunia di Jerman.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Grup D, Spanyol sudah lolos. Kalau saja, Anda membaca tabloid Bola kemarin, prediksi saya tentang dua wakil tiap grup nyaris sama persis dengan prediksi Pimred Bola Ian Situmorang di halaman 3. Bedanya di Grup D ini. Bang Ian menjagokan Swedia mendampingi Spanyol, sedangkan saya tetap memilih Rusia –tim yang lolos dari grup kualifikasinya Inggris itu- sebagai pemenang dalam partai paling menentukan grup ini: Swedia versus Rusia, pada Kamis, 19 Juni di Innsbruck, Austria.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kalau Anda percaya serius ramalan saya, silahkan. Tapi, kalau tidak, juga tidak masalah, karena saya jelas-jelas bukan Roy Suryo atau Dedy Corbuzier yang saling berbalas ramal itu. Saya tegaskan saja, saya akhirnya memilih Spanyol sebagai Juara Piala Eropa kali ini, tak lain karena ada empat pemain Liverpool di sana. Sebuah jumlah fantastis, dan bahkan dua tim kelas berat Spanyol, Real Madrid dan Barcelona, pun tak mampu menyumbang pemain timnas sebanyak itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Begitupun kalau saya sepakat dengan sms Revo tadi. Saya mendukung Belanda juga karena ada Dirk Kuyt di sana, seorang lagi perwakilan warga kota Liverpool setelah Ryan Babel tiba-tiba cedera sepekan menjelang kejuaraan. Saya gembira, hingga dua pertandingan awal, Kuyt dan Fernando Torres masing-masing sudah menyumbang satu gol dan sedikitnya satu assist langsung bagi Belanda dan Spanyol.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Teruslah bergulir Europass, hadirkan keedanan-keedanan itu, dan mari kita tunggu, benarkah Torres dan Kuyt akan bertemu di semifinal, untuk selanjutnya, salah seorang di antaranya akan mengangkat tinggi-tinggi Piala Henry Delaunay 2008!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-3657601826806308163?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/3657601826806308163/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2008/06/belanda-memang-edan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/3657601826806308163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/3657601826806308163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2008/06/belanda-memang-edan.html' title='Belanda Memang Edan..'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-4082751845190725040</id><published>2008-06-06T20:39:00.000-07:00</published><updated>2011-08-03T14:54:36.689-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Luar Negeri'/><title type='text'>Apa Kata Bola (Bukan Pegangan Taruhan)...</title><content type='html'>Jojo Raharjo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Piala Eropa kembali menyapa. Bagi mereka yang pusing direcokin dengan pemberitaan dan aksi massa menentang naiknya harga BBM, bisa beristirahat sejenak. Bagi mereka yang jengah dengan gelontoran berita anarkisme Aksi Monas dan kontraversi sosok Munarman, inilah saatnya ”OOT – Object Oriented Turning”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu dari sejak kick off awal berbunyi di St Jakob Park, Swiss, yang menarik adalah menebak siapa tim tertawa terakhir di partai puncak di Stadion Ernst Happel, 30 Juni mendatang. Nah, saya mencoba menawarkan tebak-tebakan jawara Piala Eropa hingga partai puncak. Sekedar terkaan awal, saya memperkirakan duo tuan rumah Euro 2008 ditambah juara bertahan Yunani akan tersungkur di babak pendahuluan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Grup A yang dihuni Portugal, Swiss, Ceko, dan Turki, saya menjagokan Portugal keluar sebagai juara didampingi Ceko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Grup B berisi Austria, Kroasia, Jerman, dan Polandia, saya memfavoritkan Jerman dan Kroasia lolos ke babak kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Grup ”Neraka” C milik Italia, Belanda, Perancis, dan Rumania kemungkinan Belanda akan lolos didampingi Perancis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Grup D ada Yunani, Spanyol, Rusia, Swedia, saya meramal Spanyol akan bergandengan dengan wakilnya Rusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, di perempatfinal akan saling bertemu Portugal melawan Kroasia, Jerman bertemu Ceko, Belanda berhadapan dengan Rusia, dan Spanyol versus Perancis. So, di semifinal Portugal bersua Jerman, dan Spanyol melawan Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, Spanyol akan tampil bersama Jerman di partai final. Jerman, tim yang paling konsisten di Eropa akan bertemu Spanyol tim yang dikenal sebagai ”macan kertas”. Mimpi saya, Luis Aragones, Carlos Puyol, dan Fernando Torres akan mengangkat piala Henry Delauney dan mengakhiri predikat tim yang selalu gagal di putaran final.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda setuju tim Negeri Matador akan sukses jadi juara? Setuju, boleh, tidak juga tidak masalah... Namanya juga bola itu bundar, jadi biarkanlah semua bergulir apa kata bola. Sekedar refreshing, sebelum awal Juli kita memasuki masa kampanye pemilu terpanjang di negeri ini: sembilan bulan lewat sepekan, layaknya seorang ibu sedang mengandung!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-4082751845190725040?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/4082751845190725040/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2008/06/apa-kata-bola-bukan-pegangan-taruhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/4082751845190725040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/4082751845190725040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2008/06/apa-kata-bola-bukan-pegangan-taruhan.html' title='Apa Kata Bola (Bukan Pegangan Taruhan)...'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-1132271229189757544</id><published>2008-06-02T18:31:00.000-07:00</published><updated>2011-08-03T14:54:36.689-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Luar Negeri'/><title type='text'>Lupakanlah Problema, Selamat Datang Piala Eropa…</title><content type='html'>Bagi Anda yang suka mengotak-atik teori dan praktek ilmu komunikasi politik, hal ikhwal pengalihan isu yang menjadi agenda setting media massa bukanlah hal aneh. Untuk menutupi sebuah pemberitaan yang dinilai kurang menguntungkan penguasa, maka kemudian penguasa mencoba menggulirkan isu lain yang lebih besar, sehingga mendadak menjadi sorotan media dan menenggelamkan isu lama itu. Teori ini benar, meski kadang terlalu berlebihan, untuk mengaitkan satu peristiwa yang kemudian ditumpuki peristiwa besar lainnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sama berlebihannya ketika dalam sebuah aksi solidaritas di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya untuk mengenang meninggalnya aktivis HAM Munir, Oktober 2004 lalu, seorang kawan berujar sinis mengenai meledaknya kantor Kedutaan Besar Australia di Kuningan, Jakarta Selatan, yang terjadi hanya dua hari setelah Munir ditemukan meninggal di atas pesawat Garuda jurusan Jakarta-Belanda. ”Wah, jangan-jangan bom Kuningan ini untuk mengalihkan perhatian kita dari misteri meninggalnya Cak Munir,” katanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bolehlah Anda menganggap guyonan itu berlebihan. Tapi, tumpuk-menumpuk isu memang bukan hal susah, terutama bagi mereka yang memang menguasai ilmu, dan mempunyai kekuasaan secara riil, bagaimana mengontrol media. Di tengah berita naiknya harga bahan pokok muncullah isu NAMRU, di tengah kenaikan harga BBM berita bergeser ke wacana iklan politik, bantuan kompensasi mahasiswa dan penyerangan polisi ke kampus, belum kelar soal penyerangan polisi ke kampus muncullah aksi anarkis FPI di acara deklarasi ”Menegakkan Indonesia” di Monas, belum tuntas berita penyerangan FPI di Monas, bersiap hadirlah Piala Eropa... Hehe...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Piala Eropa akan menyita perhatian kita antara 7 hingga 30 Juni mendatang. Swiss dan Austria menjadi co-host menjamu 14 kontestan lainnya. Ibarat masakan, hidangan lezat para penggila bola ini sedikit kurang garam tanpa absennya Inggris, negara yang tak hanya mengklaim diri sebagai asal muasal sepakbola, tapi juga memiliki kisah heroik dalam urusan penggalangan massa. Kapten Liverpool Steven Gerrard nyata-nyata mengaku, absen di Piala Eropa tahun ini menyebabkan sakit hati (heartache) mendalam curriculum vitae persepakbolaan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seorang sahabat membisikkan alasan humanis di balik kekalahan 2-3 Inggris atas Kroasia di Wembley, sekaligus menamatkan mimpi pasukan Steve McClaren menembus Euro 2008. Saat itu, di tengah hujan deras yang menaungi perjuangan keras Beckham dan kawan-kawan membongkar pertahanan Kroasia, sang pelatih justru enak-enakan duduk di bangku ofisial dengan payung melindungi kepalanya. Ketika kesebelasan Inggris memasuki adegan menegangkan, berkali-kali kamera televisi menangkap McClaren menenggak botol minuman, tanpa sekalipun pantatnya beranjak dari kursi. Ini berbeda dengan tipikal pelatih lain, yang kerap berdiri, lalu berteriak dan hilir-mudik di pinggir lapangan kala timnya mengalami tekanan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Akhir dari kisah malasnya mantan pelatih The Boro itu sudah kita ketahui: Inggris menanggung malu di kandang, gagal lolos ke Euro, dan McClaren dipecat. Belakangan berhembus kabar, ia mencoba mencari peruntungan lain melatih di negeri kincir angin, jauh dari tanah leluhur yang dikenal sebagai bangsa pekerja keras di lapagan bola. Ya iyalah, dengan fenomena malas bergerak di tengah hujan deras membasahi para pejuangnya seperti itu, klub Inggris mana mau menampungnya?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tapi, tanpa Inggris, bukan berarti Euro 2008 tidak akan berlangsung. Mari sama-sama kita nikmati perhelatan yang tahun ini digelar untuk yang ke-13 kalinya sejak 1960 pertama kalinya berlangsung di Perancis dan dijuarai Uni Soviet itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Satu hal patut Anda catat, sepakbola selalu menghadirkan mujizat, yang tentu saja, tidak mudah ditebak. Namanya juga keajaiban. Masih ingatkah Anda saat 1992 Denmark menjadi juara dengan mengalahkan Jerman 2-0 di final di Swedia? Padahal saat itu tim Dinamit Denmark tampil mendadak dengan menggantikan Yugoslavia yang sebulan sebelum turnamen mendapat skorsing dari FIFA akibat krisis politik di negara itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Euro 1996 diawali dengan kampanye ”Football Coming Home” seiring keinginan Inggris menjadi juara di kampung sendiri, tepat 30 tahun setelah mereka menjadi kampiun dunia di Piala Dunia 1966, yang juga berpuncak di Wembley. Endingnya, Alan Shearer dan kawan-kawan menelan pil pahit adu penalti di semifinal, dan gol ajaib pemain pengganti Oliver Bierhoff dalam partai yang pertama kali diberlakukannya sistem sudden deat atau gol emas di perpanjangan waktu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Euro 2000 yang digelar bersama Belanda dan Belgia sukses membuat Perancis menyandingkan Piala Eropa dengan Piala Dunia yang direbutnya dua tahun sebelumnya di Paris. Inilah masa di mana generasi emas Perancis di bawah kepemimpinan Zinedine Zidane kembali menancapkan kukunya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mujizat terbesar tentu, jika Anda belum menderita penyakit lupa ingatan, keberhasilan Yunani menjadi juara empat tahun lalu dengan menyingkirkan tuan rumah Portugal 1-0 di final. Negara liliput dalam jagad bola itu sukses membawa pulang Trophy Henri Delaunay, diabadikan dari nama sekjen pertama UEFA, sebagai oleh-oleh penyelenggaraan Olimpiade di Athena sebulan kemudian.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jadi, hikmah dan mujizat apa yang akan kita petik dari Euro tahun ini? Spanyol menjadi juara untuk kedua kalinya? Jerman sukses untuk keempat kalinya? Akan muncul negara baru sebagai pencatat sejarah? Atau, jangan-jangan hanya sebagai katarsis dan pengalihan isu dari berbagai kejadiaan menyesakkan di kampung kita? Dan Anda pun ikut-ikutan bersenandung, ”Lupakanlah problema, anggap saja tiada, jangan biarkan terbawa resah di dada, sambutlah Piala Eropa di depan mata...”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-1132271229189757544?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/1132271229189757544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2008/06/lupakanlah-problema-selamat-datang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/1132271229189757544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/1132271229189757544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2008/06/lupakanlah-problema-selamat-datang.html' title='Lupakanlah Problema, Selamat Datang Piala Eropa…'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-5500811710086465843</id><published>2008-05-27T17:00:00.000-07:00</published><updated>2008-05-27T17:03:27.420-07:00</updated><title type='text'>Inspirasi Bang Ali</title><content type='html'>Inspirasi Bang Ali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Think Sport pekan ini, izinkanlah saya mengutip tulisan Kompas, mengenai figur almarhum Ali Sadikin. Bang Ali dikenal sebagai figur pemimpin yang tegas, penuh karisma, tanpa kompromi, dan langsung turun ke bawah, seperti pengalamannya menangkap langsung pencopet di bus kota di hari-hari awal kepemimpinannya di Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saya melayat sekaligus meliput di rumah duka di Jalan Borobudur, Jakarta Pusat, pekan lalu, berbaur aneka tokoh. Mulai mantan tahanan politik, budayawan, jenderal, sampai presiden. Kompas menulis sisi lain dari Bang Ali saat bersentuhan dengan dunia olahraga. Simaklah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menjabat sebagai ketua umum PSSI antara 1977-1980, Ali Sadikin (almarhum) pernah marah besar. "Kalau ingin melihat pemain bersabar, bentuk saja kesebelasan malaikat!" Ungkapan Letjen TNI/Marinir ini keluar saat timnas Indonesia gagal di &lt;br /&gt;semifinal SEA Games 1977 di Kuala Lumpur. Para pemain Indonesia disingkirkan oleh Thailand setelah para pemain kedua kesebelasan terlibat perkelahian pada pertandingan yang dipimpin pengadil dari Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemain timnas Indonesia, Andi Lala terkena kartu merah dan kapten kesebelasan saat itu, Iswadi Idris terlibat pertikaian dengan penonton Malaysia. Bahkan penjaga gawang Ronny paslah yang terkenal sabar pun terpancing emosinya atas keputusan yang diambil wasit. Tayangan langsung melalui TVRI saat itu langsung "membakar" emosi rakyat Indonesia. Tidak terkecuali Ali Sadikin yang saat itu menjabat sebagai ketua umum PSSI. Ketika ada pihak yang mengritik emosi para pemain Indonesia yang dianggap labil, Ali Sadikin langusng mengeluarkan istilah "kesebalsan malaikat" itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali Sadikin terpilih sebagai ketua umum PSSI lewat Sidang Luar Biasa (SLB) Majelis Permusyawaratan PSSI menggantikan ketua umum lama, Bardosono dan akan menjabat antara 1977 hingga 1981. Sebelumnya, saat masih menjadi penjabat Gubernur DKI Jakarta (1977) Ali Sadikin banyak mengritik perkembangan sepakbola nasional di bawah ketua umum lama, Bardosono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada era Ali Sadikin, PSSI memperkenalkan sepakbola semi pro yang kemudian dikenal dengan nama Liga Sepakbola Utama (Galatama). Mulai bergulir pada 17 Maret 1979 dengan diikuti 14 klub seperti Indonesia Muda, Jayakarta dan Warna Agung. para pemain timnas langsung berbondong-bondong masuk klub-klub semi pro ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompetisi Galatama sempat menjadi barometer di Asia sehingga menjadi bahan studi banding negara lain, seperti Malaysia dan Jepang. Namun kemudian semakin kehilangan pamornya. Sayangnya, pretasi timnas pun tidak pernah mencapai puncak. Pada SEA Games 1979 di Jakarta, timnas dikalahkan Malaysia di di final. Sementara di Pra Olimpiade 1980, kita berprestasi buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era awal Galatama ini pula, isu suap merajalela dan kemudian berimbas pada prestasi timnas. Pada Pra Olimpiade 1980, Indonesia kalah untuk pertamakali dari Brunei dan kalah 1-6 dari Malaysia. Kekalahan yang tidak pernah dialami pada masa jaya PSSI 1950-1970-an. Ali Sadikin sudah mengisyaratakan saat itu ada sesuatu di balik kekalahan-kekalahan tersebut. Ia mengatkan, "Teknis pemain yang hebat dan tinggi tidak ada artinya tanpa disertai dengan jiwa dan kepribadian yang kuat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 6 Oktober 1980, Ali Sadikin mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum PSSI, meski masa tugasnya baru berakhir pada 1981. Saat itu dirinya sedang menjadi sorotan karena menjadi salah satu penandatangan Petisi 50 yang mempertanyakan beberapa pernyataan politik Presiden Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah. Mengutip Bang Ali, Kompas benar. Butuh mental juara dan jiwa kepribadian untuk membentuk seorang juara. Tidak cukup dengan keahlian skill dan modal pengalaman. Mental juara dan kesederhanaan. Karena itu, para pemain bola kita pun sebaiknya tidak lantas berlagak menjadi “orang kaya baru”. Dengan harga kontrak dan gaji bulanan yang tinggi, maka ia membeli mobil mewah yang jumlah pemiliknya di Indonesia hanya bisa dihitung jari. Atau berlomba memacari artis. Atau memilih gaya hidup dugem serta berakrab-akrab ria dengan narkoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kalau di Tambaksari awal 1980-an para pemain berani mati berkostum Niac Mitra sukses memukul Arsenal, maka yang terjadi di Senayan pekan lalu –beberapa jam setelah Bang Ali dimakamkan- adalah anak-anak muda kaya raya yang bengong dipermainkan Oliver Kahn dan kawan-kawan. Tim nasional berlogo Burung Garuda menang… ya.. menanggung malu dipukul Bayern Munich 1-5 di depan puluhan ribu penggila bola kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat jalan, Bang Ali… keteladananmu menginspirasi kami. Semoga dari alam baka sana, suatu saat nanti, ruhmu memandang kesebelasan negeri ini dengan pemain-pemain berkarakter dan berkepribadian tangguh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-5500811710086465843?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/5500811710086465843/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2008/05/inspirasi-bang-ali.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/5500811710086465843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/5500811710086465843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2008/05/inspirasi-bang-ali.html' title='Inspirasi Bang Ali'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-453122018340390906</id><published>2008-05-18T18:47:00.000-07:00</published><updated>2008-05-18T18:48:35.154-07:00</updated><title type='text'>Kado Melas Harkitnas</title><content type='html'>Uraian kalimat motivator itu masih terpampang di dinding pintu masuk Istora Senayan, tempat turnamen Piala Thomas dan Uber digelar pekan lalu. “Ada Thomas, Ada Uber, piala yang lepas, ayo Diuber! Satu berjuang di lapangan, dua ratus juta doa memberi kekuatan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya semua kalah. Baik tim Thomas maupun Uber Indonesia urung memberi kado Peringatan 100 Tahun Hari Kebangkitan Nasional. Meski dipuji setinggi langit karena tampil dengan semangat tinggi, toh Maria Kristin dan kawan-kawan gagal menaklukkan dominasi China di partai puncak. Yang putra lebih melas lagi. Datang membawa berjuta harapan menjadi juara, Sony Dwi Kuncoro dan rekan-rekannya menyerah dari Korea di semifinal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menjadi saksi, betapa lagu ”Satu Nusa Satu Bangsa” membahana usai kekalahan tim Uber Merah Putih. Para penonton di Istora Senayan pun tetap menganggap anak buah Susy Susanti itu sebagai pahlawan, karena semangat juang mereka dinilai luar biasa. Namun, seperti kata Taufik Hidayat usai kalah dari Leew Hyun-Ill di semifinal, ”A lost is a lost...” Kalah ya kalah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita masih kalah. Kita masih berada dalam sebuah ”negeri jargon”. Seperti maraknya aneka terpaan iklan yang menampilkan sosok para politisi menebar pesonanya menjelang pemilihan umum tahun depan, dengan mencuri momen Peringatan 100 Tahun Hari Kebangkitan Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ialah Soetrisno Bachir,  Wiranto dan Prabowo Subianto yang lagi terlanda penyakit “post celebrities syndrome” sehingga merasa perlu membuang miliaran rupiah untuk iklan propaganda pencitraan diri mereka. Menurut pengamat LIPI Hermawan Sulistyo, “post celebrities syndrome” adalah gejala dari orang yang dulu biasa terkenal dan dikerubuti wartawan lalu kini mendadak tenggelam. Lewat berbagai cara, termasuk memasang iklan nan mahal, mereka mencoba mendongrak popularitasnya kembali.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Hidup adalah beriklan… eh, perbuatan. Tiba-tiba saya teringat pada mata kuliah ilmu komunikasi paling dasar, bahwa untuk dapat sampai ke sasaran secara tepat, sebuah pesan harus dibungkus dalam kemasan yang tepat pula. Istilah yang begitu melekat pada kepala saya selaku mahasiswa baru saat itu adalah “packaging”. Paketlah pesan dalam kemasan yang menarik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, kemudian menjadi persoalan, bagaimana bila kemasannya justru lebih menonjol daripada isi pesannya? Sehingga kemudian muncul ledekan lain di kalangan praktisi komunikasi, “Ingat, yang penting kesan, bukan pesan!” Sebuah pesan, meski sebenarnya isinya ciamik, bila dipaket secara asal-asalan tidak akan menimbulkan daya tarik bagi khalayak. Sebaliknya, sebuah paket yang menawan mampu membungkus sebuah substansi yang sebenarnya biasa-biasa saja, menjadi memikat nan menggiurkan audiensnya. Masih ingat iklan pemilu 2004, “Kapan lagi punya presiden ganteng?” Nah lo….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup adalah perbuatan, eh... beriklan. Bisakah Anda membayangkan, seandainya ongkos puluhan milyar rupuah untuk perencanaan, produksi, hingga penayangan iklan tadi disumbangkan untuk mengangkat derajat kaum miskin Indonesia dari Sabang sampai Merauke tanpa banyak gembar-gembor? Berapa beasiswa dapat diberikan dengan uang sebanyak itu? Berapa subsidi untuk guru honorer dapat dibagikan dengan lembar-lembar miliaran rupiah? Berapa ton bibit dan pupuk dapat dibagikan untuk petani? Berapa kiloliter solar dapat diterima nelayan yang sulit melaut karena krisis BBM? Dan lain-lain... Tapi, ah masak iya, hari gini masih ada orang berbuat baik tanpa publikasi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun terkenang saat beberapa tahun lalu sempat bekerja di sebuah perusahaan jasa konsultasi media dan penyelenggara even milik salah seorang presenter berita televisi ternama. Satu frase yang saya kenal dari mulut si mbak, adalah frase ’uhek-uhek’, untuk mengganti istilah ’basa-basi yang menyebalkan’. ”Ah, acara ini terlalu banyak uhek-uheknya, tidak to the point,” begitu keluhnya melihat deretan sambutan yang membungkus sebuah kegiatan. Atau kali lain, si mbak berteriak keras, ”Jojo, kalau bikin proposal langsung saja, jangan terlalu banyak uhek-uhek...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, saat ini kita hidup di tengah sebuah bangsa yang terlalu banyak uhek-uhek dibanding bertindak. Seandainya saja, ungkapan ’sedikit bicara banyak bekerja’ benar-benar kita terapkan, maka kebangkitan Indonesia yang kita dambakan tidak akan butuh waktu terlalu lama lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkitlah Indonesia, mari berbuat, karena hidup adalah perbuatan tanpa pamrih, bukan uhek-uhek semata...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-453122018340390906?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/453122018340390906/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2008/05/kado-melas-harkitnas.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/453122018340390906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/453122018340390906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2008/05/kado-melas-harkitnas.html' title='Kado Melas Harkitnas'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-8550010635344250565</id><published>2008-05-10T21:15:00.000-07:00</published><updated>2008-05-10T21:16:14.870-07:00</updated><title type='text'>Nasionalisme, Profesionalisme, dan Materialisme</title><content type='html'>Nasionalisme, Profesionalisme, dan Materialisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertengahan pekan lalu, setelah tim bulutangkis Piala Thomas Indonesia berlatih di Istora Senayan, saya mencegat Taufik Hidayat. Setelah mengeringkan peluhnya, tunggal kedua Indonesia itu asyik bercengkerama dengan Natarina Alika Hidayat, puteri hasil pernikahannya dengan Armidianti alias Ami Gumelar, anak mantan Ketua Umum KONI Agum Gumelar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menanyakan kepadanya tentang arti Peringatan 100 Tahun Hari Kebangkitan Nasional bagi seorang atlet yang telah berkali-kali mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia. Tak terduga, inilah jawabannya yang terekam di kotak suara saya, “ Saya berharap, momen penting ini dapat menjadikan perubahan di bangsa ini, terutama untuk nasib para atlet yang selama ini telah bekerja keras untuk mengharumkan nama bangsa. Menurut saya, nasionalisme buat seorang atlet jangan diragukan lagi, karena setiap kali bertanding kami membawa nama bangsa. Tapi apa yang diberikan pemerintah dan negara buat atlet selama ini? Nggak ada kan?” Ia kemudian bergegas masuk ke sedan putih bernomor polisi seperti nama isterinya, B 4 MI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama, rekan saya seorang jurnalis berjalan mendekat. “Itulah, Jo. Hati-hati kalau ngobrol dengan Taufik. Bisa kena kick balik kamu,” katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taufik tidak salah. Ia hanya mencurahkan isi hatinya. Dengan caranya. Baru-baru ini, ucapannya juga dimuat di sebuah koran nasional, menuntut pemerintah memberi insentif lebih bagi mereka yang berprestasi di Olimpiade Beijing, Agustus mendatang. “Bonus Rp 1 miliar bagi peraih medali emas itu terlalu kecil. Duit segitu sekarang tidak artinya,” ungkapnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Uuuupsss… satu miliar tidak ada artinya? Seribu juta rupiah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, mari kita melihatnya secara obyektif. Taufik Hidayat tentu tidak ingin nasibnya seperti Gurnam Singh, seorang pensiunan pelari maraton peraih tiga emas Asian Games 1962 yang menghabiskan usia senja di Medan dengan menjual piala dan medali yang diperoleh saat masa jayanya. Pernah ia menjadi berita di Sinar Harapan karena berada di Jakarta tanpa punya uang cukup. tersendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sebagai mantan atlet nasional, saya ingin bertemu dengan Ibu Presiden Megawati,” ujar Gurnam kala itu. Gurnam juga menyebutkan bahwa obsesinya bertemu Mega memang telah ada sejak beberapa tahun lalu. Selagi ada undangan gratis ke Jakarta, Gurnam pun tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Namun apa mau dikata, dengan penampilan yang tak lebih dari seorang ”gelandangan”, Gurnam pun harus menyimpan mimpinya itu. ”Pernah beberapa waktu lalu saya melihat Pak Taufik Kiemas (Suami Megawati/red) jogging di Stadion Madya, namun oleh pengawalnya saya dilarang mendekat,” keluh Gurnam. Padahal, dalam benaknya ia hanya ingin berkeluh kesah dengan Megawati yang tak lain anak Presiden RI pertama Soekarno yang begitu memanjakan atlet nasional di era 60-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gurnam Singh akhirnya meninggal dunia di Blok M, Jakarta, saat berkelahi minta uang yang akan digunakannya untuk mabuk-mabukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Taufik tentu tidak juga ingin menjadi seperti seorang mantan juara tinju nasional Bisenti Santoso yang hidupnya terlunta-lunta di Malang. Atau seperti Elyas Pical, juara dunia pertama Indonesia yang sempat dibui karena kedapatan mengedarkan narkoba di sela-sela tugasnya menjaga klab malam. Kini, Eli memang “ditampung” bekerja di Kantor Menpora, tapi tentu itu bukan sebuah pekerjaan layak untuk seorang yang pernah membawa nama Indonesia begitu dihormati di ring tinju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taufik, dan juga para atlet bulutangkis lain, telah mengorbankan waktu, tenaga, dan impian sebagai “anak muda normal” dengan berpeluh di lapangan. Tak banyak waktu pacaran dan, apalagi, kuliah. Jadi, tak pantaskah ia menginginkan masa tuanya terjamin? Bagi Taufik, alih-alih bonus Rp 1 miliar, ia memilih mendapat tunjangan yang diberikan setiap bulan hingga akhir hayatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep dana abadi ini, sejauh ini baru diterapkan PSSI, yang secara rutin mengirim uang Rp 75 ribu kepada peraih medali emas Sea Games 1987 dan 1991. Jumlah uang itu kini memang tidak ada artinya bagi Ferryl Raymond Hattu dan kawan-kawan. Tapi, itulah sebuah perhatian, selain bentuk-bentuk lain yang lebih “sustainable”, memberi pekerjaan, misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lapangan bulutangkis yang sama, saya juga menjumpai Rexy Mainaki, mantan pebulutangkis ganda putera Merah Putih yang kini melatih tim Malaysia. Sebelumnya, peraih medali emas Olimpiade 1996 berpasangan dengan Ricky Subagja ini tercatat sebagai pelatih tim Inggris. Soal fasilitas di kedua negara itu, jangan ditanya. Angkanya sudah hampir menembus  Rp 100 juta tiap bulan. Belum termasuk fasilitas lain seperti mobil, apartemen, dan pendidikan anak. “Bagi saya main di mana saja sama. Tapi saya harus bersikap profesional, fokus mendukung kerja tim kita. Masak kalau pukulan pemain Malaysia masuk saya diam, sementara kalau Indonesia dapat angka saya malah kasih tepuk?” kata nyong Ambon yang pertama kali memperkuat Indonesia di Piala Thomas saat  Malaysia menjadi tuan rumah 1992 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lapangan Istora itu pula ada sepasang suami isteri peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992, Alan Budikusuma dan Susi Susanti. Pasangan yang menikah sebelas tahun lalu ini hadir dengan kapasitas masing-masing. Alan sebagai Wakil Ketua Panitia turnamen Thomas dan Uber Cup, sementara Susi menjabat Manajer Tim Uber Cup Indonesia. Mereka berdua juga dikenal karena bisnis alat-alat olahraga, khususnya raket badminton, bernama Astec, singkatan dari “Alan Susi Technology”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Olahraga memang tidak semata karena hobi. Keringat, dan terkadang darah, menuntut penghargaan yang layak dari pihak-pihak yang dibela. Tengoklah kisah para pemain Levante, klub gurem di La Liga Spanyol, pekan lalu. Sebelas pemain Levante tidak bergerak saat peluit kick-off dibunyikan wasit dalam partai melawan Deportivo La Coruna. Sebelas pemain Levante ngambek di tengah lapangan sambil bergandeng tangan karena gaji mereka belum dibayar klub terlilit hutang yang pasti terdegradasi musim depan itu. Aksi para pemain Levante ini mendapat tepuk-tangan dari para pendukungnya yang juga tengah prihatin. Sementara itu, tindakan sportif dilakukan pemain Deportivo saat gelandang Sergio Gonzalez membawa bola melewati pemain Levante yang hanya diam dan menembakkan bola keluar garis gawang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesionalisme dan jaminan hidup tak bisa dipisahkan dari urusan nasionalisme dan sportivitas olahraga. Di mana hati senang, pikiran tenang, di situlah kemenagan akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berjuang para atlet, maju terus Tim Thomas Cup Indonesia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-8550010635344250565?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/8550010635344250565/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2008/05/nasionalisme-profesionalisme-dan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/8550010635344250565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/8550010635344250565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2008/05/nasionalisme-profesionalisme-dan.html' title='Nasionalisme, Profesionalisme, dan Materialisme'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-4526785284640543886</id><published>2008-05-01T00:22:00.000-07:00</published><updated>2011-08-03T14:54:36.690-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Luar Negeri'/><title type='text'>Third Time Lucky</title><content type='html'>Genap sudah dua tim yang bakal berlaga di Final Liga Champions di Stadion Luzhniki Moskow, 21 Mei mendatang. All England Final terjadi dengan bertemunya Manchester United melawan Chelsea, dua tim yang juga sedang berpacu sengit di lintasan perebutan juara Liga Premier Inggris, yang berakhir 11 Mei mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MU sukses melaju ke partai puncak, yang terakhir mereka alami sembilan tahun lalu, setelah mengalahkan Barcelona 1-0 dalam dua pertandingan. Tendangan geledek Paul Scholes di Old Trafford memupus kesan negatif permainan bertahan tim ‘Setan Merah’ dalam laga semifinal perdana di Nou Camp, sepekan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun duel yang dilakoni Chelsea jauh lebih dramatis. Setelah meraup gol away dalam partai 1-1 di Anfield, dini hari tadi, tim biru dari London ini menyudahi perjalanan Liverpool lewat keunggulan 3-2 via perpanjangan waktu di Stamford Bridge. Sebuah kemenangan yang memperpanjang rekor sembilan kali tak terkalahkan atas Liverpool di kandang Chelsea, dalam empat tahun di berbagai even kompetisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini juga menyembuhkan sakit Chelsea yang dua kali dibekuk Liverpool di Semifinal Liga Champions 2005 di Anfield, lewat gol ajaib Luis Garcia, dan 2007, melalui adu penalti nan menyesakkan. “Third time lucky”, ungkapan itu membahana di berbagai media Inggris saat undian mengharuskan Chelsea kembali berjibaku dalam semifinal Liga Champions tahun ini, untuk ketiga kalinya dalam empat musim turnamen paling bergengsi antar klub Eropa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, saya tak percaya pada “third time lucky” itu. Apalagi saat di paruh babak kedua, Fernando ‘Si Bocah’ Torres sukses mengakhiri pacekilik gol The Reds, yang sejak 2004 mandul di Stamford Bridge. Kemenangan dan gol terakhir Liverpool di kandang Chelsea dicetak lewat sepekan Bruno Cheyrou, kala The Pool masih ditangani Gerrard Houllier.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Final Liga Champions ini akan jadi milik Chelsea.” Hampir dua bulan lalu, ungkapan itu datang dari seorang penggemar Liverpool saat kami nonton bareng partai Liga Inggris di Red’s Corner, markas Big Reds, alias kelompok resmi supporter Liverpool di Indonesia. Saat itu, babak perempatfinal Liga Champions pun belum kelar, namun keyakinan sudah tersembul di benak kawan ini. Alasannya sederhana, final ini berlangsung di Moskow, kampung Roman Abramovic, pemilik Chelsea yang menjadi orang kaya di London karena bisnis minyak, namun justru dikejar-kejar tunggakan pajak di negerinya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah, masak sih Liga Champions UEFA bisa diatur seperti itu?” bantahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lho, jangan salah, Jo. Mafia sepakbola Eropa jauh lebih canggih dari PSSI. Kita ini belum ada apa-apanya,” katanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar atau tidak, heaven knows. Faktanya, pelatih Liverpool Rafael Benitez merasa kecewa atas panjangnya waktu tambahan dari pengadil Konrad Plautz asal Austria saat laga semifinal pertama, yang membuat John Arne Riise kemudian ‘menyumbang’ sebuah gol bunuh diri sebagai poin plus Chelsea. Fakta lain, di leg kedua, pelanggaran Sammy Hyypia pada Mikhael Ballack dihukum wasit Roberto Rosetti dari Italia dengan eksekusi penalti Lampard, sementara saat poros halang asal Finlandia itu jatuh di kotak terlarang, Liverpool tidak mendapat kompensasi serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, mana yang benar, “third time lucky”, “mafia sepakbola Eropa”, atau memang Chelsea dan MU adalah dua tim terbaik Eropa tahun ini, sekaligus membalas kesedihan Inggris yang tim nasionalnya gagal berpartisipasi di Piala Eropa di Swiss dan Austria Juni-Juli mendatang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, ngomong-omong soal kerja keras dan hinggapnya keberuntungan, sebuah pesan masuk ke kotak surat seluler saya, “Pepatah Arab mengatakan Man Jada Wa Jadda, siapa yang bersungguh-sungguh, maka dia akan beruntung…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menikmati putaran akhir Liga Champions tahun ini, tiga pekan mendatang dan… You’ll Never Walk Alone…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-4526785284640543886?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/4526785284640543886/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2008/05/third-time-lucky.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/4526785284640543886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/4526785284640543886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2008/05/third-time-lucky.html' title='Third Time Lucky'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6127933698385797767.post-532728081930399159</id><published>2008-04-24T04:43:00.000-07:00</published><updated>2008-04-24T04:44:52.952-07:00</updated><title type='text'>Welcome Back Bu Indah..</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jojo Raharjo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indah Kurnia is back. Ungkapan itu tepat untuk menggambarkan kembalinya Indah Kurnia menjadi manajer tim Persebaya Surabaya pada musim kompetisi 2008/2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari-hari pertamanya kembali ke Persebaya, Top Skor, harian olahraga satu-satunya di Indonesia, memasang profil Indah Kurnia dalam rubrik “Personal” di koran edisi Senin, 17 Maret lalu. Judulnya cukup ‘provokatif’: Indah Spesialis Main di Bawah. Ini mengingatkan perjalanan Indah yang didapuk menjadi Manajer Persebaya dua tahun lalu, saat “Bajul Ijo” menjalani masa susah di Divisi I akibat hukuman PSSI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh, tangan dingin mantan Kepala Cabang Bank BCA Tunjungan Surabaya itu sukses kembali mengangkat bond kebanggaan 4 juta warga Kota Pahlawan kembali ke kasta tertinggi sepakbola Indonesia. Stadion Brawijaya, Kediri, menjadi saksi saat Persis Solo tumbang dan sundulan Nova Arianto memastikan Persebaya menjadi yang terbaik di Divisi I. Sayang, saat Green Force mentas kembali ke Divisi Utama, Indah mesti meninggalkan kursi panas itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya sepertimya ditakdirkan untuk selalu main di bawah. Saya punya pengalaman untuk itu. Saya akan berusaha keras mengantarkan Persebaya kembali disegani di pentas sepakbola nasional,” kata Indah, sebagaimana dikutip Top Skor. Perempuan kelahiran 11 Agustus, 47 tahun lalu ini menegaskan, target awalnya adalah membentuk tim solid sesuai deadline Ketua Umum Persebaya Saleh Ismail Mukadar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isteri Jerry Raymond ini sebenarnya punya modal besar untuk itu: kedekatan dan keakraban dengan pemain dan akses-akses lainnya. Harus diakui, pendekatan perempuan jelas berbeda dengan laki-laki. Empati, itulah kuncinya. Kelebihan ini ditampilkan Indah Kurnia saat menyatakan keprihatinannya atas pemecatan Mursyid Effendy, pemain paling setia di Persebaya. Meski tak lagi menjabat manajer, Indah sedih mengapa ikon “Bajul Ijo” asal Benowo itu bisa dengan mudah digusur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau toh ada kelemahan, bagaimana perempuan berkarakter Leo seperti Indah bisa menyimpan sisi bengis yang ada pada personifikasi orang dengan rasi kelahiran sepertinya. Mestinya, yang dimaksimalkan adalah sisi positif bintang itu: tegas, berwibawa, berkemauan keras, dan sedikit egois untuk memastikan semua impian terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mudah mencari referensi wanita yang gila bola, dan rela mengeluarkan uangnya tanpa banyak perhitungan seperti Indah. Bahkan di dunia internasional, nama-nama perempuan di bidang bisnis olahraga belum ada seujung kuku geliat para pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun ada, akhirnya yang muncul ya Rita Subowo, pengusaha yang aktivis voli, dan kini menjadi Ketua Umum KONI serta Komite Olimpiade Indonesia. Kalau mau ditarik ke belakang, muncullah nama Diza Rasyid Ali, perempuan yang dijuluki “Makassar Soccers’ Mother” ini pernah memanajeri dua klub besar: Persija Jakarta dan PSM Makassar. Semasa di tim oranye, Diza mencetuskan berdirinya wadah supporter “The Jakmania”, yang kemudian dikenal mampu meredam perkelahian antar kampung serta menyatukan warga ibukota nan amat plural itu. Diza kini dikenal sebagai Direktur MFS alias Makassar Football School 2000 sekaligus memimpin Pemuda Pancasila di kampung halamannya sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ubah dengan Diza, Indah juga terjun di belantara politik. Sebagai Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim bidang Informasi dan Komunikasi, hari-hari tidak mudah akan dijalani Indah dalam dua perahu itu. Apalagi kini tensi politik Jawa Timur dipastikan meningkat menjelang pemilihan gubernur serta persiapan Pemilihan Umum tahun depan. Ini tentu belum terhitung perahu bisnis perempuan yang juga menjabat Ketua Surabaya Entertainers Club itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti, para pencinta sejati Persebaya tidak akan rela dinomerduakan. Tuntutan mereka pasti: Kembalikan Persebaya ke era masa jaya, ke era M. Basri, era Budi Juhannis, Putu Yasa, Mustaqim dan Muharrom Rusdiana, ke era Yusuf Ekodono, Anang Ma’ruf, Aji Santoso dan Reinald Pietersz, serta ke era saat gelar juara terakhir kali dipersembahkan Mursyid Effendy, Hendro Kartiko, Khairil Anwar, Kurniawan, dan Uston Nawawi empat tahun silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat bekerja, Bu Indah, bonek-bonek die hard butuh momonganmu…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6127933698385797767-532728081930399159?l=iddaily-sport.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/feeds/532728081930399159/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2008/04/welcome-back-bu-indah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/532728081930399159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6127933698385797767/posts/default/532728081930399159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iddaily-sport.blogspot.com/2008/04/welcome-back-bu-indah.html' title='Welcome Back Bu Indah..'/><author><name>Iman D. Nugroho</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
